Revitalisasi Gerakan Pramuka dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

gambar anak berbakti kepada orang tua
Gambar anak berseragam pramuka berbakti kepada orang tua.

Menurut Novan Ardy Wiyani (2012) dalam buku Pendidikan Karakter dan Kepramukaan, gerakan pramuka saat ini perlu adanya revitalisasi. Revitalisasi gerakan pramuka adalah pemberdayaan Gerakan Pramuka yang dilakukan secara sistematis berkelanjutan dan terencana untuk lebih meningkatkan peran fungsi dan tugas pokok gerakan pramuka serta memperkokoh eksistensi organisasi gerakan pramuka. Gerakan pramuka sebagai wahana pendidikan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah mendesak untuk dilakukan revitalisasi agar efektif. Hakikat dari revitalisasi gerakan pramuka antara lain eksis dan hidup dinamis serta berkeseimbangan dengan tetap mempertahankan tradisi yang baik di samping melakukan inovasi berdaya guna dan disukai kaum muda. Pramuka harus mampu menjadi manusia kekinian dengan tetap memegang dharma dan satya pramuka.

Oleh karena itu setiap sekolah harus menjadikan gerakan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang semakin terprogram sehingga manfaatnya bisa makin terasa. Melalui cara itu gerakan pramuka dapat ikut serta mengantisipasi dampak munculnya globalisasi dunia. Dalam era globalisasi ini gerakan pramuka indonesia perlu tanggap terhadap perubahan yang terjadi. Semua kegiatan harus diberi muatan pendidikan yang berorientasi pada sistem nilai. Di sisi lain berbagai keterampilan yang dilakukan dalam pramuka hanya berfungsi sebagai alat atau media untuk mencapai tujuan gerakan pramuka. Pada kesempatan yang sama pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah terlalu mengutamakan aspek kognitif pengetahuan dan pemahaman sedangkan aspek afektif atau perasaan kurang mendapat perhatian secara proporsional. Kondisi ini dapat menyebabkan peserta menjadi mati rasa secara perlahan. Mereka memiliki tingkat kepedulian yang rendah akibat siswa dituntut berkompetisi dengan dengan teman sekelas.

Kerjasama Orang Tua

Pada sisi lain orang tua juga perlu dilibatkan dalam pemikiran yang selalu mengutamakan aspek kognitif putra dan putrinya. Kondisi tersebut merupakan momentum yang baik bagi gerakan pramuka untuk menggarap aspek afektif pembinaan remaja. Gerakan pramuka dapat berperan dalam menanamkan nilai-nilai kepada para remaja. Hal itu bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah-sekolah. Gerakan pramuka indonesia bisa menjadi filter bagi perilaku menyimpang di kalangan remaja. Karena itu kegiatan pramuka harus mengarahkan aktivitasnya untuk membantu remaja dapat berperan secara baik yang di sekolah formal maupun di masyarakat. Mereka harus diarahkan agar bisa memilih secara tepat sistem nilai yang sesuai dengan norma-norma nilai budaya Indonesia.

Masih menurut Novan Ardy Wiyani, ada dua hal yang perlu dipikirkan dalam revitalisasi gerakan pramuka. Pertama, membangun gerakan kepramukaan yang independen dan bebas dari intervensi politik. Kedua, cara inovatif dan kreatif untuk menyampaikan metode kurikulum yang baru untuk pramuka. Jika kedua hal tersebut dilakukan dengan baik maka gerakan pramuka akan memiliki pondasi yang kuat dari segi pendanaan dan cara penyampaian yang tidak terkesan sebatas prosedural saja. Guru sekolah meletakkan dasar-dasar pendidikan formal yang tersaji dalam kurikulum sekolah. Sedangkan orang tua melakukan pembiasaan dan keteladanan yang terlihat dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Dua pihak yang saling terkait itu semestinya menjadi mitra pendidikan yang bisa diandalkan.

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Memperkuat Gerakan Pramuka

Cara melakukan revitalisasi gerakan pramuka antara lain memperkuat gerakan pramuka sebagai wadah pembentukan kader bangsa menuju keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas. Selanjutnya kita harus mempermudah dan meningkatkan semangat bela negara. Kita perlu memantapkan tekad pemuda sebagai patriot pembangunan. Mereka harus kita ajarkan untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya. Persatuan dan kesatuan NKRI harus menjadi prioritas. Semua itu dapat tercapai dengan cara mengamalkan tri satya pramuka dan dasa dharma pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh sangat disayangkan jika satya dan dharma Pramuka hanya menjadi slogan semata tanpa pernah dipraktekkan dalam kehidupan nyata.

Tujuan revitalisasi gerakan pramuka yaitu gerakan pramuka dapat diterima dan diminati oleh kaum muda sebagai pilihan dalam proses belajar berorganisasi. Selanjutnya, gerakan pramuka diharapkan dapat dipercaya sebagai wahana membentuk watak dan mengembangkan kepribadian pemuda. Tujuan berikutnya revitalisasi gerakan pramuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan adalah melaksanakan kegiatan yang secara cerdas dan gemilang dapat membantu menangkal serta membantu menyelesaikan berbagai masalah pemuda. Pada akhirnya, beberapa hal di atas dapat mengantarkan gerakan pramuka dapat diterima sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan bela negara. Anak-anak yang diajarkan mencintai negara sejak dini dapat tumbuh menjadi jiwa nasionalisme yang kuat.

Bagaimana dengan pengalaman Anda sebagai anggota Gerakan Pramuka? Apakah Anda mengalami kebosanan saat berlatih pramuka? Apa harapan Anda terhadap bentuk latihan kepramukaan yang lebih menyenangkan?

Bagikan artikel ini melalui:

21 Replies to “Revitalisasi Gerakan Pramuka dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah”

  1. Salam pramuka! Semoga pramuka era sekarang bisa memberi manfaat utk masyarakat. Tdk cuma pinter kemah aja tp jg jd teladan warga.

  2. Permasalahan scouting di berbagai negara sebenarnya hampir sama. Kita mengalami masa percepatan teknologi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pramuka pada dasarnya kegiatan yang dilakukan di alam dengan melibatkan sedikit sekali bantuan teknologi.
    Justru penggunaan tenaga fisik dan pengalaman hidup di alam liar yang membantu seorang Pramuka bisa survive.

  3. Nasionalisme anggota gerakan Pramuka tidak diragukan lagi.
    Mereka adalah contoh remaja yang memiliki kepedulian terhadap keamanan dan kemajuan negara.

  4. Pramuka adalah miniatur sistem bela negara yang paling mudah diterapkan di sekolah. Sayang sekali para guru zaman modern mulai mengabaikan peran Pramuka dalam pendidikan bela negara dan melatih disiplin siswa.
    guru-guru zaman sekarang umumnya masih mementingkan penilaian Logika dan Nalar anak-anak daripada penilaian keterampilan dan sikap hidup yang sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

  5. Gerakan Pramuka adalah cikal bakal remaja harapan bangsa.
    setiap guru hendaknya memiliki kemampuan untuk mengorganisasi gerakan Pramuka di lembaga pendidikan yang masing-masing.
    semoga para murid yang mengikuti gerakan Pramuka bisa tumbuh cerdas dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *