3 Ciri Permainan Tradisional Indonesia yang Membedakan dengan Permainan Negara Luar

Meriahnya Permainan Tradisional Legendaris Gobag Sodor dari Jawa Tengah
Meriahnya Permainan Tradisional Legendaris Gobag Sodor dari Jawa Tengah

Permainan tradisional adalah permainan-permainan yang diciptakan oleh nenek moyang kita. Permainan tradisional biasa dilakukan oleh kakek dan nenek kita pada masa lalu bersama teman-temannya. Mereka bermain dengan riang-gembira.

Mereka biasa melakukan permainan tradisional menggunakan benda-benda atau tumbuhan yang terdapat di alam sekitar. Hampir semua permainan tradisional dilakukan secara berkelompok. Hal ini melibatkan kerjasama tim.

Menurut Sujiartiningsih (2011) dalam buku ‘Mengembangkan Nilai Luhur dengan Permainan Tradisional’, permainan tradisional yang terdapat di Indonesia mempunyai banyak ragam. Kondisi geografis dan keragaman suku bangsa ikut mempengaruhi ragam permainan tradisional di Nusantara.

Kita mengenal berbagai permainan tradisional seperti gobak sodor, bentengan, panjat pinang, dan tarik tambang. Selain itu, masih ada permainan tradisional lainnya seperti kelereng, balap karung, layang-layang, gasing dan masih banyak lagi yang lainnya.

Permainan tradisional sarat dengan nilai-nilai filosofis yang luhur. Kandungan nilai yang luhur diharapkan dapat memberi pengaruh bagi generasi bangsa. Nilai luhur itu diharapkan dapat membentuk generasi yang berperilaku luhur.

Namun seiring perkembangan zaman, permainan tradisional yang ada di masyarakat Indonesia banyak dilupakan. Permainan tradisional sudah terganti oleh kecanggihan alat-alat teknologi. Televisi, ponsel pintar, dan alat komunikasi sejenisnya lebih menarik perhatian kita daripada permainan tradisional.

Kebanyakan anak-anak masyarakat modern lebih suka bermain playstation atau game online dari dunia maya. Padahal banyak dampak negatif dari berbagai macam permainan modern tersebut. Salah satu dampak negatif game online adalah anak-anak kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi antara yang satu dengan yang lainnya. Anak-anak juga tidak dapat saling bekerja sama antar teman.

Dalam permainan tradisional, anak-anak diajarkan nilai-nilai kebersamaan tanggung jawab kejujuran dan lapang dada dalam menerima kekalahan. Selain itu, anak-anak akan lebih mengenal alam karena banyak permainan tradisional yang dimainkan di lapangan terbuka.

Kita harus paham beberapa alasan bagi kita dalam mengembangkan berbagai jenis permainan tradisional. Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dalam permainan tradisional, baik dari segi manfaat fisik maupun manfaat nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Ciri Khas Permainan Tradisional

Permainan tradisional merupakan warisan budaya nenek moyang kita. Permainan tradisional lahir dari hasil kreativitas yang bersumber pada nilai-nilai kearifan lokal. Oleh karena itu permainan tradisional memiliki ciri-ciri sendiri yang membedakan dengan jenis permainan lain

Pertama, permainan tradisional cenderung manfaatkan alat atau fasilitas di lingkungan.

Kita tidak harus membeli berbagai alat-alat permainan yang mahal. Kita bisa membentuk benda-benda tidak terpakai yang ada di sekitar kita untuk digunakan bermain sesuai dengan keinginan kita. Oleh karena itu, anak-anak yang bermain permainan tradisional mempunyai daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Tanpa daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi tidak mungkin kita bisa membuat gasing atau layang-layang.

Kedua, permainan tradisional melibatkan pemain yang jumlahnya relatif banyak.

Permainan petak umpet dan benteng tidak bisa dimainkan sendiri. Begitu pula dengan permainan tradisional lainnya seperti boy boy an, gobag sodor dan congkak dengan pemain yang jumlahnya sangat banyak. Permainan akan berlangsung seru dan menarik karena melibatkan banyak orang. Selain itu permainan tradisional bisa bermanfaat untuk mengembangkan rasa kebersamaan antara teman dalam lingkungan.

Ketiga, permainan tradisional mengandung nilai-nilai luhur dan pesan-pesan moral tertentu.

Ada banyak nilai-nilai moral yang terkandung dalam permainan tradisional seperti kebersamaan, kejujuran, tanggungjawab, sikap lapang dada, menerima kekalahan, ketangkasan, dan taat pada aturan. Semua nilai moral itu bisa didapatkan kalau si pemain benar-benar menghayati menikmati dan mengerti ini permainan tersebut.

Permainan tradisional indonesia sangat banyak ragamnya. Setiap daerah mempunyai permainan tradisional yang berbeda dengan daerah yang lain. Namun sayang saat ini permainan tradisional terancam hampir punah keberadaannya. Begitu banyak permainan modern beredar dan menggeser keberadaan permainan tradisional.

Permainan modern yang cenderung berbentuk permainan elektronik lebih disukai anak-anak walaupun untuk mendapatkannya kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Permainan modern dapat dimainkan di mana dan kapan saja. Tetapi tahukah kalian permainan modern sekarang cenderung membentuk sikap individualis?

Kita tidak perlu keluar dari kamar namun kita sudah bisa bermain. Kita menjadi asyik dengan diri sendiri dan lupa dengan keadaan di sekitar lingkungan kita. Tanpa kita sadari anak-anak yang bermain menggunakan gadget smartphone bisa menjadi seorang yang individualis. Kita perlu membudayakan Festival Dolanan Anak supaya anak-anak lebih mengenal budaya Nusantara.

Jangan lupakan budaya sendiri. Mari kita ikut mengembalikan permainan tradisional. Mari kita bermain dengan permainan yang pernah dilakukan oleh kakek dan nenek kita. Kita dapat berjalan dan tertawa dengan teman. Kita bisa menikmati udara segar di luar rumah dan banyak sekali kegembiraan kita dapat. Banyak hal menarik yang akan kita dapatkan di luar sana dengan bermain permainan tradisional.

6 Replies to “3 Ciri Permainan Tradisional Indonesia yang Membedakan dengan Permainan Negara Luar”

  1. Tidak ada yg abadi di muka bumi. Bahkan permainan tradisional pun bisa digeser yg lbh baru. Gak usah maksa anak utk cinta yg tradisional. Ortunya aja ikut2an trend.

  2. Wahai para orang tua….
    jangan manjakan anak-anakmu dengan permainan elektronik…
    walaupun mereka terlihat lebih keren tapi sebenarnya mereka akan berkembang menjadi lebih bodoh daripada anak-anak yang bermain secara tradisional…
    kalau kamu lebih mementingkan gengsi maka teruslah memberikan peralatan gadget yang mahal kpd anakmu…
    tapi kalau kamu peduli terhadap masa depan anakmu dan upaya pelestarian budaya nusantara, maka mulai dari sekarang perlahan-lahan ajarkan lah permainan tradisional di rumahmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *