Keceriaan Menanti Bedug Maghrib Bulan Puasa

Gambar anak-anak belajar mengaji di TPQ masjid
Gambar anak-anak belajar mengaji di TPQ masjid

Kubah emas bersinar ditimpa cahaya senja. Suara orang shalat bergema di seluruh negeri. Anak-anak kecil berjalan riang dengan membawa mushaf suci di dekapan. Pemandangan luar biasa di negeri kelahiran. Syair Tehranian itu selalu terngiang dalam ruang fikir saya. Menyaksikan sekumpulan gadis kecil berkerudung menghampiri ruang kelas taman pendidikan Al Quran dan berujar salam. Satu per satu mereka mencium tangan saya. Ah, Ramadhan penuh kejutan untuk sebuah revolusi hati. Saya bersyukur untuk sebuah perubahan besar tahun ini. Saya telah meninggalkan hiruk-pikuk jurnal keuangan dan berbaur dengan keceriaan lantunan ayat-ayat kuasa-Nya.

Ada perbedaan mendasar antara bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya bagi anak-anak. Diantara mereka ada yang baru pertama kali menjalankan ibadah puasa. Tidak ada kegiatan jajan sebelum berdoa bersama. Meski demikian, suara cetar membahana terkumpul di aula utama. Ruang berukuran sepuluh kali enam meter itu bukan hanya menjadi tempat belajar dan bermain. Ia juga tempat berbagi keriangan jelang berbuka puasa. Kisah Islami yang ringan namun sarat makna mampu memberi semangat bagi mereka untuk menjalani hari-hari indah di bulan suci tahun ini.

Bulan puasa identik dengan banyak tidur. Tidur pun merupakan satu ibadah di bulan puasa. Dengan alasan menghemat tenaga, banyak muslim yang enggan beraktifitas. Itulah kenyataan. Anda dapat memiliki waktu yang lebih berkualitas dengan melakukan kegiatan yang lebih berarti. Berarti untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Coba keluar rumah dan tengok orang-orang di kiri dan kanan Anda. Ada panggilan hati yang menuntun Anda untuk berbagi. Anak-anak dengan tawa renyah mereka adalah warna dunia yang harus dijaga. Semoga terinspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *