Sepi! Peringatan Hari Santri di Masa Pandemi

Gebyar Sholawat Banjari Pelajar SD Mojowarno Jombang
Gebyar Sholawat Banjari Pelajar SD Mojowarno Jombang

Tanggal 22 Oktober 2020 kemarin rakyat Indonesia memperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 berlangsung sepi. Tidak banyak kegiatan tatap muka dan perayaan yang dilakukan dengan mengumpulkan anak-anak dalam jumlah besar. Hal itu dilakukan karena kebijakan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini tidak memungkinkan bagi setiap lembaga pendidikan untuk mengundang peserta didik hadir di sekolah dalam peringatan hari besar nasional maupun peringatan hari besar agama.

Sejumlah lomba-lomba keagamaan dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring) untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun 2020. Jenis lomba yang dipertandingkan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 antara lain lomba berpidato, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba pembacaan sholawat Diba’ secara online, maupun beragam jenis lomba keagamaan yang dilaksanakan seleksi secara online.

Tidak ada lagi lomba-lomba yang mampu menghadirkan anak-anak dalam jumlah besar di masa pandemi ini. Bahkan kegiatan santri Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di sejumlah lembaga pun tidak banyak berbeda ketika datang Hari Santri Nasional tahun 2020. Mereka melalui momen ini dengan biasa-biasa saja karena adanya imbauan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengundang kerumunan massa. Anak-anak tampak kecewa dengan kebijakan ini tapi mereka tidak dapat berbuat banyak dan harus menerima kondisi saat ini.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2020 yang tidak dipenuhi dengan gegap-gempita ini sekaligus menjadi pelajaran bagi kita bersama bahwa memaknai perayaan hari santri tidak harus dengan pesta-pora. Kita seharusnya selalu melakukan introspeksi diri ketika menghadapi peringatan hari besar agama Islam. Setiap umat Islam berkewajiban untuk meningkatkan iman dan taqwa mereka serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dilarang oleh agama.

Momen peringatan Hari Santri Nasional ini juga seharusnya menjadi pelecut semangat bagi setiap santri ataupun murid yang saat ini sedang menempuh pembelajaran jarak jauh dari rumah di masa pandemi. Selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian atau peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi dalam hidup kita. Adanya pandemi ini bisa menjadi di media penyadaran diri bagi kita semua bahwa Kuasa Ilahi melebihi kekuatan manusia manapun di muka bumi ini.

Bagikan tulisan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *