Rancang Bangun Ekonomi Islam Untuk Kemaslahatan Umat

Role of Islamic economy to be discussed Public and private sector thought leaders will discuss the role of the Islamic economy in the broader marketplace at a summit to be held in Dubai next month.
Role of Islamic economy to be discussed Public and private sector thought leaders will discuss the role of the Islamic economy in the broader marketplace at a summit to be held in Dubai next month.

Bagaimanakah rancang bangun ekonomi Islam yang sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadist? Benarkah ekonomi syariah adalah jawaban atas tantangan ekonomi saat ini?

Islam sebagai agama Allah, mengatur kehidupan manusia baik kehidupan di dunia maupun akhirat. Perekonomian adalah bagian dari kehidupan manusia, maka tentulah hal ini ada dalam sumber yang mutlak yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah, yang menjadi panduan dalam menjalani kehidupan. Kedudukan sumber yang mutlak ini menjadikan Islam sebagai suatu agama yang istimewa dibandingkan dengan agama lain sehingga dalam membahas perspektif ekonomi Islam segalanya bermuara pada akidah Islam berdasarkan Al-Qur’an al Karim dan As­-Sunah Nabawiyah.

Ekonomi Islam secara mendasar berbeda dari sistem ekonomi yang lain dalam hal tujuan, bentuk, dan coraknya. Sistem tersebut berusaha memecahkan masalah ekonomi manusia dengan cara menempuh jalan tengah antara pola yang ekstrem yaitu kapitalis dan komunis. Singkatnya, ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berdasar pada Al-Qur’an dan Al-Hadist yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia di dunia dan akhirat (al-Falah). Ada tiga asas filsafat ekonomi Islam, yaitu:

  1. Semua yang ada di dalam alam semesta ini adalah milik Allah SWT, manusia hanyalah khalifah yang memegang amanah dari Allah untuk menggunakan milik-Nya. Sehingga segala sesuatunya harus tunduk pada Allah sang pencipta dan pemilik.
  2. Untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah, manusia wajib tolong-menolong dan saling memb antu dalam melaksanakan kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah.
  3. Beriman kepada hari kiamat, yang merupakan asas penting dalam suatu sistem ekonomi Islam karena dengan keyakinan ini tingkah laku ekonomi manusia akan dapat terkendali sebab ia sadar bahwa semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban kelak oleh Allah SWT.

Selain dari asas filsafat tersebut di atas, ekonomi Islam juga memiliki nilai-nilai tertentu, yaitu:

  • Nilai dasar kepemilikan, menurut sistem ekonomi Islam:
  1. Kepemilikan bukanlah penguasaan mutlak atas sumber-sumber ekonomi, tetapi setiap orang atau badan dituntut kemampuannya untuk memanfaatkan sumber-sumber ekonomi tersebut.
  2. Lama kepemilikan manusia atas sesuatu benda terbatas pada lamanya manusia tersebut hidup di dunia.
  3. Sumber daya yang menyangkut kepentingan umum atau yang menjadi hajat hidup orang banyak harus menjadi milik umum. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Ahmad & Abu Daud yang mengatakan: “Semua orang berserikat mengenai tiga hal, yaitu air (termasuk garam), rumput, dan api” . Sumber alam ini dapat dikiaskan (sekarang) dengan minyak dan gas bumi, barang tambang dan kebutuhan pokok manusia lainnya.
  • Keseimbangan yang terwujud dalam kesederhanaan, hemat, dan menjauhi sikap pemborosan. Seperti yang terdapat dalam QS. al-Furgan: 67: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”. Selain itu, Firman Allah dalam QS. ar-Rahman: 9: “Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”.
  • Keadilan di dalam Al-Qur’an, kata adil disebutkan lebih dari seribu kali, setelah perkataan Allah dan ilmu pengetahuan. Nilai keadilan sangat penting dalam ajaran Islam, terutama dalam kehidupan hukum sosial, politik dan ekonomi. Untuk itu keadilan harus diterapkan dalam kehidupan ekonomi seperti proses distribusi, produksi, konsumsi, dan lain sebagainya. Keadilan juga harus diwujudkan dalam mengalokasikan sejumlah hasil kegiatan ekonomi tertentu bagi orang yang tidak mampu memasuki pasar, melalui zakat, infak, dan hibah.

Selain dari ketiga nilai tersebut diatas, Islam memiliki nilai instru-mental yang memengaruhi tingkah laku ekonomi seorang muslim dan masyarakat pada umumnya. Adapun nilai instrumental tersebut adalah Zakat, larangan riba, kerja sama ekonomi, dan jaminan sosial. Jika nilai instrumental ini dilaksanakan, maka akan terwujud sistem ekonomi yang seimbang, menguntungkan, dan menyejahterakan semua pihak.

'Distributive Justice and Need Fulfillment in an Islamic Economy' by Munawar Iqbal
‘Distributive Justice and Need Fulfillment in an Islamic Economy’ by Munawar Iqbal

Ada beberapa hal yang mendorong perlunya mempelajari karakteristik ekonomi Islam (Yafie, 2003: 27):

  1. Meluruskan kekeliruan pandangan yang menilai ekonomi kapitalis (memberikan penghargaan terhadap prinsip hak milik) dan sosialis (memberikan penghargaan terhadap persamaan dan keadilan) tidak bertentangan dengan metode ekonomi Islam.
  2. Membantu para ekonom muslim yang telah berkecimpung dalam teori ekonomi konvensional dalam memahami ekonomi Islam.
  3. Membantu para peminat studi fikih muamalah dalam melakukan studi perbandingan antara ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional.
  4. Sedangkan sumber karakteristik ekonomi Islam adalah Islam itu sendiri yang meliputi tiga asas pokok. Ketiganya secara asasi dan bersama mengatur teori ekonomi dalam Islam, yaitu asas akidah, akhlak, dan asas hukum (muamalah).

Daftar Pustaka:

Al-Syatibi. 2003. Al-Muawafaqat Fi Ushul al-Syari’ah. Dar al-Kutub al-Ilmiyah: Beirut

Huda, Nurul. 2003. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoritis, Prenada Media: Jakarta

Hoetoro, Arief. 2007. Ekonomi Islam: Pengantar Analisis Kesejarahan dan Metodologi. Bayumedia Publishing: Malang

Lihasanah, Ahsan. 2008. Al-Fiqh al-Maqashid ‘Inda al-Imami al-Syatibi. Dar al-Salam: Mesir

Wahhab Khallaf, Abdul. 1994. Ilmu Ushul Fiqh. Dina Utama: Semarang

Yusuf Al-Qardhawi, Fikih Maqashid Syari’ah, Pustaka al-Kautsar: Jakarta, 2007

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *