Menyusuri Jalanan Mojoduwur dan Wringinpitu di Kabupaten Jombang

Jalanan desa Bayeman yang ku lewati setiap hari...
Jalanan desa Bayeman yang ku lewati setiap hari…

Halo kawan blogger Indonesia pembaca setia blog The Jombang Taste! Salah satu hobi saya adalah menyusuri wilayah baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Walaupun seringkali kesasar, tidak jadi masalah. Saya bisa lebih kenal beberapa wilayah di Kabupaten Jombang. Selama ini acara jalan-jalan saya hanya berkisar di Kecamatan Mojowarno. Mulai dari Desa Karanglo, Kedungpari, Cukir, Diwek, Mojowangi, Mojojejer dan sekitarnya. Ada tambahan wilayah baru, yaitu Mojoduwur, Japanan, dan Wringin Pitu. Ketiga daerah tersebut terletak di kaki Gunung Anjasmoro.

Jalan menuju Mojoduwur dimulai dari pertigaan Mojowangi, dekat Markas Koramil Mojowarno. Jalan menuju arah timur tersebut seolah-olah akan membelah Gunung Anjasmoro menjadi dua bagian. Pemandangan alam disana sangat indah, terutama ketika matahari terbit. Jika diteruskan, jalan aspal tersebut akan sampai di pertigaan Mojoduwur, dekat pasar Mojoduwur. Pasar yang didominasi komoditas sayur dan buah tersebut lumayan besar. Minimal lebih besar dibanding pasar Mojowarno yang secuil.

Dari pertigaan Mojoduwur terdapat dua arah percabangan jalan, yaitu ke arah utara dan selatan. Jika diteruskan ke arah selatan, maka kita akan sampai ke wilayah Wonosalam, Penggaron, situs Candi Arimbi, dan pasar Bareng. Sebaliknya, bila kita memilih jalur ke kiri, yaitu ke arah utara, maka akan sampai ke lokasi pemandian dan perkemahan Sumber Boto dan Mojoagung. Jalan ini biasa diambil mereka yang bepergian ke Kota Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya.

Rute yang saya ambil kali ini adalah menuju arah utara. Sesudah melewati Mojoduwur, perjalanan sampai ke Japanan. Sejujurnya, waktu itu perjalanan saya lakukan pada malam hari sehingga tanda-tanda jalan dan nama desa kurang terlihat jelas. Namun saya masih ingat bahwa perjalanan dari Desa Mojoduwur ke Desa Wringin Pitu melalui wilayah peternakan ayam di sekitar desa Rejoslamet.

Saya sudah tahu nama Desa Rejoslamet sejak masih kelas 3 SD, tapi seumur-umur baru kali ini saya menginjakkan kaki disana. Lokasinya agak ke dalam, terpisah dari jalan raya utama yang menghubungan Wonosalam dan Mojoagung. Walaupun demikian, sudah terdapat akses jalan beraspal yang lancar menuju Desa Rejoslamet. Kelar dari Rejoslamet terdapat Desa Wringin Pitu. Disitulah salah satu tempat pemberhentian acara Lebaran kali ini.

Desa Wringin Pitu terkenal sebagai wilayah penghasil seni kerajinan mebel berukir. Hampir setiap rumah penduduk memiliki lahan atau bangunan rumah yang berfungsi sebagai bengkel seni ukir. Ada tempat ukiran yang besar, ada pula yang berukuran sedang. Benda-benda hasil ukiran Desa Wringin Pitu adalah kursi, pintu, jendela, dan bahan pembentuk rumah lainnya. Hasil ukiran mebel warga Desa Wringin Pitu nggak kalah keren dibanding ukiran Jepara.

Rute pulang dari Wringin Pitu menuju Mojowarno berbeda dengan rute keberangkatan. Kali ini saya mengambil arah ke Lapangan Gayam, Pasar Catak Gayam, Selorejo, Mojojejer, dan Mojowarno. Secara umum, semua desa yang saya kunjungi di atas masih termasuk kecamatan Mojowarno. Namun perjalanan kali ini terasa spesial karena baru pertama kali menginjakkan kaki disana dan dilakukan pada malam hari. I like travelling!

3 Replies to “Menyusuri Jalanan Mojoduwur dan Wringinpitu di Kabupaten Jombang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *