Keunikan Permainan Tradisional Ecu Atau Anak Nyamuk dari Jawa Tengah

Keunikan Permainan Tradisional Ecu Atau Anak Nyamuk dari Jawa Tengah
Keunikan Permainan Tradisional Ecu Atau Anak Nyamuk dari Jawa Tengah

Bagaimana kabar sobat blogger Indonesia? Setelah kemarin kita ulas permainan tradisional gobag sodor dari Jawa Tengah, The Jombang Taste hadir lagi membahas aneka permainan tradisional asli Indonesia. Pengenalan warisan budaya Nusantara ini perlu kita lakukan agar anak-anak tidak asing dengan budaya mereka sendiri. Kali ini kita mempunyai dolanan anak yang bernama ecu. Ecu adalah sebuatan anak nyamuk dalam Bahasa Jawa. Permainan ini terbilang unik dan menarik karena namanya yang tidak biasa.

Permainan tradisional ecu mengambil tempat di halaman sekolah dan sebisa mungkin dicarikan tempat yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Anda juga dapat memainkan dolanan anak ecu di dalam ruangan dengan cara membuat lapangan khusus. Tempat permainan tradisional ecu berbentuk segi empat dengan lebar 8 meter dan panjang 15 meter. Dolanan anak ini juga boleh dimainkan dengan ukuran lain disesuaikan dengan jumlah anak yang bermain.

Cara membuat lapangan permainan ecu adalah di tengah lapangan kita buat garis lurus. Garis-garis ini dibuat dengan cara menaburkan bubuk kapur. Setelah segi empat kita bagi dua, yakni kotak A dan kotak B, maka di pojok masing-masing kita beri batas sebagai “PENJARA” (lihat gambar di atas). Jumlah anak yang bermain dalam dolanan anak ecu ini sebanyak 28 orang dan kita bagi menjadi dua. Jadi masing-mamasing kelompok ada 14 orang. Kemudian kita tempatkan para pemain pada kotak A dan kotak B. Setiap anak diberi nomor urut.

Cara Bermain Dolanan Ecu

Cara bermain permainan tradisional ecu sangat mudah. Setelah semua peserta permainan siap di tempat, seperti dalam gambar, maka wakil dari dua kelompok lalu mengadakan undian. Misalnya saja, Kelompok A menang. Maka anak bernomor 1 dari A lalu berlari mengejar musuhnya di kotak B. Sambil mengejar lawan, anak itu harus bersuara: “Cuuuuu-uuuuu-uuuuuuuu,” tidak henti-hentinya dan suara itu tidak boleh terputus-putus. Kunci permainan ini adalah nafas yang panjang.

Apabila ia dapat memegang musuh, maka musuh ini lalu dibawa ke kotak kelompoknya sendiri, yaitu kotak A. Ia tetap harus bersuara: Cuuuuuuuuuuuuu…. Setelah melewati garis tengah dan suara Cuuuuuuuu…. itu tidak terputus-putus, maka musuh itu boleh dimasukkan di penjara Kelompok A. Musuh yang tertangkap ini harus menurut untuk dibawa ke kotak A dan memasukkan ke penjara tadi.

Sebaliknya, ketika salah seorang kawannya tertangkap, maka teman-teman dari Kelompok B dapat membantunya. Caranya adalah selama si musuh yang membawa anak dari Kelompok B masih belum melewati garis tengah, maka teman-teman dari Kelompok B bisa menghadang atau menghalang-halangi di sana-sini, dengan kedua Langan mengembang ke depan. Maksudnya menggoda, agar musuh yang membawa temannya tadi tertahan cukup lama, sehingga akhirnya kepayahan sendiri bersuara “Cuuuuuuu….” akhirnya suara itu terputus karena si musuh harus menarik napas.

Apabila suara “Cuuuuu………….” dapat terputus, maka si musuh ini kalah dan justru dapat menjadi tawanan Kelompok B untuk dimasukkan ke penjara. Setelah demikian, maka kini bergantilah anak No. 1 dari Kelompok B yang menjadi Cuuuuuuuuuuu……….. tersebut. Kelompok yang menang adalah kelompok yang memiliki tawanan terbanyak. Demikian unik permainan tradisional ecu karena melibatkan suara yang tidak terputus.

Itulah tadi penjelasan sederhana mengenai permainan tradisional ecu dari Jawa Tengah. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda terkait warisan budaya Nusantara yang berupa dolanan anak. Mari perkenalkan dolanan anak kepada murid-murid kita di sekolah!

Daftar Pustaka:

Hardjana, HP. 1984. Permainan Tradisional Anak-anak dari Jawa Tengah. Pustaka Dian: Jakarta

4 Replies to “Keunikan Permainan Tradisional Ecu Atau Anak Nyamuk dari Jawa Tengah”

  1. Indonesia butuh permainan tradisional agar karakter anak Indonesia tidak tercemar budaya Barat. Tulisan yang bagus mas.

  2. Saya bangga menjadi orang Indonesia karena budayanya sangat ragam dan detail. Bahkan mainan anak kecil pun jenisnya banyak sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *