Orang Tua Kurang Perhatian Kepada Santri TPA, Terus…?

Keceriaan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017
Keceriaan Motif Baju Batik pada Acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017

Akhir-akhir ini terdapat kecenderungan orang tua milenial kurang memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya. Hanya sedikit orang tua mau mengajarkan pentingnya pendidikan agama kepada anak-anak mereka. Kondisi ini sungguh memprihatinkan di tengah maraknya berbagai sentimen negatif terhadap agama tertentu di lingkungan masyarakat Indonesia.

Para orang tua pasrah pada guru agama dengan memasukkan anaknya ke TPA untuk belajar mengaji ketika masih kecil dan masih mudah diatur. Setelah khatam Al-qur’an lalu kemudian beranjak remaja, orang tua seakan membiarkan anak-anak mereka begitu saja. Orang tua lebih menekankan pentingnya kemampuan IQ daripada SQ.

Fenomena yang terjadi di masyarakat adalah para orang tua lebih bangga jika anaknya bisa menjadi juara lomba matematika daripada mampu menghafal kitab suci agama mereka. Lebih parah lagi, setiap anak dimotivasi untuk mendapatkan hadiah sebesar-besarnya dari perlombaan yang diikutinya. Motivasi untuk mendapatkan hadiah inilah yang kemudian tertancap di dalam pikiran anak-anak.

Kehidupan yang serba materialistis ini lantas menjadi gaya hidup setiap anak. Para orangtua pun berlomba-lomba memberikan anak mereka smartphone yang dianggap bisa menaikkan status sosial mereka dalam pergaulan di masyarakat. Orang tua sepertinya lupa bahwa kepemilikan smartphone membutuhkan biaya tambahan agar bisa beroperasi dengan baik. Anak-anak pun menjadi generasi konsumtif terhadap biaya hidup yang sebenarnya tidak perlu mereka keluarkan mengingat usia mereka masih dini.

Bagaimana cara memutus rantai lingkaran setan yang terlanjur menjadi budaya di masyarakat saat ini?

Tidak ada pilihan terbaik selain memulai dari keluarga itu sendiri. Pendidikan dari kedua orang tua adalah bagian penting dalam membentuk karakter anak. Perilaku kedua orang tua menjadi panutan dan teladan bagi setiap tindakan anak. Orang tua yang terbiasa berkata sopan akan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak mereka, begitu juga sebaliknya. Setiap orang tua perlu menyadari bahwa investasi utama mereka di dunia bukanlah seberapa banyak harta yang berhasil mereka kumpulkan tetapi sebaik-baik pendidikan anak itulah modal terbaik untuk menemani orang tua di masa lanjut usia nanti.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Orang Tua Kurang Perhatian Kepada Santri TPA, Terus…?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *