Special Edition! RPP BDR Kondisi Pandemi Lebih Sederhana dan Fleksibel

Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam SD Kec Mojowarno
Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam Sekolah Dasar Kecamatan Mojowarno

Sejarah tercipta! Untuk pertama kalinya pembimbing muatan lokal keagamaan Islam dan Kristen bertemu dalam satu forum pembahasan. Pada hari ini, Kamis 9 Juli 2020 telah dilaksanakan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) pembimbing muatan lokal keagamaan Islam dan keagamaan Kristen di SDN Mojojejer 1. Menghidupkan Peran Kelompok Kerja Guru (KKG) Dalam Peningkatan Kompetensi Mengajar Siswa merupakan kebutuhan penting dalam dunia pendidikan. 

Pertemuan KKG MKI dan MKK di Kecamatan Mojowarno ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi implementasi Kurikulum 2013 pada masa pandemi. Kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 di Masa Pandemi COVID-19 Bagi Kepala Sekolah, Guru dan Pembimbing Sekolah Dasar Kecamatan Mojowarno tersebut telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Dan hari ini para pembimbing muatan lokal keagamaan berkumpul bersama untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) selama masa pandemi.

Pertemuan Kelompok kerja pembimbing muatan lokal keagamaan Islam dan Kristen dimulai pada pukul delapan pagi dan dihadiri oleh 38 orang peserta dari seluruh sekolah dasar di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Acara berlangsung dengan kondusif. Para peserta saling bertanya dan menjawab berdasarkan pengalaman mereka melaksanakan pembelajaran dalam jaringan maupun luar jaringan selama tiga bulan terakhir ini. Pertemuan KKG MKI dan MKK tersebut berakhir menjelang pukul dua belas siang. Para peserta telah bekerja sama menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

Meskipun memiliki agama yang berbeda, para pembimbing muatan lokal keagamaan Islam dan Kristen bisa berbaur bersama dalam satu forum. Kegiatan hari ini memfokuskan pada pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran. Berhubung suasana pandemi masih terjadi di Kabupaten Jombang, maka pembelajaran tatap muka tidak dapat dilaksanakan di sekolah. Akibatnya adalah tanggal 13 Juli 2020 mendatang yang seharusnya menjadi hari pertama masuk sekolah harus ditunda tatap muka antara guru dan murid. Semua pihak tidak dapat memastikan sampai kapan kegiatan belajar dari rumah berlangsung untuk pelajar di Kabupaten Jombang, terutama jenjang Sekolah Dasar (SD). 

Pembuatan RPP untuk sekolah dasar di masa pandemi bersifat fleksibel dan sederhana. Penyederhanaan itu tampak jelas dari pembuatan RPP yang hanya membutuhkan satu halaman saja. Bagian yang tercantum dalam RPP adalah identitas lembaga, kompetensi dasar yang ingin dicapai, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan cara penilaian. Guru dapat menambahkan lampiran materi pelajaran jika diperlukan, namun tidak bersifat wajib.

Satu hal lagi yang perlu dipahami oleh setiap pendidik di masa pandemi adalah metode pembelajaran yang diterapkan dapat berbeda-beda dari satu lembaga dengan lembaga lainnya. Bahkan untuk satu lembaga yang sama pun seorang guru dapat menerapkan RPP yang berbeda untuk siswa yang diajarnya di satu kelas. Perbedaan metode pengajaran tergantung pada kondisi geografis, sarana dan prasarana yang tersedia, sumber daya yang tersedia, dan kemampuan orang tua murid dalam mendukung kegiatan pembelajaran dari rumah. 

Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom
Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom

Setiap guru wajib Merencanakan Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Pandemi. Metode pembelajaran yang dapat diterapkan selama masa pandemi adalah pembelajaran dalam jaringan (daring), pembelajaran luar jaringan (luring), maupun kombinasi dari pembelajaran daring dan luring. Karena keragaman metode pembelajaran itulah maka RPP sebuah Kompetensi Dasar (KD) dapat disusun tiga macam sekaligus untuk sebuah kelas yang diampu oleh seorang pendidik, guru, ataupun pembimbing mata pelajaran. Pemateri pertemuan KKG mulok keagamaan hari ini mengajarkan setiap guru menyiapkan tiga skenario pembelajaran di atas, yaitu dengan metode daring, metode luring, maupun kombinasi daring dan luring.

Fleksibilitas pengajaran BDR terlihat dari ketidakharusan mencapai ketuntasan 100% dalam pembelajaran selama masa pandemi. Walaupun materi yang diajarkan tidak tuntas 100% namun guru dapat melanjutkan pengajaran pada materi selanjutnya. Fleksibilitas ini menyesuaikan dengan kemampuan siswa dalam menangkap materi pelajaran dan daya dukung yang dimiliki oleh orang tua siswa selama kebijakan BDR diterapkan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah Labupaten Jombang.

Metode pembelajaran berikutnya yang boleh dipilih oleh seorang guru adalah kunjungan ke rumah siswa. Siswa dapat membentuk kelompok belajar yang beranggotakan paling banyak 5 anak. Lima anak tersebut dapat berkumpul di sebuah rumah salah satu orang tua siswa. Guru sebelumnya harus sudah berkomunikasi dengan orangtua siswa yang menjadi tuan rumah kegiatan pembelajaran berkelompok tersebut. Guru menetapkan jadwal kunjungan ke rumah orang tua siswa. Selama pembelajaran di rumah orang tua siswa secara berkelompok, guru dan 5 siswa tersebut harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang digunakan dalam pendidikan di masa pandemi adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun ataupun menggunakan hand sanitizer, menggunakan pelindung wajah dan menjaga jarak.

Semoga masa pandemi ini segera berakhir dan murid-murid bisa kembali belajar di sekolah. Selama pemberlakuan kebijakan belajar dari rumah diharapkan orang tua dan murid tetap berperilaku hidup sehat. Hidup sehat tercipta dengan berolahraga, memenuhi kebutuhan gizi, istirahat cukup, dan melakukan social distancing demi keselamatan keluarga. Patut kita tunggu bagaimana pelaksanaan pembelajaran BDRA murid-murid di Kabupaten Jombang selama Juli nanti. Semoga anak-anak dan guru bisa melaksanakan berbagai jenis pembelajaran yang telah dirancang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi ini. 

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Special Edition! RPP BDR Kondisi Pandemi Lebih Sederhana dan Fleksibel”

  1. Kerukunan hidup hrs terus dipupuk di masa pandemi. Tetap semangat untuk para pembimbing muatan lokal keagamaan di kecamatan mojowarno. Mudah-mudahan langkah kalian dalam mendidik anak-anak bisa memberikan manfaat bagi orang tua dan negara.

  2. Jangan sampai kesederhanaan yang diberikan Diknas dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi ini disalahgunakan oleh guru untuk tidak bekerja secara optimal. Ingatlah bahwa setiap keranjang anda lakukan semua tanggung jawab terhadap negara dan agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *