Cerita Islami di Pesantren Ramadhan SDN Penggaron Mojowarno Jombang

Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Bercerita di hadapan anak-anak adalah salah satu kegiatan paling menyenangkan dalam hidup saya. Berinteraksi dengan mereka memberikan energi tambahan dalam melangkah. Oleh karena itu, saya menyambut antusias hasil musyawarah KKG MKI yang sepakat mengadakan program pertukaran guru untuk saling berbagi cerita Ramadhan. Bentuk cerita dapat berupa dongeng, kisah inspiratif, legenda rakyat, dan beragam cerita bernafas Islami lainnya. Kegiatan bercerita diadakan sebagai salah satu muatan materi pondok pesantren Ramadhan di setiap sekolah dasar di Kecamatan Mojowarno. Sosialisasi acara ini telah dilakukan sebulan sebelumnya pada rapat KKG MKI di SDN Japanan 1. Bukan hanya sosialisasi, saat itu juga telah dilaksanakan pelatihan mendongeng untuk guru-guru mulok keagamaan Kecamatan Mojowarna. Inilah saatnya bagi mereka untuk mempraktekkan teori yang telah didapat dari Ustadz Andy.

Saya menyiapkan diri sebaik mungkin sejak jauh hari. Saya tidak kesulitan mencari materi cerita Islami karena sudah ada dalam beberapa buku koleksi saya. Bagian paling menantang adalah membuat kostum dan alat peraga bercerita. Kostum tidak boleh meribetkan langkah. Alat peraga pun harus sederhana, mudah dibuat namun mendukung konsep cerita. Keadaan demikian memaksa saya untuk mengerahkan imajinasi terdalam untuk berkreasi. Saya pun memilih membuat replika sayap burung untuk mendukung kegiatan mendongeng untuk anak bertema Islami ini. Alasannya sederhana, bahan mudah didapat dan bentuknya mudah dikenali. Saya sempat berpikir akan membuat sayap besar layaknya peserta Jember Festival Carnaval. Tapi hal itu saya urungkan. Kalau nanti saya pakai kostum heboh seperti itu, saya khawatir akan tercipta visualisasi yang salah dalam otak anak tentang ajaran Islam.

Tiba pada hari yang ditentukan, saya pun berbagi waktu untuk menghadiri pondok Ramadhan di SDN Latsari dan SDN Penggaron pada Kamis, 2 Juni 2018. Ini bukan aksi pertama saya di SDN Penggaron. Pada PHBI Rajab lalu pun saya sudah memberi sajian istimewa kepada para siswa. Walaupun demikian, saya masih merasa demam panggung sebelum tampil. Setelah bersiap sejenak, saya pun tampil bercerita di hadapan sekitar seratus murid SDN Penggaron. Saya menyajikan kisah perang gajah pada masa kelahiran Nabi Muhammad. Kostum yang saya gunakan meniru karakater imajinatif burung ababil. Saya tidak paham bentuk burung ababil dalam kehidupan nyata. Asalkan ada suara burung dan bentuk badan bersayap, itu sudah cukup mewakili karakter burung ababil.

Para siswa tampak mendengarkan dengan seksama. Sepertinya mereka jarang mendapatkan sajian dongeng dari guru mereka. Tak mengherankan, mereka tampak heran melihat karakter burung ababil dan Raja Abrahah yang saya bawakan. Terkadang mereka tertawa saat melihat adegan lucu yang saya tampilkan. Ini jadi hiburan yang menyenangkan bagi mereka di tengah teriknya cuaca bulan Ramadhan. Saya juga membawa dua bola warna merah sebagai simbol kerikil dari neraka yang dijatuhkan burung ababil kepada pasukan Raja Abrahah. Setelah acara mendongeng selesai, mereka tampak malu-malu mendekati wayang kertas yang saya bawa untuk mendongeng. Mereka pun berteriak histeris saat saya ajarkan memegang wayang. Di akhir pertemuan itu, saya ajak mereka berfoto bersama. Kembali mereka berebut bergaya di depan kamera.

Kegembiraan yang terpancar para murid mendengar cerita Islami itulah tujuan tersembunyi dari pelaksaan kegiatan pondok ramadhan di sekolah dasar ini. Pondok Ramadhan yang menyenangkan seperti ini menjadi pengalaman yang berkesan seumur hidup mereka. Sudah tidak jamannya lagi murid mengalami kebosanan dalam belajar agama, khususnya agama Islam. Islam adalah agama yang menyukai keindahan. Keindahan itu tampak dalam berpakaian, terdengar pada lantunan ayat suci Al-Quran, dan terasa menyentuh hati bagi siapa saja yang mau berfikir. Tugas berat para pengajar Al-Quran adalah menyampaikan materi pembelajaran yang mampu mendidik perilaku murid dalam kehidupan sehari-hari. Semoga para guru agama dapat terus berinovasi menghadirkan suasana pembelajaran yang rekreatif untuk siswa di sekolah. Saya telah melaksanakannya. Bagaimana dengan Anda?

Bagikan artikel ini melalui:

3 Replies to “Cerita Islami di Pesantren Ramadhan SDN Penggaron Mojowarno Jombang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *