Merencanakan Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Pandemi

Penerapan Absensi kehadiran dengan Aplikasi GPS Map Camera untuk Guru di Kabupaten Jombang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wilayah Kerja Pendidikan Kecamatan Mojowarno melaksanakan kegiatan Sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) di Masa Pandemi COVID-19 Bagi Kepala Sekolah, Guru dan Pembimbing Sekolah Dasar Kecamatan Mojowarno pada 6-9 Juli 2020. Kegiatan sosialisasi K-13 di masa pandemi dilaksanakan secara bertahap dimulai dari 6 Juli 2020 bagi kepala sekolah. Kemudian sosialisasi hari kedua dilanjutkan pada 7 Juli 2020 bagi 30 orang pembimbing Pembelajaran Jarak Jauh dari setiap Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD).

Para peserta sosialisasi pada 7 Juli 2020 bertugas melakukan pemaparan materi Pembelajaran Dari Rumah (BDR) pada hari ini (8/7/2020) dan besok (9/7/2020) di beberapa lokasi terpisah yang telah ditentukan. Pelaksanaan BDR direncanakan berlaku pada awal tahun ajaran 2020/2021 ini yang dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang. Tanggal 13-15 Juli 2020 adalah masa pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru SD. Sementara itu untuk siswa kelas 2 hingga kelas 6, mereka mengikuti pengenalan kelas baru. Praktik BDR aktif mulai 16 Juli 2020, baik secara luar jaringan (luring), dalam jaringan (daring), maupun kombinasi daring dan luring.

Dasar penyusunan rencana pembelajaran di era pandemi adalah Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan surat edaran tersebut, komponen RPP yang dibuat guru meliputi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assesmen atau penilaian pembelajaran. Guru dapat menambahkan komponen pelengkap maupun tidak.

Selanjutnya, dasar hukum kedua penyusunan rencana pembelajaran di masa pandemi adalah Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Ketentuan tersebut memuat Pelaksanaan Belajar Dari Rumah oleh Peserta Didik. Pembelajaran daring oleh peserta didik waktu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring sepanjang hari menyesuaikan waktu dan kondisi orang tua/wali peserta didik atau kesepakatan dengan guru atau satuan pendidikan.

Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) memuat prinsip-prinsip yang harus dipatuhi guru dalam kebijakan BDR. Prinsip tersebut adalah keselamatan dan kesehatan lahir batin, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum, dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup (COVID-19), mempertimbangkan kesenjangan akses terhadap fasilitas BDR, dan mengedepankan pola interaksi dan komunikasi yang positif antara guru dengan orang tua atau wali murid SD.

Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom
Telekonferensi pembina pramuka dan pelatih pramuka Kwarcab Jombang dengan aplikasi Zoom

Metode-metode pembelajaran yang dapat dikembangkan saat BDR adalah metode pembelajaran daring, metode pembelajaran uring menggunakan media buku modul dan bahan ajar dari lingkunan sekitar, metode pembelajaran luring menggunakan televisi dan radio, pembelajaran luring dengan berbagai multi media, kunjungan tatap muka dalam kelompok belajar, dan metode-metode pembelajaran lain yang dapat dikreasikan oleh guru.

1. Metode Pembelajaran Daring

Metode Pembelajaran Daring dapat berjalan dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia pendidik, perangkat pendukung, dan jaringan yang tersedia di wilayah tersebut. Pembelajaran daring juga membutuhkan ketersediaan gawai, laptop, atau komputer dan akses internet. Pendidik dapat memilih aplikasi media pembelajaran daring yang akan digunakan saat mengajar secara BDR dengan siswa. Pendidik harus paham cara penggunaan aplikasi daring. Pendidik juga harus mempersiapkan materi BDR dan jadwal pembelajaran daring setiap kelas. Metode pembelajaran daring misalnya Zoom Cloud Meeting, Google Meet, WhatsApp Video Call, dan lain-lain.

2. Metode Pembelajaran Luring Menggunakan Buku

Metode pembelajaran luring selama BDR dapat menggunakan media buku, modul dan bahan ajar dari lingkunan sekitar. Pendidik perlu menyiapkan bahan ajar, jadwal dan penugasan kemudian mengirimkannya ke peserta didik Sekolah Dasar, orang tua, ataupun wali murid. Pendidik harus memastikan semua peserta didik telah mendapatkan lembar jadwal dan penugasan. Selanjutnya, jadwal belajar, materi pelajaran, dan tugas belajar di rumah diambil oleh orang tua atau sebaliknya.

3. Metode Pembelajaran Luring Menggunakan Televisi dan Radio

Belajar Dari Rumah dapat dilakukan secara luring menggunakan televisi dan radio. Pendidik perlu menginformasikan terlebih dulu kepada orang tua siswa bahwa siswa diprogramkan belajar melalui tayangan televisi atau radio. Pendidik kemudian menyusun jadwal pembelajaran dan pengerjaan tugas disesuaikan dengan jadwal televisi atau radio. Siswa Sekolah Dasar dan orang tua mendapatkan informasi jadwal pembelajaran dari guru, siswa dan guru terlibat dalam kegiatan ini dan mencatat tugas.

4. Pembelajaran Luring dengan Berbagai Multimedia

BDR dapat berlangsung dengan metode pembelajaran luring dengan berbagai multimedia. Mula-mula, guru menyiapkan berbagai media pendukung dan teknologi informasi seperti modul, video, gambar cerita, dan lain-lain. Guru dapat mengunduh berkas media pembelajaran di Youtube, Twitter, Facebook, maupun situs penyedia konten lainnya. Pastikan semua media dapat dibuka di berbagai perangkat sehingga siswa dan orang tua tidak kesulitan. Guru Sekolah Dasar harus membuat petunjuk belajar dan tugas harus tertuang dengan jelas di berbagai bahan ajar multi media.

5. Metode Kunjungan Tatap Muka dalam Kelompok Belajar

Guru dapat melakukan kunjungan tatap muka dalam kelompok belajar selama BDR berlangsung di masa pandemi. Siswa perlu dipetakan terlebih dulu secara berkelompok berdasarkan kedekatan lokasi tempat tinggal. Guru mengunjungi kelompok demi kelompok sesuai jadwal yang ditentukan. Selama melakukan kunjungan tatap muka, standar keselamatan hendaknya tetap diutamakan untuk guru dan peserta didik. Guru dan murid harus memakai masker, menggunakan pelindung wajah (face shield), menjaga jarak, dan tidak berlama-lama dalam melaksanakan kunjungan tatap muka.

6. Metode Pembelajaran Inovatif Lainnya

Selain menggunakan metode pembelajaran daring, luring, dan kunjungan tatap muka, guru dapat berkreasi menciptakan metode pembelajaran inovatif lainnya. Misalnya guru mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring untuk siswa yang memiliki keterbatasan sumber daya dan fasilitas teknologi informasi. Guru agama islam juga dapat bekerjasama dengan Taman Pendidikan Alquran dalam menyampaikan materi-materi membaca dan menulis Alquran untuk peserta didik.

Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam SD Kec Mojowarno
Foto Bersama Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mojowarno dan Guru-guru Muatan Lokal Keagamaan Islam SD Kec Mojowarno

Menyusun RPP di Masa Pandemi

Meskipun BDR berlangsung selama pandemi, setiap guru harus tetap membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP di masa pandemi memiliki sejumlah penyederhanaan dibanding RPP di masa sebelum pandemi. Rangkaian kegiatan menyusun RPP adalah mengatur beban belajar, memetakan kompetensi (KD) yang ingin dicapai, menyiapkan materi pembelajaran, menentukan metode pembelajaran, dan menentukan jenis media pembelajaran yang akan digunakan.

Pertama, guru mengatur beban belajar yang akan disampaikan kepada peserta didik SD. Pengaturan beban belajar itu dilakukan dengan cara mengurangi jumlah jam pembelajaran (JP) sampai dengan 50% dari kondisi normal. Selanjutnya, guru mengatur sebaran JP tiap mata pelajaran dan mengatur jadwal pembelajaran tiap mata pelajaran. Pembuatan jadwal BDR setiap kelas harus melibatkan guru kelas dan beberapa orang guru mata pelajaran yang aktif mengajar di sekolah.

Kedua, guru melakukan pemetaan kompetensi dasar (KD) yang ingin dicapai. Pemetaan KD bisa dilakukan per minggu ataupun per bulan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh lembaga. Pemetaan KD yang akan diajarkan selama BDR menyesuaikan dengan kemampuan dan pola pikir guru.

Ketiga, guru menyiapkan materi pembelajaran. Materi pembelajaran dapat difokuskan pada salah satu enam aspek berikut: literasi dan numerasi, pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), kegiatan rekreasional dan aktivitas fisik, spiritual keagamaan, dan penguatan karakter dan budaya.

Keempat, guru menentukan metode pembelajaran. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran daring, luring, ataupun gabungan daring dan luring dengan mempertimbangkan kemudahan akses jaringan, kondisi geografis, keterbatasan sarana, dan kemampuan guru. Silakan baca lagi penjelasan beragam metode pembelajaran untuk siswa SD pada tulisan di atas.

Kelima, menentukan jenis media dan sumber pembelajaran. Guru dapat menggunakan media daring maupun luring dengan pertimbangan kondisi peserta didik. Media pembelajaran daring dapat dilakukan dengan gawai (gadget) maupun laptop melalui portal dan aplikasi pembelajaran daring yang tersedia. Media pembelajaran luring dapat dilakukan melalui televisi, contohnya Program Belajar dari Rumah melalui TVRI. Selain itu, pembelajaran luring dapat berlangsung dengan radio, modul belajar mandiri dan lembar kerja, bahan ajar cetak, alat peraga, dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar.

Komponen RPP dapat disusun secara sederhana dan mungkin saja berbeda-beda setiap lembaga. RPP di masa pandemi memuat komponen pelengkap, yaitu identitas lembaga. RPP BDR di masa pandemi setidaknya memuat Kompetensi Dasar (KD) yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Selain itu, RPP BDR selama komponen memuat tiga komponen utama, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkan langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Contoh RPP BDR di masa pandemi untuk mata pelajaran muatan lokal Keagamaan Islam adalah sebagai berikut ini:

———————————————————————-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan    : SDN Latsari

Kelas/Semester          : II/1

Mata Pelajaran          : Muatan Lokal Keagamaan Islam

Alokasi Waktu           : 2 JP

Kompetensi Dasar

1.1.  Siswa mampu menghafal bacaan sholat.

Tujuan Pembelajaran

1.      Dengan mengamati video penjelasan dan bacaan guru tentang bacaan tasyahud akhir, siswa dapat melafalkan dan menghafalkan dengan baik, benar dan lancar.

Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran di rumah bagi siswa kelas 1 lebih ditekankan pada peran orang tua dalam mendampingi anak-anaknya. Orang tua diharapkan membimbing anaknya dalam belajar melalui petunjuk yang dibuat guru. Pembelajaran dilakukan dengan kegiatan berikut:

  1. Guru mengkonfirmasi kesiapan belajar siswa melalui aplikasi whatsapp.
  2. Guru memastikan kesiapan orang tua dalam mendampingi anaknya dalam belajar melalui whats app
  3. Guru meminta orang tua membimbing anaknya belajar sesuai panduan yang dibuat guru
  4. Siswa mengamati video penjelasan guru, serta mengikuti bacaan tasyahud akhir yang dicontohkan guru dan mengulanginya berkali-kali hingga hafal dengan lancar.
  5. Guru mengkonfirmasi memastikan belajar anak di rumah berjalan kondusif
  6. Guru meminta masukan dari orang tua terkait belajar anak di rumah

Penilaian/Tugas

1.      Menghafalkan bacaan tasyahud akhir rekaman video/ rekaman suara

Aspek penilaian: 1. Fashohah     2. Kelengkapan Bacaan 3. Kelancaran

Media dan Sumber

– Buku Materi Mulok Keagamaan Islam

– Lembar Kerja Siswa yang dibuat oleh guru

– Video penjelasan materi, bahan bacaan(cerita), HP/DVD Player, dsb.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Merencanakan Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Pandemi”

  1. Walaupun namanya disederhanakan, tetapi dalam praktiknya justru guru memiliki lebih banyak tantangan ketika harus terjun langsung ke masyarakat dan mengajar murid-murid dalam bentuk kelompok-kelompok kecil.

  2. Guru-guru yang hebat tidak akan patah semangat walaupun pandemi ini terus berlangsung dan kita tidak tahu kapan selesai. Semoga semangat para guru dalam mengajar di masa pandemi ini bisa ditularkan kepada siswa dan berimbas positif terhadap kehidupan keluarga di Indonesia.

  3. Belajar di masa pandemi ini sungguh membuat stress para orang tua. Para orang tua memiliki tugas berlipat-lipat ganda. Ingat! mereka harus tetap bekerja mencari uang dan menghidupi anak-anaknya. Selain itu mereka juga harus mengemban tugas mengajar anak-anaknya di rumah. kalau memang pemerintah berniat mengatasi wabah korona di Indonesia sebaiknya buka kembali sekolah karena para orang tua sudah mulai kewalahan mengajar anak-anak sambil tetap bekerja di masa pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *