Selamat Tinggal Facebook

Akhirnya, kebersamaan saya dengan Facebook harus berakhir hari ini. Setelah selama sebulan terakhir saya mikir plus dan minusnya, saya memutuskan menyudahi online di situs jejaring sosial yang setahun terakhir saya ikuti ini.

Beberapa pertimbangan utama adalah:

1. Ingin lebih fokus ngeblog.

Tidak bisa dipungkiri, microblogging adalah salah satu pengalih konsentrasi menulis artikel. Kalau sudah chit-chat nggak jelas, waktu 2 jam akan habis tanpa terasa. Selain itu, kalau saya menyebut diri saya sebagai blogger, tentu saya malu kalau faktanya lebih sering online sebagai fesbuker.

2. Sumbangsih facebook terhadap traffic blog ini sangat minim.

Menurut analisa AWStat, traffic yang berasal dari Facebook hanya sekitar 2 persen. Masih jauh dari prosentase kunjungan langsung dan pencarian google. Lagipula, yang mengunjungi blog ┬áini lewat fesbuk orangnya pasti itu-itu saja. Continue reading “Selamat Tinggal Facebook”

Review Buku: I See What You Mean

Setelah sempat terlupakan, kali ini saya kembali menulis review buku. Buku yang berhasil menarik perhatian saya malam ini adalah karya D. Joel Whalen yang judulnya saya copas menjadi judul artikel ini, I See What You Mean. Tagline yang dipilih adalah Membangun Komunikasi Persuasif Dalam bisnis.

Meski pada awalnya buku ini ditulis untuk segment marketing, tak ada salahnya saya menghadirkan di blog ini. Toh, profesi blogger juga nggak jauh beda dengan marketer. Sama-sama menjual produk atau karya seseorang. Bahkan bagi blogger yang mengambil topik marketing, kemampuan berkomunikasi merupakan bagian vital dalam menggugah pertahanan prospek.

Menghadirkan sebuah artikel yang mampu men-transfer pikiran, ide ataupun gagasan penulis kepada pembaca adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Mengapa saya katakan demikian? Continue reading “Review Buku: I See What You Mean”

Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?

Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan
Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan

Ada kejadian unik nih. Sebenarnya sudah lama terjadi, tapi baru sempat menuliskan sekarang. Ada salah satu komentator blog ini yang meragukan kebenaran isi tulisan saya yang berjudul Menentukan Roles And Capabilities Untuk Mencegah Penyalahgunaan Wewenang Co-writer.

Saya cuma senyum saja menanggapinya. Lha referensi saya langsung dari WordPress kok masih diragukan. Lucu nih orang. Tapi saya pikir nggak apalah orang meragukan kemampuan saya. Saya memang masih baru di dunia blogging. Jadi wajar kalau saya diremehkan. Titik.

Membuat pembaca percaya isi tulisan kita memang bukan perkara mudah. Seperti pernah saya tuliskan di blog Arief Maulana, setidaknya ada 3 hal yang mendukung Anda dianggap layak menulis. Continue reading “Mengapa Pembaca Harus Percaya Tulisan Anda?”