3 Jenis Unsur-unsur Tanah yang Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Lahan Pertanian

Liburan menyenangkan dan outbound kerjasama tim di tempat wisata alam Bukit Embag di Wonosalam Jombang
Liburan menyenangkan dan outbound kerjasama tim di tempat wisata alam Bukit Embag di Wonosalam Jombang

Bagaimana kabar kawan blogger Jombang hari ini? The Jombang Taste hadir menyapa Anda kembali melalui artikel pertanian. Pada tulisan terdahulu penulis sudah membagikan jenis-jenis lapisan tanah yang baik untuk pertanian dan proses pembentukan tanah dari batu-batuan besar. Dan di artikel kali ini penulis membagikan unsur-unsur tanah yang terkandung dalam lahan pertanian. Unsur-unsur yang ikut menyusun tanah ada bermacam-macam. Menurut bentuknya, kita dapat membedakan tiga jenis unsur, yaitu unsur padat, cair dan gas.

Unsur Padat

Unsur tanah yang berupa benda padat terdiri dari benda-benda organis dan anorganis. Benda-benda organis berupa sisa-sisa tanaman atau hewan serta bakteri yang telah mati. Unsur ini merupakan zat makanan utama bagi tumbuhan. Benda-benda anorganis terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Benda-benda anorganis berupa pecahan-pecahan batuan yang mengandung zat-zat mineral. Inilah bahan utama dari butiran-butiran tanah yang dapat menyusun tanah subur.

Unsur Cair

Unsur cair dalam tanah berupa larutan yang terdiri dari zat-zat makanan yang mengisi pori-pori tanah. Dalam hal ini, fungsi air sangat penting. Zat-zat makanan hanya dapat dihisap oleh akar tumbuhan dalam bentuk cairan, yaitu larutan sari-sari makanan. Oleh karena itu, di dalam tanah harus cukup persediaan airnya supaya tanamana dapat tumbuh dengan subur. Air diperoleh akar secara alami melalui proses penyiraman dan air hujan maupun dengan cara perambatan bulu akar.

Unsur Gas

Unsur yang berbentuk gas di dalam tanah diantaranya adalah udara. Udara mengisi ruang-ruang di antara butiran-butiran tanah. Di dalam tanah harus cukup pula tersedia udara karean akar-akar pun perlu bernapas. Selain itu, dengan bantuan udara memungkinkan terjadinya proses pertukaran zat di dalam tanah sehingga kebutuhan unsur hara dapat diperoleh tanaman secara berimbang.

Ketiga unsur-unsur tersebut saling bergabung menjadi satu yang disebut tanah untuk pertanian. Apabila salah satu bagian atau unsur itu tidak ada, maka tumbuhan tidak dapat hidup dengan baik. Tanah pertanian semacam ini tidak baik untuk digunakan petani.

Sebaliknya, apabila ketiga unsur tersebut terdapat lengkap, akan terjadi susunan tanah yang baik. Tanah harus dapat memberikan ruang yang cukup bagi akar-akar tumbuhan untuk pertukaran zat. Ia pun harus merupakan tempat persediaan zat-zat hara, air dan udara.

Komposisi Unsur Tanah

Perbandingan butiran batuan, unsur mineral, benda organis, air dan udara dalam tanah pertanian harus seimbang. Tanah pertanian yang baik terdiri dari 50% bagian padat, yaitu 45% unsur mineral dan 5% benda organis. Di dalam pori-pori tanah masing-masing berisi 25% air dan 25% udara. Tebal dari lapisan ini sebaiknya kurang lebih 30 sentimeter.

Kesuburan tanah ditentukan oleh kemampuan tanah dalam menyediakan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup serta seimbang. Dengan demikian, tanah itu dapat memberikan hasil produksi pertanian seperti yang diharapkan oleh petani. Kesuburan tanah sangat erat hubungannya dengan bentuk dan susunan tanah.

Lapisan tanah yang subur memiliki ketebalan hanya sekitar 10 hingga 30 sentimeter saja. Di sana-sini, lapisan tanah atas ini tidak sama tebalnya. Demikian juga tingkat kesuburannya. Tanah yang kurang subur harus disuburkan kembali. Hal ini dapat dicapai dengan bermacam jalan. Lapisan tanah pertanian yang hanya tipis itu harus dipelihara sebaik-baiknya agar kesuburannya tidak merosot.

Cara mengerjakan tanah dan pemeliharaan kesuburannya ada beberapa macam. Yang dimaksud dengan mengerjakan tanah adalah mengubah keadaan tanah hingga memperoleh susunan tanah yang sebaik-baiknya. Hal ini dilihat dari penyediaan air, udara dan sinar matahari yang sangat diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya tumbuhan.

Bila tanahnya terlalut padat maka harus digemburkan. Hal ini berguna untuk memudahkan air dan udara dapat masuk ke dalamnya. Supaya tanaman tumbuh kuat di tanah, tanah harus diberi bahan organis. Demikian ulasan The Jombang Taste mengenai unsur-unsur tanah yang terdapat di dalam lahan pertanian. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda. Sampai jumpa dalam artikel The Jombang Taste berikutnya.

Daftar Pustaka:

Pratignyo, S.J. 1984. Tumbuh Pada Tanah Dan Tumbuh Tanpa Tanah. Jakarta: CV. Karya Indah.

Bagikan artikel ini melalui:

One Reply to “3 Jenis Unsur-unsur Tanah yang Mempengaruhi Tingkat Kesuburan Lahan Pertanian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *