Day 3 Pondok Ramadhan SDN Latsari Tahun 2018

Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin
Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin

Perhelatan hari terakhir pondok ramadhan di SDN Latsari tahun 2018 ini berlangsung tenang dan jauh dari kesan hura-hura. Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 2 Juni 2018 sejak pukul setengah delapan pagi sampai pukul sebelas siang. Para siswa mengawali kegiatan dengan tadarus bersama di pagi hari. Sama seperti pelaksanaan pondok ramadhan hari pertama dan pondok ramadhan hari kedua, tadarus kali ini masih saya selingi dengan kisah-kisah terkenal kehidupan para nabi. Anak-anak awalnya tidak tertarik menghafal ayat-ayat dalam Juz Amma. Berkat cerita yang dibumbui percakapan dalam bahasa daerah, mereka dapat lebih lama berkonsentrasi belajar menghafal.

Usai menghafal lima surat pendek dalam Juz Amma, para siswa mengikuti materi Fiqh Ramadhan bersama Bu Ida. Pembahasan kali ini mengenai ibadah zakat fitrah. Anak-anak diberikan wawasan ketentuan siapa saja orang yang berkewajiban membayar zakat. Selain itu, anak-anak juga diwajibkan hafal nama-nama delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Pembayaran zakat fitrah para siswa tahun ini dilakukan di masjid atau mushola terdekat, tidak melalui sekolah. Hal ini dipandang lebih tepat dalam pemerataan penyebaran zakat fitrah yang sesuai dengan syariat Islam.

Fiqh Ramadhan selesai dan acara dilanjutkan dengan kreasi para siswa dalam membuat hiasan kaligrafi. Setiap siswa kelas 4 dan kelas 5 diberikan selembar kertas berpola kaligrafi tertentu. Mereka diberikan tugas menempelkan bahan-bahan bekas dengan menggunakan lem. Materi yang boleh digunakan adalah biji-bijian, kain perca, daun kering, dan kulit telur. Mereka terlebih dulu membentuk bahan-bahan tersebut dengan cara menggunting. Setelah potongan bahan menempel siap, mereka pun mulai menata satu demi satu helai. Mereka membutuhkan waktu dua jam untuk bisa menyelesaikan tugas ini.

Kreasi membuat kaligrafi berbahan daur ulang ini sebenarnya sudah kami mulai sejak pondok Ramadhan tahun 2017 lalu. Saat itu para siswa sukses melaksanakan tugasnya. Kali ini hanya sebagian siswa mampu menyelesaikan tugas dengan sabar dan telaten. Sebagian siswa mampu menyelesaikan tugas menempel dengan hasil acak. Mereka inilah anak-anak yang terbiasa bergerak cepat dan mudah dihinggapi rasa bosan. Secara umum, semua siswa telah diajarkan untuk mencintai kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka baru menyadari bahwa bahan-bahan yang dulu mereka buang ke tempat sampah ternyata bisa diubah menjadi karya seni yang indah.

Pelaksanaan pondok Ramadhan tahun ini memang tidak jauh berbeda dibanding format kegiatan serupa tahun lalu. Tetap ada tadarus, cerita ramadhan, tutorial hijab, tutorial sarung, kaligrafi tempel, dan buka puasa bersama. Akibatnya kesamaan itu adalah siswa menjadi bosan. Mereka bosan bukan karena materinya tidak menarik, tetapi karena mereka sudah hafal ending dari acara tersebut akan menjadi seperti apa. Lain halnya kalau format acara diganti, mereka tentu akan penasaran dengan kelanjutan acara. Itulah tugas kami para pengisi acara pondok ramadhan untuk berinovasi lebih kreatif tahun depan.

Sangat disayangkan juga bahwa dukungan guru-guru kelas terhadap kegiatan ini tidak sesuai harapan. Panitia yang bergerak aktif seolah-olah hanya Guru PAI dan Guru Keagamaan. Selebihnya, banyak guru kelas yang duduk manis di kantor guru saat kami sedang sibuk mengisi acara. Tidak ada satu pun pihak yang bisa disalahkan. Job deskripsi memang demikian jelas dan tidak memberikan ruang bernafas kepada guru agama. Semoga ke depannya ada kontribusi yang lebih nyata dari guru kelas terhadap kegiatan seperti ini. Bukankah pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya guru agama?

Oh ya, saya sempat mengisi kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah tetangga, yaitu SDN Penggaron. Intip videonya di bawah ini.

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Day 3 Pondok Ramadhan SDN Latsari Tahun 2018”

  1. Assalamu alaikum ustadz. Kami bangga pernah belajar dengan Anda. Semoga kita bisa berjumpa lagi dalam majelis ilmu yg barokah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *