Pertama Kali dalam Sejarah, Ujian Sekolah Dasar Dikerjakan di Rumah Siswa

terapi menulis untuk kesehatan mental
Aktifitas menulis seorang anak.

Upaya pencegahan wabah virus corona (Covid-19) kembali membawa dampak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Jombang. Pekan lalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memutuskan untuk memperpanjang masa pembelajaran siswa di rumah (home learning). Para pelajar mulai tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK direncanakan akan kembali bersekolah pada 2 Juni 2020 setelah libur hari raya Idul Fitri. Inilah rekor libur terlama dalam sejarah dunia pendidikan di Indonesia.

Dampak paling besar kebijakan home learning adalah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) untuk kelas VI Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan di rumah siswa. Bahkan Ujian Sekolah pekan depan pun direncanakan akan dilaksanakan di rumah siswa. Penugasan belajar secara online dan ujian sekolah model take home ini sama persis dengan model perkuliahan perguruan tinggi. Cara ini dipilih oleh pemerintah untuk menghindari kontak fisik dengan carrier virus corona diantara para pelajar.

Para siswa harus mengambil lembar soal setiap pagi sesuai jadwal. Kebetulan kali ini penulis ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai pelaksana PAT model take home. Satu per satu sisws mulai berdatangan ke rumah penulis sejak pukul enam pagi hingga menjelang pukul delapan. Setiap hari ada dua mata pelajaran yang diujikan. Mereka mengerjakan ujian di rumah. Lembar jawaban siswa kemudian difoto dan dikirim ke nomor WhatsApp wali kelas enam. Selanjutnya guru kelas enam dan guru-guru setiap mata pelajaran yang diujikan akan mengoreksi lembar jawaban di sekolah. Harap diingat, pendidik dan tenaga kependidikan di Jombang masih masuk kerja pekan ini.

Pelaksanaan PAT hari pertama ini (1/4/2020) terbilang lancar. Sebagian lembaga Sekolah Dasar di Kecamatan Mojowarno akan melaksanakan PAT pekan depan. Karena ujian dilaksanakan secara take home maka setiap siswa bebas mengerjakan dengan beragam bantuan belajar. Para guru berbaik sangka terhadap proses ini. Meski terdapat kemungkinan siswa melakukan kecurangan selama pengerjaan ujian, namun kita semua dituntut berpikiran positif. Hal ini selaras dengan anjuran pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran menyenangkan selama wabah virus corona berlangsung.

Pelaksanaan ujian sekolah di tengah mewabahnya virus corona memiliki dua mata sisi yang saling berlawanan. Pada satu sisi hal ini memudahkan siswa untuk tetap aktif belajar di tengah pandemi virus corona yang tidak jelas kapan akhirnya. Namun pada sisi lain setiap guru was-was terhadap faktor kejujuran siswa selama mengerjakan lembar ujian di rumah. Benarkah siswa mengerjakan soal ujian secara mandiri? Apakah siswa menggunakan alat bantu komunikasi untuk menjawab soal? Atau jangan-jangan justru orang tua murid yang mengerjakan soal ujian itu.

Daripada diserang oleh beragam pikiran negatif, akhirnya para guru berbaik sangka terhadap semua siswa peserta ujian sekolah. Tidak ada hal yang patut didebatkan dengan serius selama anak-anak dapat belajar di rumah dengan kondusif. Perkara jujur dan tidak jujur selama siswa mengerjakan soal ujian biarlah kita kembalikan kepada masing-masing orang tua selaku penanggungjawab kegiatan siswa di rumah. Masih untung anak-anak tetap bersemangat mengikuti ujian daripada mereka panik dan stress selama pandemi virus corona.

Bagaimana dengan pelaksanaan ujian sekolah untuk siswa kelas akhir di tempat tinggal Anda? Apakah mereka juga melaksanakan ujian saat kegiatan pembelajaran di rumah berlangsung? Mudah-mudahan kita semua selalu diberikan nikmat kesehatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Pertama Kali dalam Sejarah, Ujian Sekolah Dasar Dikerjakan di Rumah Siswa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *