Memotivasi Peserta Pesantren Ramadhan Kreatif Angkatan 1 Yatim Mandiri Jombang Tahun 2016

Gali Inspirasi Ilmuwan Muslim di Pesantren Ramadhan Kreatif 2016 Angkatan Pertama

Kebudayaan Islam telah berkembang lebih dari 1400 tahun yang lalu. Telah lahir ratusan ilmuwan muslim yang turut memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dunia. Sayangnya, Dunia Barat seolah menutupi fakta tersebut dan mengunggul-unggulan budaya mereka sendiri. Selama Jaman Kegelapan atau The Dark Ages melanda Eropa, kebudayaan Islam justru sedang berkembang dengan pesat di berbagai disiplin ilmu. Inspirasi kehidupan dari ilmuwan-ilmuwan muslim itulah yang coba dihadirkan oleh Yayasan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang melalui acara Pesantren Ramadhan Kreatif pada Senin, 27 Juni 2016.

Pesantren Ramadhan Kreatif kali ini merupakan angkatan pertama dari dua angkatan yang dijadwalkan oleh panitia. Saya mendapatkan amanat dari Staf Program Yatim Mandiri Jombang untuk menyampaikan inspirasi dari Success Story para ilmuwan muslim kepada lima puluh peserta kegiatan yang memenuhi aula kediaman Mr. Masudin di Dusun Tetanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Jam tayang kisah inspiratif ilmuwan Islam adalah sesi terakhir, yaitu pada pukul delapan malam sampai setengah sepuluh malam. Benar-benar jam tayang yang tidak bersahabat untuk audiens anak-anak. Saya tertolong konten video-video Youtube yang mampu menarik perhatian audiens lebih lama.

Karena acara berlangsung pada sesi terakhir, saya harus memberikan banyak icebreaking kepada para peserta agar lelah seharian tidak mereka rasakan. Alhamdulillah, meski jadwal kegiatan Pesantren Ramadhan Kreatif sangat padat, mereka masih antusias mengikuti acara sampai sesi terakhir menjelang jam tidur. Presentasi kali ini memaksa saya untuk banyak belajar lagi mengenai cara mengendalikan emosi audiens dan meng-upgrade pengetahuan saya tentang ilmuwan-ilmuwan Islam yang mungkin sudah terlupakan generasi muda Islami saat ini. Ramadhan Selaksa Cinta menyadarkan saya untuk terus mencintai ilmu pengetahuan dan memperdalam agama Islam.

Kisah inspiratif ilmuwan Islam bukan hanya membahas ahli ilmu kimia Jabir Ibnu Hayyan, Abulcasis sang Bapak Ilmu Bedah Modern, Abul Wafa Buzjani penemu Trigonometry, Ibnu Sina sebagai Bapak Ilmu Pengobatan Modern, dan Abu Rayhan Biruni ahli astronomi. Pada kesempatan tersebut saya juga menampilkan profil beberapa jenderal perang dalam sejarah Islam, diantaranya adalah Syurahbil bin Hasanah, Amr bin Ash, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Sa’ad bin Abi Waqqas, Salahuddin Ayyubi, Thariq bin Ziyad, Khalid bin Walid, Abdullan bin Amr, dan tentu saja Muhammad Al-Fatih sang penakluk Romawi. Nama-nama tokoh Islam itu harus digaungkan kembali agar tidak tenggelam oleh karakter fiktif modern seperti Spiderman, Superman, Batman, Ironman, maupun Captain America.

Bagian paling menarik dari Pesantren Kreatif Ramadhan 2016 adalah saat diadakan kuis di tengah-tengah acara ketika saya menyampaikan materi kisah sukses ilmuwan Islam. Saya sadar bahwa semakin malam semakin berkurang tingkat konsentrasi peserta kegiatan. Oleh karena itu keberadaan kuis mampu mengembalikan semangat mereka untuk kembali fokus ke acara. Saya bersyukur anak-anak peserta kegiatan Pesantren Ramadha Kreatif 2016 mampu tetap bersemangat hingga akhir acara. Semoga inspirasi kehidupan para ilmuwan Islam dan jenderal perang Islam ini mampu memberikan semangat kepada anak-anak istimewa itu untuk terus giat belajar. Aamiin.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *