Bukber Menyenangkan Sosmed, Bukber Menyedihkan Dompet

Kegiatan buka puasa bersama keluarga di rumah itu lebih hemat dan menyehatkan daripada bukber di luar rumah.

Aktifitas buka puasa bersama atau bukber di bulan Ramadhan seolah sudah menjadi tradisi bagi muslim di Indonesia. Ragam bukber dapat dikategorikan menurut tingkat usia dan komunitas yang sedang kita ikuti. Misalnya bukber keluarga besar, bukber teman-teman SMA, bukber dan reuni kawan-kawan saat kuliah, bukber di kantor tempat kerja, bukber TPQ anak, dan lain-lain. Semua jenis buka puasa bersama itu akan terus bertambah seiring dengan semakin luasnya lingkaran pergaulan Anda. Artinya, semakin banyak komunitas yang Anda ikuti, makin sering Anda akan mengikuti kegiatan bukber.

Apakah sebenarnya tujuan Anda ikut bukber? Kalau untuk tujuan makan bersama kok ya naif banget. Makan bersama bisa kita lakukan kapan saja dan tidak perlu menunggu bulan Ramadhan. Kalau untuk kangen-kangenan dengan teman lawas akan lebih mudah dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri. Saya menduga tujuan terselubung dari acara bukber adalah supaya kita bisa dikatakan kekinian dalam pergaulan. Hal itu bisa dilihat dari update status di akun sosial media WhatApps, siaran langsung Instagram, tagging Facebook, maupun sekedar bercuit-cuit di Twitter dengan hastag #bukber.

Semangat pamer kegiatan ibadah karena ingin dipuji itu sungguh berbahaya. Jika seseorang sudah keluar biaya besar untuk bukber tapi gagal dapat pujian, itulah awal dari kerugian besar. Maka tidak mengherankan kalau kids jaman now suka pamer sedang bukber tapi tidak ikut sholat tarawih sesudahnya. Lantas, keberkahan Ramadhan manakah yang ia harapkan? Esensi puasa adalah untuk merasakan rasa lapar sebagaimana para fakir miskin kesulitan makan. Tak elok jika kita mempertontonkan kesombongan di muka bumi saat berpuasa.

Ini hak Anda untuk ikutan aksi bukber penuh semangat pamer ataupun tidak. Kadang Anda menggunakan alibi aji mumpung untuk membenarkan tindakan berfoya-foya di bulan puasa. But to tell you the truth, bukber itu tidak menyehatkan, baik dari kesehatan tubuh maupun kesehatan keuangan Anda. Kok bisa? Menu bukber yang lazim dipilih kids jaman now adalah makanan cepat saji atau fastfood yang berdampak penting bagi penambahan berat badan. Anda bisa browsing di Google selengkapnya tentang kelebihan dan kekurangan konsumsi makanan cepat saji.

Berikutnya adalah dampak bukber bagi kesehatan keuangan. Harga makanan yang dijual untuk menu bukber selama bulan Ramadhan lumayan di atas harga normal. Waralaba makanan cepat saji berlomba-lomba membuat iklan promosi yang mereka klaim sebagai penawaran terbaik bulan ini. Fakta sesungguhnya tidak demikian. Peningkatan jumlah permintaan akan serta merta meningkatkan jumlah penawaran. Ujung-ujungnya adalah promo ini justru menguras isi dompet Anda tanpa Anda sadari. Nah, kalau sudah begini masih sempatkah Anda berujar banyak bukber bisa memperbanyak rejeki?

Bagikan artikel ini melalui:

5 Replies to “Bukber Menyenangkan Sosmed, Bukber Menyedihkan Dompet”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *