Identifikasi Pilar-pilar Pendidikan Karakter Dalam Gerakan Pramuka

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Salam Pramuka!

Novan Ardy Wiyani (2017) menyatakan bahwa pendidikan karakter tanpa identifikasi pilar-pilar karakter hanya akan menjadi sebuah perjalanan tanpa akhir. Kegiatan ini akan menjadi petualangan tanpa peta. Perjalanan tanpa mengetahui peta akan menjadi petualangan yang sangat berbahaya karena anda berpeluang tersesat ke jalan yang salah. Organisasi manapun yang berpengaruh di dunia ini yang mempunyai perhatian besar pada pendidikan karakter seharusnya mampu mengidentifikasi karakter-karakter dasar yang menjadi pilar perilaku individu.

Heritage Foundation merumuskan sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan karakter. Kesembilan karakter tersebut adalah
1. Cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya
2. Tanggung jawab, disiplin dan mandiri
3. Jujur
4. Hormat dan santun
5. Kasih sayang, peduli dan kerjasama
6. Percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah
7. Keadilan dan kepemimpinan
8. Baik dan rendah hati
9. Toleransi, cinta damai dan persatuan

Sementara itu Character Counts di Amerika mengidentifikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar pendidikan karakter antara lain:
1. Dapat dipercaya
2. Rasa hormat dan perhatian
3. Tanggung jawab
4. Jujur
5. Peduli
6. Kewarganegaraan
7. Ketulusan
8. Berani
9. Tekun
10. Integritas

Ary Ginanjar Agustian dengan teori ESQ menyadarkan pemikiran kita semua bahwa setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk pada sifat-sifat mulia Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yaitu asmaul husna. Asmaul husna inilah sumber sejati karakter positif yang dirumuskan oleh siapapun. Dari sekian banyak karakter yang bisa diteladani dari Asmaul Husna, Ary Ginanjar Agustian merangkumnya dalam 7 karakter dasar. 7 karakter dasar itu adalah:
1. Jujur
2. Tanggung jawab
3. Disiplin
4. Visioner
5. Adil
6. Peduli
7. Kerjasama

Kak Achmad Sofi'i utk Materi KMD Penggalang 2018
Kak Achmad Sofi’i utk Materi KMD Penggalang 2018

Pendidikan Karakter Anggota Pramuka

Setiap pembina Pramuka merupakan orang-orang yang telah dilatih untuk bisa menanamkan semangat Dasa Darma dalam diri setiap peserta didik yang mereka bina. Bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam pelatihan Pramuka bertujuan untuk melatih ketangkasan, meningkatkan iman dan takwa, belajar bertanggung jawab, disiplin, keberanian, kepedulian dan kejujuran dalam diri masing-masing peserta didik.

Dari uraian diatas kita bisa menyimpulkan bahwa kegiatan pelatihan kepramukaan yang dilaksanakan untuk siswa di sekolah sekolah tidak hanya mementingkan aspek ketangkasan hidup dan kemandirian. Setiap peserta didik juga diajarkan untuk lebih memahami ajaran agamanya masing-masing supaya mereka dapat meningkatkan iman dan taqwa dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pembina Pramuka yang hebat bisa menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan juga menjadi contoh yang tangguh dalam menjalani kehidupan di alam terbuka. Setiap pembina Pramuka hendaknya telah mengikuti kursus pembina Pramuka tingkat Mahir dasar dan tingkat Mahir lanjutan sehingga mereka mampu menjadi guru kehidupan, pengarah tingkah laku, sekaligus kawan terbaik dalam pendidikan Pramuka bagi anak-anak.

Jenis kegiatan pelatihan gerakan Pramuka tidak hanya tepuk-tepuk dan bernyanyi bersama. Peserta didik juga bisa diajarkan berlatih doa dan bersembahyang sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Hal ini perlu dilakukan agar semangat kepemudaan yang melekat dalam diri mereka tidak kebablasan namun tetap berarah berdasarkan peraturan agama yang dianutnya masing-masing.

Generasi remaja yang memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap usaha peningkatan iman dan taqwa dirinya kepada Tuhan Yang Maha Esa kelak akan menjadi pemimpin bangsa yang religius dan selalu peduli kepada masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan. Tentu kita akan merasa sangat bangga jika anak-anak kita kelak menjadi pemimpin masyarakat yang taat bersembahyang.

Demikian ulasan The Jombang Taste mengenai pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka. Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi bagi setiap pembina Pramuka untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan sukses di lembaga pendidikan mereka masing-masing.

Salam Pramuka!

Bagikan artikel ini melalui:

11 Replies to “Identifikasi Pilar-pilar Pendidikan Karakter Dalam Gerakan Pramuka”

  1. Aku setuju Kalau Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib untuk semua jenis pendidikan formal. Pramuka sudah terbukti menjadi pilar bagi pendidikan karakter bangsa Indonesia. maka jangan sampai Pramuka dihilangkan dari kegiatan ekstra di sekolah.

  2. Pramuka adalah organisasi hebat. hanya orang-orang pilihan yang mau mengabdikan diri di sana. tidak semua orang bisa bertahan aktif bertahun-tahun dalam organisasi Pramuka.

  3. anak jaman sekarang butuh tauladan dan contoh yang baik dari keluarga mereka. kalau tidak ada contoh maka mereka akan menjadi panutan dari bintang film dan artis terkenal. sungguh sangat miris sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *