Begini Rasanya Idul Adha di Tengah Pandemi COVID-19 Tahun 2020

Kuliner khas Jawa nasi kuning dan ayam bumbu Bali
Kuliner khas Jawa nasi kuning dan ayam bumbu Bali

Hari ini semua warga Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Perayaan Idul Adha di tengah pandemi berlangsung menyenangkan meskipun sederhana. Mereka bergembira setelah semalam merayakan takbir keliling secara sederhana dengan konvoi miniatur truk. Masyarakat muslim di tempat tinggal penulis bergegas berangkat ke masjid mulai pukul setengah enam pagi. Mereka bersiap mengikuti sholat Id. Wajah-wajah bahagia tidak menampakkan antusias berlebih seperti halnya momen sholat Idul Fitri.

Pelaksanaan sholat Idul Adha di Desa Latsari berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Setiap jamaah sholat Id hadir dengan memakai masker kesehatan. Barisan sholat pun dibuat dengan berjarak cukup lebar. Khotbah sholat Id berlangsung tidak terlalu lama. Usai mendengarkan khotbah, para jamaah segera membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing tanpa bersalaman. Protokol kesehatan yang dijalankan berusaha menjalankan social-distancing karena Jombang termasuk zona merah dalam peta penyebaran COVID-19.

Sebagian kecil jamaah bertahan di halaman Masjid Baitussalam untuk mengikuti kenduri. Kenduri sholat Id berlangsung lebih sedikit peserta tahun ini. Jamaah pria dan wanita berada di tempat terpisah. Mereka bersantap makanan khas Jawa bersama-sama. Aneka menu makanan yang terdapat di acara kenduri hari ini antara lain nasi kuning, nasi jagung, sate ayam, buah-buahan, dan aneka minuman segar. Anak-anak pun turut memeriahkan acara kenduri dan saling berebut makanan.

Acara kenduri berakhir sekitar pukul setengah delapan pagi. Para jamaah segera membubarkan diri. Beberapa menit kemudian hewan qurban berdatangan. Para pria dewasa menuntun hewan qurban satu per satu. Tak lama kemudian sebanyak 9 ekor kambing dan 1 ekor sapi telah terkumpul di halaman masjid Baitussalam. Selain di masjid, kegiatan penyembelihan hewan qurban juga dilakukan di sejumlah musholla di Dusun Guwo. Masing-masing terdapat 12 ekor kambing di Musholla Baiturrohman dan 4 ekor kambing di Musholla Baiturrohim.

Hari Raya Idul Adha tahun 2020 ini jatuh pada hari Jumat sehingga waktu pelaksanaan penyembelihan hewan qurban hingga pembagian daging qurban dikejar deadline. Para jamaah pria bekerjasama menyelesaikan kegiatan penyembelihan hewan qurban secepat mungkin. Mereka berbagi tugas menyembelih, menguliti hewan, mencuci jeroan, memotong daging dan tulang, mengemas daging qurban, hingga membagikan daging kepada daftar penerima.

Kegiatan penyembelihan hewan qurban sampai dengan pembagian daging qurban telah terselesaikan pada pukul 10.30 WIB. Panitia penyembelihan hewan qurban mengaku lega dan puas karena waktu penyembelihan tidak melampaui waktu datangnya sholat Jumat. Secara umum, perayaan Hari Raya Idul Adha tahun 2020 ini berlangsung tidak semeriah acara sejenis yang dilaksanakan tahun kemarin. Semoga pandemi COVID-19 segera berakhir di Indonesia sehingga masyarakat muslim dapat lebih leluasa beribadah secara berjamaah.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Begini Rasanya Idul Adha di Tengah Pandemi COVID-19 Tahun 2020”

  1. Salah satu ciri masyarakat muslim di Indonesia adalah suka menandai hari-hari besar Islam sebagai momen kebersamaan di masyarakat. Hal ini pula yang semakin jarang kita jumpai di masa pandemi ini. Semoga wabah virus Corona tidak menghalangi kita untuk tetap melanjutkan ukhuwah islamiyah di kalangan sesama muslim Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *