Menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Kegiatan meneropong bintang di acara pesantren Ramadhan Kreatif
Kegiatan meneropong bintang di acara pesantren Ramadhan Kreatif

Bagaimana kabar kawan-kawan komunitas blogger Jombang dan siswa-siswi sekolah di Indonesia hari ini? Mudah-mudahan anda semua selalu bersemangat menjalani kegiatan belajar di rumah dan bekerja di rumah pada masa pandemi ini. Pada saat tulisan ini terbit, Covid-19 masih mewabah di sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia.

Para pelajar melakukan pembelajaran jarak jauh selama pandemi Corona berlangsung. Mereka tidak dapat bertemu dengan guru dan belajar bersama di sekolah. Sebagai gantinya, para siswa melakukan pembelajaran dari rumah dengan menggunakan teknologi informasi dan ditemani oleh orang tua mereka.

Metode pembelajaran di masa pandemi ini dapat dikreasikan oleh guru sedemikian rupa sehingga tetap edukatif dan menyenangkan bagi para siswa. Salah satu jenis metode pembelajaran yang dapat diterapkan di masa pandemi ini adalah pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning.

Strategi pembelajaran menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks sebagai siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran, demikian dikatakan oleh Kokom Komalasari (2015).

Dalam hal ini, siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isu materi pelajaran. Strategi ini mencakup pengumpulan informasi dan berkaitan dengan pertanyaan, melakukan sintesa, dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain (Depdiknas: 2003).

Kunjungan Guru ke Rumah Orang Tua Siswa dalam kegiatan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi di Kabupaten Jombang
Kunjungan Guru ke Rumah Orang Tua Siswa dalam kegiatan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi di Kabupaten Jombang

Model-model pembelajaran berbasis masalah dapat berupa Problem Based Introduction (PBI), debate, controversial issues,  dan example non example. Masing-masing model pembelajaran dapat dijelaskan sebagai berikut.

Model pembelajaran berbasis masalah untuk problem based introduction memusatkan pada masalah kehidupan yang bermakna bagi siswa. Peran guru dalam model pembelajaran ini adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan, dan melakukan dialog. 

Model pembelajaran debat merupakan salah satu model pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih guru dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 orang. Debat dapat dilakukan secara online sehingga siswa tidak harus bertatap muka dengan guru dan belajar kelompok dengan siswa lainnya.

Siswa melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Selanjutnya guru dapat melakukan evaluasi kepada setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan evaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.

Model pembelajaran controversial issues atau isu kontroversial adalah sesuatu yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok tetapi juga mudah ditolak oleh kelompok orang yang lain. Kecenderungan seseorang atau kelompok untuk memihak didasari oleh pertimbangan-pertimbangan pemikiran tertentu.

Langkah pembelajaran dengan menggunakan isu kontroversial sebagaimana dikemukakan oleh Hasan (1996) adalah sebagai berikut. Pertama, guru menyajikan materi yang mengandung isu kontroversial. Penyajian ini dapat dilakukan melalui penjelasan guru atau siswa membaca dan mendengar isu kontroversial yang telah disiapkan guru.

Langkah kedua, guru mengundang berbagai pendapat disertai argumentasi dari siswa mengenai isu tersebut. Pendapat-pendapat yang berbeda diidentifikasi sebagai isu kontroversial. Lalu langkah ketiga adalah isu kontroversial yang sudah dapat diidentifikasi dijadikan sebagai bahan diskusi. Setiap orang dapat menjadi pembela atau penyerang suatu pendapat. Diskusi yang dilakukan ini untuk melihat kekuatan dan kelemahan pendapat masing-masing kelas.

Kegiatan pembelajaran secara online di masa pandemi ini dapat menggunakan isu kontroversial. Siswa tidak perlu diarahkan untuk mendapatkan kesepakatan-kesepakatan. Dalam menarik kesimpulan, guru dan siswa melihat kelemahan dan keunggulan masing-masing pendapat.

Ketika kita pertama kali menggunakan pembelajaran isu kontroversial, sebaiknya guru tidak terlalu banyak mengungkapkan banyak isu yang berbeda. Dua atau tiga isu yang berbeda sudah dianggap cukup. Siswa semakin lama semakin mampu berpendapat dengan baik dan jumlah isu kontroversial pun dapat ditingkatkan.

Model pembelajaran example non example membelajarkan siswa terhadap permasalahan yang ada di sekitarnya melalui analisis contoh-contoh berupa gambar foto ataupun kasus yang bermuatan masalah. Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi masalah mencari alternatif pemecahan masalah dan menentukan cara pemecahan masalah yang paling efektif serta melakukan tindak lanjut.

Semoga artikel motivasi guru ini bisa menambah semangat setiap pendidik di Indonesia dalam mengajar siswa secara jarak jauh di masa pandemi.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Menerapkan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi”

  1. Dimasa pandemi ini yang bermasalah itu sebenarnya bukan muridnya, tapi justru orang tuanya. Banyak orang tua yang merasa kesulitan mendidik anak-anaknya karena mereka tidak mempunyai jiwa pendidik. Nah lu… baru terasa kan….
    kenapa kemarin banyak orang tua menuntut guru masuk penjara hanya karena mencubit anaknya.
    Nah sekarang gimana kalau gantian orang tua di tuntut balik karena sudah memperlakukan anaknya tidak baik selama masa belajar di rumah.
    semoga covid19 ini jadi pelajaran bagi kita semua untuk saling menghormati peran dan profesi setiap orang dan tidak semena-mena melaporkan ke pihak yang berwajib setiap tindakan yang dianggap melecehkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *