Tebar Motivasi Belajar di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2018 untuk Murid Sekolah Dasar

Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang
Hari Pertama Masuk Sekolah dengan Penghargaan Siswa Teladan Program Ramadhan Muatan Lokal Keagamaan di SDN Latsari Kec Mojowarno Kab Jombang

Para guru dan siswa SDN Latsari berangkat ke sekolah memakai seragam olahraga meski hari Senin ini (10/9/2018) akan diadakan upacara. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2018. Upacara diadakan di setiap lembaga pendidikan formal di Kabupaten Jombang hari ini. Petugas upacara berasal dari unsur siswa sekolah tersebut. Suasana upacara pagi ini berlangsung khidmat. Teriknya matahari musim kemarau tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap berdiri tegap di lapangan dari jam enam lebih empat puluh lima menit sampai jam setengah delapan pagi. Mereka mengikuti upacara dengan antusias karena ada hal yang mereka tunggu sejak dua pekan lalu, yaitu pembagian piagam penghargaan untuk para siswa berprestasi di bidang olahraga, keagamaan dan akademis. Kami sudah memberi bocoran nama-nama pemenang kepada siswa sejak beberapa hari lalu. Rupanya mereka sudah tak sabar untuk tampil ke depan podium kehormatan.

Pembagian piagam penghargaan dilaksanakan usai upacara. Inilah saat yang dinanti-nanti oleh para siswa berprestasi. Piagam penghargaan diberikan sekolah dalam tiga jenis perlombaan dan penilaian, yaitu Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan, Penilaian Kegiatan Keagamaan Bulan Ramadhan, dan Pemilihan Duta Literasi Tahun Ajaran 2017/2018. Telah terpilih 17 orang siswa putri Juara Harapan 1 Lomba Gerak Jalan Tingkat Kecamatan Tahun 2018, 12 orang Siswa Terpuji Kegiatan Keagamaan Bulan Ramadhan, dan 10 orang Siswa Terbaik Pemilihan Duta Literasi Tahun Ajaran 2017/2018. Para penerima piagam maju ke tengah lapangan satu per satu untuk menerima penghargaan. Sebagian besar dari mereka merasa terkejut saat namanya disebut sebagai salah satu siswa berprestasi. Namun ada juga beberapa siswa yang wajahnya tidak menunjukkan ekspresi berbeda karena mereka sudah terbiasa menerima penghargaan.

Sajian penghargaan hari ini merupakan langkah sederhana yang kami lakukan untuk menambah semangat belajar siswa di sekolah. Cara memotivasi belajar seperti ini tidak memerlukan biaya besar. Kami bermodalkan kertas buffalo dan plastik laminating untuk membuat piagam penghargaan. Desain piagam kami dapatkan dari inspirasi percakapan dengan kawan-kawan guru di Grup WhatsApp Gerakan Sekolah Menyenangkan. Hal yang membuat piagam tersebut tampak mahal adalah adanya nomor piagam dan tanda-tangan kepala sekolah. Reaksi mereka pun tampak senang. “Aku senang dapat hadiah. Nanti akan kutunjukkan ke ibu di rumah,” demikian ucap Lisa, salah satu pemenang Duta Literasi dari kelas II. Wajar saja Lisa kegirangan karena mendapat piagam dan hadiah karena proses penilaian Duta Literasi berlangsung setahun penuh mulai dari Juli 2017 sampai Mei 2018. Penilaian yang berlangsung dalam waktu lama mampu menguji siswa untuk tetap suka berkunjung ke perpustakaan dan membaca buku.

Hambatan dalam menjalankan kegiatan sekolah yang menyenangkan adalah tidak semua guru bersedia terlibat aktif dalam proses ini. Masih ada guru yang mengajar dengan setengah hati dan memandang tidak perlu membuat piagam-piagam penghargaan. Cara berpikir demikian dapat mematikan iklim pendidikan yang inovatif berbasis otak kanan. Jangankan memberi penghargaan, memberikan ekspresi senyum kepada siswa pun tidak mudah dilakukan. Sungguh, murid yang belajar di keadaan demikian ibaratnya telah terjebak dalam penjara kelas. Kami ingat nasehat Bapak Maji Sya’roni dalam diskusi visitasi akreditasi pekan lalu. Beliau berujar bahwa pendidikan jaman now berorientasi pada karakter murid. Guru harus selalu melakukan rekayasa lingkungan belajar agar para peserta didik merasa nyaman dan senang saat belajar di sekolah. Hal itu dapat dilakukan dengan mengaktifkan kesadaran dalam diri siswa untuk terus berprestasi.

Piagam penghargaan ini hanyalah salah satu instrumen pendidikan untuk memotivasi siswa. Selain pembagian piagam penghargaan, tentu masih ada cara kreatif lain untuk menggugah kesadaran belajar siswa. Anda dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dengan cara memberi apresiasi kepada siswa. Jika Anda memiliki pengalaman seperti ini, silakan berbagi cerita di kolom komentar.

Bagikan artikel ini melalui:

14 Replies to “Tebar Motivasi Belajar di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2018 untuk Murid Sekolah Dasar”

  1. Pak Guru kreatif harus didukung. Jangan menyerah pak walaupun berjuang sendirian di sekolah. Semoga kepala sekolah dan komite sekolah segera tersadar utk melakukan perubahan lingkungan pendidikan yg lebih baik.

  2. Guru PNS seharusnya jadi leader bagi GTT, baik dlm hal teladan maupun inovasi. Kondisi di bnyk sekolah malah terbalik. Guru PNS sdh dpt gaji negara plus TPP, masih saja sering mangkir dari kerja.

  3. Tuhan tidak pernah salah menilai manusia. Tetaplah menebar semangat dan cinta kasih meskipun tdk ada apresiasi dari orang-orang di sekitar kita.

  4. Mas Agus orang kreatif dan inovatif. Ide menulisnya ada saja tiap hari. Bgmn cara menggali ide menulis? Apakah ada jam-jam khusus utk berpikir.

  5. Sangat menarik! Jaman saya dulu blm ada program belajar yg antusias begini. Dulu sangat sulit dpt piagam penghargaan. Skrg pelajar makin mudah dpt semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *