Peran Penting TPQ dalam Pendidikan Islami di Masa Pandemi

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang menggunakan Buku At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang menggunakan Buku At-Tartil

Pendidikan di masa pandemi tidak dapat dilangsungkan secara tatap muka pada lembaga pendidikan formal. Pemerintah Indonesia sejak akhir Maret 2020 lalu memutuskan untuk menutup sekolah dan madrasah serta melarang siswa hadir di sekolah. Belum ada tanda-tanda kebijakan belajar dari rumah ini akan berakhir sampai dengan tulisan ini diterbitkan.

Sebagai gantinya adalah pelajar melakukan kegiatan belajar jarak jauh selama masa pandemi berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selama masa pandemi relatif lebih banyak memakan biaya dan berlangsung kurang efektif.

Dalam aspek pendidikan Islami, banyak materi pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama Islam yang membutuhkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid.  Namun sayangnya, guru dan murid tidak boleh bertemu dalam area sekolah selama masa pandemi ini. Sekalipun guru boleh berkunjung ke rumah orang tua siswa, siswa tidak diperkenankan untuk membentuk kelompok belajar.

Solusinya adalah guru harus mengajar satu persatu siswa di rumahnya masing-masing. Tentu saja langkah ini sangat memberatkan bagi guru mengingat jumlah siswa yang tidak sedikit dan kondisi geografis yang berbeda-beda di tiap desa di wilayah Indonesia.

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil

Meskipun lembaga pendidikan formal seperti sekolah dan madrasah ditutup oleh Pemerintah Daerah, namun masih ada lembaga pendidikan non formal dalam pengajaran Islam yang masih diperbolehkan beroperasi di Jombang selama mulai 2 bulan terakhir ini. Lembaga pendidikan Islam informal yang ada di desa-desa adalah Taman Pendidikan Alquran (TPQ atau TPA). Taman Pendidikan Alquran di  wilayah kabupaten Jombang telah beroperasi sejak awal Juni 2020 lalu dengan rekomendasi Pemerintah Desa setempat.

Guru Pendidikan Agama Islam dapat bekerja sama dengan lembaga Taman Pendidikan Alquran di desa tempat tinggal murid-muridnya untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Cara pembelajaran seperti ini diyakini bisa mengurangi ketimpangan harapan pembelajaran di masa pandemi antara kurikulum dengan kenyataan di lapangan.

Guru Pendidikan Agama Islam dapat menyampaikan materi sesuai dengan Kurikulum di ruang kelas Taman Pendidikan Alquran ataupun serambi mushola dan masjid tempat santri TPQ belajar. Inilah kesempatan bagi guru agama untuk kembali menyapa siswanya di masa pandemi. 

Strategi pembelajaran guru agama datang ke lembaga Taman Pendidikan Alquran bisa dikatakan sebagai cara untuk mengakali hambatan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah di masa pandemi. Namun bagaimana lagi, inilah cara terakhir yang dapat ditempuh oleh guru agama Islam agar mereka dapat menyampaikan materi dengan tepat.

Ada banyak materi yang harus melakukan pertemuan tatap muka antara guru dan murid, diantaranya adalah praktek berwudhu, praktek salat dan ragam keterampilan beribadah lain yang menuntut evaluasi langsung dari guru kepada murid supaya pembelajaran berlangsung efektif. Semoga para guru agama selalu diberikan kesehatan dan kesabaran dalam mendidik murid-muridnya di masa pandemi ini.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Peran Penting TPQ dalam Pendidikan Islami di Masa Pandemi”

  1. Tetap semangat untuk para guru agama di Indonesia. Masa pandemi ini Bukan Halangan bagi kalian semua untuk tetap berdakwah dan menyampaikan kebenaran. Percayalah Allah akan memberikan hikmah dan keindahan di akhir masa pandemi ini.

    1. Syukron ustadz! Di masa pandemi ini ternyata msh bnyak pengajar Quran yg fokus di TPQ alih2 mikirin duit. Semoga usaha kita dalam mendidik anak-anak bisa memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *