Duta Guru Sanggar Yatim Mandiri, Tempat Anak Yatim Belajar Membaca dan Menulis Alquran

Keceriaan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017
Keceriaan Motif Baju Batik pada Acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017

Pendidikan anak yatim di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi kemampuan kognitif, mental, spiritual, maupun sikap mereka terhadap lingkungan di sekitarnya. Pendidikan anak yatim yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Yatim Mandiri di Indonesia bukan hanya di bidang pendidikan matematika melalui Program Sanggar Genius Yatim Mandiri.

Yayasan Yatim Mandiri juga aktif melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran membaca dan menulis Alquran untuk anak-anak yatim melalui program Duta Guru Sanggar. Program Duta Guru merupakan kegiatan pendidikan anak-anak yatim yang telah dilaksanakan paling awal oleh Yayasan Yatim Mandiri, jauh sebelum dilaksanakannya program sanggar genius dan sangat genius unggulan yatim Mandiri. Continue reading “Duta Guru Sanggar Yatim Mandiri, Tempat Anak Yatim Belajar Membaca dan Menulis Alquran”

Day 2 Super Camp Yatim Mandiri 2018 di Padepokan Wonosalam Lestari (PWL) Jombang

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Gambar globe dengan tumpukan uang emas – gambar diambil dari Pinterest dot com

Hari ini Selasa, 25 Desember 2018 merupakan pelaksanaan hari kedua Super Camp Yatim Mandiri tahun 2018. Acara bertema Youth for Change ini diselenggarakan oleh Yayasan Yatim Mandiri mulai dari tanggal 24 Desember 2018 kemarin sampai dengan besok Rabu 26 Desember 2018. Sesi paling menantang dalam acara Youth for Change hari kedua ini adalah Entrepreneur Challenge. Setiap peserta terkumpul menjadi 17 kelompok. Setiap kelompok peserta terdiri dari 5 sampai dengan 6 anak. Setiap kelompok diwajibkan untuk melakukan praktek kewirausahaan tanpa bermodalkan uang maupun alat komunikasi telepon genggam. Continue reading “Day 2 Super Camp Yatim Mandiri 2018 di Padepokan Wonosalam Lestari (PWL) Jombang”

Day 1 Super Camp Youth for Change di Padepokan Wonosalam Lestari Jombang

Kegiatan Belajar Matematika Anak Yatim Piatu di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang
Kegiatan Belajar Menulis dan Mengerjakan Soal Matematika Anak Yatim Piatu di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang

Sesi 1 Super Camp 2018 pada hari pertama (24/12/2018) berlangsung menarik. Para peserta bersemangat mengikuti setiap diskusi. Acara dibuka pukul 13.00 di Aula Padepokan Wonosalam Lestari (PWL) Jombang. Alhamdulillah sebanyak 85 peserta dari cabang Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Surabaya mengikuti Supercamp Jombang 2018. Mereka tampak antusias mengikuti acara di hari pertama ini.

Super Camp 2018 dibuka oleh Bpk. Muslichudin (Kepala Cabang Jombang), Supercamp ini dilaksanakan dari tanggal 24-26 Desember 2018 di Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk mental kewirausahaan dalam diri setiap peserta. Super Camp 2018 di Jombang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, 24-26 Desember 2018. Kegiatan perkemahan anak-anak yatim usia remaja ini dilaksanakan dengan memadukan antara outbound, diskusi interaktif, dan praktek pengalaman di lapangan. Mereka mendapatkan ilmu dari para ahli di bidangnya masing-masing.

Beragam komentar peserta Super Camp muncul dalam sesi Diskusi Entrepreneur. Lailatul Fitriyana dari Kediri membuat ucapan yang fenomenal. Ia berujar anak yatim bukanlah objek untuk dikasihani, tapi subyek untuk diapresiasi. Apresiasi didapat dari prestasi, bukan sensasi.  kondisi yatim bukan halangan bagi setiap anak untuk berkreasi dan menjadi sukses di masa depan. Justru dengan keadaan yang semakin menantang seperti yang dialami oleh anak-anak yatim maka mereka bisa lebih terpacu untuk memperbaiki nasibnya di kehidupan yang akan datang.

Kak Fuad menambahkan bahwa orang malas adalah obyek yang harus dikasihani. Karena mereka jadi sasaran bisnis. Wiranto Adi dari Jombang dan Lailatul Fitriyana Kediri adalah dua peserta paling aktif. Para peserta lainnya pun ikut berinteraksi secara aktif dalam diskusi yang dilaksanakan di aula Padepokan Wonosalam Lestari ini. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini dari awal sampai dengan akhir. Para peserta menggunakan kesempatan ini untuk mengorek informasi sebanyak-banyaknya dari para pelaku yang telah berpengalaman dalam menjalani kehidupan sebagai anak yatim dan bisa sukses menekuni profesi sesuai bidangnya masing-masing.

Sesi 2 membahas cara Move On bersama Kak Fikri. Riana, Berlina dari Kediri, Wiranto, dan Nita dari Tulungagung saling menyahut diskusi hari ini. Menurut Kak Fikri, tantangan setelah seorang remaja lulus SMA adalah kuliah, bekerja, dan ancaman pengangguran.