Seminar Harfun “Moco Quran Sak Maknane” Bersama JQH Ancab Mojowarno Jombang

Ratusan guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang memenuhi aula Masjid Baiturrahman pada Ahad, 3 Maret 2019 sejak pagi. Mereka mengikuti Seminar Harfun “Moco Quran Sak Maknane” yang dilaksanakan oleh pengurus Jamiyatul Qurra wal Huffadz (JQH) Anak Cabang Mojowarno Kabupaten Jombang. Sebanyak 180 orang penggiat pendidikan Al-Quran memadati masjid yang berada di Desa Mojojejer itu sejak pukul delapan pagi.

Pemateri seminar pengajaran Qur’an hari itu adalah Tim Harfun dari Ikatan Alumni Universitas Hasyim Asy’ari (IKA UNHASY) Tebuireng Jombang. Mereka berinisiatif untuk melaksanakan seminar di Kecamatan Mojowarno sebagai bentuk tanggungjawab sosial kemasyarakatan terhadap pendidikan Islam di Kabupaten Jombang pada khususnya dan pendidikan Islam di Indonesia pada umumnya.

Senandung Al-Quran

Narasumber yang dihadirkan oleh Tim Harfun IKA UNHASY dalam seminar ini adalah Ustadz Achmad Syaichu Buchori. Narasumber ini telah berpengalaman melaksanakan pendidikan membaca Al-quran beserta maknanya di sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran pengajar Harfun di Masjid Baiturrahman Mojojejer ini disambut antusias oleh para guru Quran di Kecamatan Mojowarno. Ustadzah Hamidah tampil sebagai moderator acara yang berlangsung hingga pukul dua belas siang ini.

Acara seminar Harfun diawali dengan pembacaan Syair-syair Al-quran dan Senandung Al-quran oleh Qori JQH Mojowarno. Lantunan suara dua orang Qori JQH Mojowarno menggema di dalam masjid yang berada di selatan SMP Negeri 1 mojowarno itu.

Tepat pukul 08.30 Waktu Indonesia Barat acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh santri pemenang lomba Jambore Anak Sholeh (Jamashol) IV yang dilaksanakan di Desa Gedangan pada akhir Desember 2018 lalu.

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Kitab suci Al-Quran

Silaturahim Guru Quran

Selanjutnya, acara Diteruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu mars Jami’atul Qurro Wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQH NU), dan menyanyikan lagu Ya Lal Wathon. Seluruh hadirin mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Nyayian tiga lagu beruntung itu mampu menghangatkan suasana pagi hari yang sangat cerah di langit Mojowarno.

Ketua Jami’atul Qurro Wal Huffadz anak cabang Mojowarno Ustadz Anas Thohuri memberikan sambutan pembuka pada acara Seminar Harfun ini. Ustadz Anas menyampaikan pentingnya silaturahim di kalangan guru TPQ dan guru Madin di Kecamatan Mojowarno.

“Melalui kegiatan seminar ini semoga kita bisa bersilaturahim dan berbagi pengalaman dalam mendidik santri di lembaga masing-masing,” demikian ujar pria paruh baya yang juga dikenal sebagai vokalis grup sholawat.

Himbauan Kepala Desa

Acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala Desa Mojojejer, Bapak Putut Sulistyo. Beliau berujar pentingnya pendidikan agama untuk anak-anak di zaman sekarang ini. Jika dibandingkan dengan waktu beberapa dekade ke belakang beliau memberikan pendapat bahwa pendidikan agama makin diperlukan.

“Kecanggihan teknologi internet telah mengurangi tingkat kepatuhan anak-anak dan remaja dalam menjalankan agamanya.  Oleh karena itu saya sangat mendorong orang tua untuk mengirimkan anak-anak mereka belajar di TPQ dan Madun,” imbuhnya.

Harapan di Tengah Keprihatinan

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mojowarno Bapak Usman Hasan, M.Pd.I. memberikan sambutan di hadapan para peserta seminar Harfun. Beliau membuka sebuah fakta bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Sungguh ironis bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki puluhan organisasi masa Islam namun faktanya masih banyak penduduk Indonesia yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

“Kemunculan beberapa metode membaca Alquran seperti Qiroati, Iqro, Tilawati, At-Tartil,  Yanbua, Ummi dan lain-lain semestinya dibarengi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas penduduk Indonesia yang mampu membaca Al-Quran dengan benar. Dan belajar agama Islam harus ada gurunya. Tidak boleh dipahami sendiri,” demikian harapnya.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mojowarno Bapak Syahlul Basyar memberikan sambutan pamungkas pada acara seminar hari itu. Beliau berujar bahwa guru-guru Al-Quran adalah orang-orang terpilih yang telah ditunjuk oleh Allah untuk memberikan pendidikan dan pelestarian Al-Quran di muka bumi.

“Setiap guru Quran hendaknya bangga karena mereka adalah sedikit diantara sekian banyak umat muslim yang terketuk hatinya untuk melestarikan pendidikan membaca dan menulis Alquran. Bukan hanya bisa membaca, umat muslim juga harus bisa memahami ayat-ayat al-quran yang dibacanya,” demikian pria berjenggot putih ini memungkasi sambutannya.

Belajar Quran Mudah

Menjelang pukul sepuluh, acara memasuki bagian inti Seminar Harfun membaca Al-quran beserta maknanya. Ustadz Achmad Syaichu Buchori tampil memberikan materi Harfun. Beliau hadir di hadapan ratusan guru Quran se-Kecamatan Mojowarno dengan tujuan untuk membuka wawasan para guru Quran bahwa belajar memaknai Alquran itu tidak sulit.

Sebaliknya, Allah telah memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mempelajari Al-Quran. Penegasan itu dilakukan beberapa kali dalam ayat-ayat suci Al-Quran. Penyataan Ustadz Syaichu ini memantik motivasi peserta Seminar untuk mempelajari terjemah Al-Quran tanpa merasa khawatir mendapatkan masalah.

Selanjutnya, narasumber memberikan wawasan bahwa ada banyak cara untuk memahami makna Alquran. Salah satu cara mudah yang bisa diterapkan dalam memaknai bacaan Alquran adalah dengan Metode Harfun. Harfun adalah cara memahami bacaan Alquran dengan mengenal kosakata kata benda yang ada dalam bacaan Al-quran.

Beliau menunjukkan praktek pengajaran membaca Al-quran beserta maknanya dengan metode Harfun. Praktek terjemah Qur’an menggunakan surat Al-fatihah dan beberapa ayat awal pada surat Al-baqarah. Penekanan kosakata Harfun atau kata benda dilakukan dengan menghafal kata secara berlagu.

Belajar Quran Menyenangkan

Kegiatan pembelajaran berlangsung menyenangkan karena lagu-lagu yang digunakan bernada akrab di telinga. Para peserta seminar mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka sepertinya haus ilmu untuk memahami Alquran beserta maknanya. Sejumlah peserta melakukan tanya jawab di sesi akhir acara seminar.

Tindak lanjut dari seminar Harfun kali ini adalah pembentukan kelompok-kelompok belajar membaca Al-quran beserta maknanya di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Mojowarno. Kegiatan pembelajaran Alquran beserta maknanya dengan metode Harfun akan dikoordinasi oleh pengurus jami’atul qurro wal huffadz anak cabang Mojowarno Kabupaten Jombang.

Kegiatan pembelajaran terjemah Qur’an secara berkelompok ini bertujuan agar para pengajar Al Quran di Madrasah Diniyah mampu meningkatkan pemahaman mereka dalam mengajarkan al-quran beserta maknanya.

Berbagai respon ditunjukkan oleh peserta seminar Harfun. “Metode pengajarannya sangat menarik dan menyenangkan. Kami ingin mempelajari lebih lanjut,” demikian disampaikan oleh Ustadz Khoirul Umam dari Menganto.

Ungkapan Senada disampaikan oleh Ustadz Sholihul Hadi. Pengajar Al-quran dari Desa Latsari itu tertarik untuk mendalami metode Harfun agar bisa diajarkan kepada para santri di lembaga tempat ia mengabdi.

“Sudah saatnya para santri bisa memahami terjemah Al-Quran secara menyenangkan,” ujar pria yang juga aktif mengajar di Madrasah Ibtidaiyah ini.

Acara ditutup menjelang pukul satu siang. Sebagian besar peserta mengaku puas dengan sajian seminar Harfun kali ini. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi muslim Mojowarno dan sekitarnya.

Bagikan artikel ini melalui:

10 Replies to “Seminar Harfun “Moco Quran Sak Maknane” Bersama JQH Ancab Mojowarno Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *