Curhat Emak: Menjelaskan Lebaran Idul Fitri Terdampak Pandemi kepada Anak

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Assalamu alaikum. Kami dari keluarga Dewi dan Sari. Lebaran tahun ini anak-anak merasa sedih karena tidak bisa berkunjung ke rumah nenek dan saudara-saudara lainnya. Kami hanya bisa menyapa lewat video call saja. Alhamdulillah setelah saya jelaskan anak-anak mengerti. Lebarannya diganti berkunjung ke rumah tetangga di kanan kiri rumah saja. Setelah itu kami berdiam di rumah sehingga merasa jenuh dan bosan. Kami hanya nonton televisi saja. Kejenuhan anak-anak akhirnya saya ganti dengan kesibukan di dapur. Saya ajak mereka memasak makanan kesukaannya. Lalu kami menonton film kesukaan. Untuk baju anak-anak kami masih bisa beli. Lebaran tahun ini stay at home. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali. (Bu Yuni)

Ramadhan dan lebaran di tahun ini memang sangat beda tapi sangat luar biasa. Mudah-mudahan Ramadhan dan lebaran tahun depan bisa normal seperti tahun-tahun yang lalu, lebih ceria, dan lebih bahagia. Aamin. (Bu Kuntari)

Komentar Penulis:

Lebaran Idul Fitri tahun 2020 ini merupakan masa-masa hambar bagi sebagian besar masyarakat muslim di seluruh dunia. Momen hari raya seharusnya diisi dengan kegiatan suka-cita saat berkumpul dengan anggota keluarga. Namun kali ini kondisinya sangat berbeda. Pandemi Corona belum kunjung usai dan terus berdampak pada aktifitas ibadah umat Islam. Setiap orang tua mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam memberikan pemahaman kepada anak selama wabah virus corona belum selesai.

Dampak pandemi ini dimulai dengan pemberlakuan kegiatan pembelajaran di rumah (home learning). Para orang tua yang menjadi guru dadakan mengeluh tidak memiliki cukup kesabaran dan ketelatenan menemani anak-anak belajar di rumah. Kemudian dilanjutkan fase ibadah puasa sebulan penuh dengan kondisi anak libur sekolah. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan. Puncaknya adalah saat anak-anak dibatasi beraktifitas keluar rumah saat merayakan Idul Fitri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap anak-anak yang mendambakan kebebasan bermain dengan teman-teman mereka.

Ada masa dimana anak-anak telah terbiasa melakukan social-distancing selama pandemi corona berlangsung sehingga mereka bisa menahan diri tidak keluar rumah. Namun kejenuhan sudah pasti melanda sebagian besar anak, bahkan terjadi pula pada orang dewasa. Mereka tidak dapat melakukan liburan lebaran ke tempat-tempat wisata keluarga. Orang tua dapat perlu mengajak anak berdiskusi mengatasi kejenuhan ini bersama. Aktifitas berkebun, masak bersama, membuat aneka kerajinan tangan, dan ragam kegiatan kebersamaan bisa dicoba oleh orang tua selama pandemi berlangsung di masa lebaran.

Anak perlu mendapatkan edukasi bahwa merayakan hari raya Idul Fitri tidak harus memakai baju baju. Anak perlu diajak prihatin terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berdampak pada penurunan pendapatan kepala keluarga. Harapannya adalah anak dapat mengendalikan keinginannya untuk membeli aksesoris lebaran yang menguras uang tabungan mereka. Belum lagi kemungkinan perpanjangan masa pembelajaran di rumah hingga tahun ajaran baru, tentu kelak anak-anak memiliki lebih banyak kebutuhan sekolah. Semoga kita semua selalu diberikan nikmat kesehatan untuk melalui masa pandemi ini.

Bagikan tulisan ini:

3 Replies to “Curhat Emak: Menjelaskan Lebaran Idul Fitri Terdampak Pandemi kepada Anak”

  1. Sabar ya mak… Tugas kita memang dobel2 di rmh. Itu semua ibadah. Pasti Allah akan balas berlipat ganda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *