Meriah! Siswa Sekolah Dasar Belajar Mengelola Zakat Fitrah

Salah satu rukun Islam yang dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadan adalah membayar zakat fitrah. Zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Penerima zakat fitrah diutamakan dari kelompok fakir miskin. Makanan pokok masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa umumnya adalah beras. Oleh karena itu pembayaran zakat fitrah kali ini pun berupa beras. Siswa-siswi SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tahun ini membayar zakat fitrah di sekolah. Kegiatan penghimpunan zakat fitrah dilakukan mulai Senin, 20 Mei 2019 hingga hari ini Kamis, 22 Mei 2019. Para siswa tampak bersemangat membayar zakat fitrah mereka di sekolah.

Penulis saat ini bekerja sebagai pengajar mata pelajaran Muatan Lokal Keagamaan Islam di sekolah dasar negeri yang berada di Desa Latsari ini. Bukan hanya membayar zakat fitrah, siswa-siswi itu juga penulis libatkan dalam kegiatan pengelolaan berzakat fitrah. Sebanyak sepuluh orang siswa terlibat secara aktif sebagai panitia zakat fitrah di sekolah. Mereka ikut membantu penulis dari proses awal pendataan masyarakat fakir miskin, mengemas ulang beras zakat hingga menyalurkan zakat kepada para penerima. Proses penyaluran zakat fitrah berlangsung selama dua hari, yaitu kemarin (22/5/2019) dan hari ini (23/5/2019). Para siswa terlihat bersemangat menjalankan tugas sebagai panitia zakat.

“Ayo, Pak! Kita bagikan beras zakat sekarang,” ujar Mohammad Alva, siswa kelas 4 SD yang pagi ini berangkat lebih awal ke sekolah. Penulis berusaha mengendalikan semangat para siswa mengingat saat ini mereka sedang mengikuti ujian akhir semester. Mereka saling berebut memindahkan tumpukan plastik berisi beras zakat. Penulis khawatir mereka over-confident dan ngos-ngosan di siang hari. Jangan sampai aktivitas membagikan beras zakat ini mengganggu kegiatan utama mereka dalam mengerjakan soal ujian.

Penyaluran beras zakat fitrah dilakukan dengan sistem kupon. Panitia zakat menyiapkan kupon pengambilan dan membagikan kepada fakir miskin calon penerima zakat. Penulis melibatkan masing-masing Ketua RT untuk membagikan kupon kepada daftar calon penerima zakat. Kupon tersebut bertuliskan nama mustahik, waktu pengambilan dan tempat pengambilan zakat. Para mustahik telah antre di depan meja panitia sejak Rabu pagi kemarin. Usai mengisi daftar, para penerima zakat itu diberikan sebungkus beras seberat 3 kg. Kebahagiaan terpancar dari para penerima zakat itu. Beras zakat diharapkan bisa menjadi bahan makanan bagi para muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Terima kasih, pak. Terima kasih, anak-anak,” demikian disampaikan Ibu Marsinten saat menerima beras zakat dari Zalfa, salah satu panitia zakat.

View this post on Instagram

Anak hebat suka berbagi dengan sesama.

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Selain menggunakan metode kupon, penyaluran beras zakat fitrah juga dilakukan dengan cara membagikan dari rumah ke rumah. Pilihan berbagi zakat door to door ini menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa. Hari ini penulis mengantarkan beberapa orang siswa untuk menyampaikan beras zakat ke rumah mustahik. Jonathan adalah salah satu murid yang menjadi petugas pengantar zakat. Penulis menghampirinya di sela-sela jam istirahat Ujian Akhir Sekolah. Ia berteriak kegirangan saat penulis ajak berkeliling naik kendaraan sepeda motor.

“Wah, senangnya diajak Pak Agus membagi zakat,” ujar murid kelas III SDN Latsari ini.

Berkah Ramadhan menghadirkan kebahagiaan bagi setiap insan yang beriman dan bertakwa. Semoga kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat murid-murid SDN Latsari tahun ini bisa menjadi pengalaman ibadah yang menyenangkan bagi masyarakat Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Dongeng Anak di Acara Pondok Ramadhan 2017 Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

7 Replies to “Meriah! Siswa Sekolah Dasar Belajar Mengelola Zakat Fitrah”

  1. Sukses selalu untuk guru guru mulok Kecamatan mojowarno. aktivitas guru mulok mojowarno patut dicontoh oleh guru-guru lain di Kabupaten Jombang.

  2. Beruntunglah anak-anak yang mendapatkan pendidikan agama sejak dini. Kelak mereka akan menjadi orang-orang yang soleh di masa dewasa.

  3. Apakah ada laporan tertulis kepada organisasi orang tua murid mengenai penerimaan dan penyaluran dana zakat?

  4. Memberikan keteladanan kepada anak-anak adalah tugas utama seorang guru. Semoga semua guru di Indonesia bisa menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *