Karena Tuntutan Pekerjaan, Banyak Guru Hijrah Menjadi Youtuber Dadakan di Masa Pandemi

5 Rekomendasi Smartphone Dual Kamera Terbaik - Gambar diambil dari TheTechy.com
Meniru kinerja lensa mata… 5 Rekomendasi Smartphone Dual Kamera Terbaik – Gambar diambil dari TheTechy.com

Cara belajar siswa di masa pandemi Covid-19 telah merubah banyak perilaku pendidik dan tenaga kependidikan dalam melayani kebutuhan peserta didik untuk mengakses layanan pendidikan. Salah satu perubahan terbesar adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh siswa di masa pandemi ini. Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Jombang dan kota-kota besar lain di Indonesia mengharuskan setiap pendidik untuk menyiapkan materi pembelajaran jauh lebih rumit daripada pembelajaran tatap muka seperti biasanya.

Saat ini terdapat larangan bagi pendidik di Kabupaten Jombang untuk mengajar tatap muka dan mengunjungi rumah peserta didik secara berkelompok. Pelarangan ini berlaku di wilayah kabupaten Jombang selama sepekan terakhir ini sejak tahun ajaran baru dilangsungkan secara aktif. Oleh karena itu, pendidik menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring) ataupun luar jaringan (luring) untuk mengajar. Pilihan paling banyak jatuh pada metode pembelajaran menggunakan video pembelajaran.

Untuk dapat menggunakan video pembelajaran, seorang guru dapat mengakses YouTube dan membagikan link video tersebut yang memiliki koleksi jutaan video pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh pendidik. Meski demikian, seringkali video pembelajaran yang tersedia di YouTube tidak sesuai dengan harapan dari pendidik. Jika terjadi keadaan demikian maka pendidik mau tak mau harus membuat video pembelajaran sendiri. Konten video pembelajaran itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini di masa pandemi.

Tidak mengherankan jika saat ini banyak sekali guru yang hijrah menjadi seorang youtuber dadakan di masa pandemi. Ini bukanlah fenomena yang direncanakan oleh seorang guru. Sebagian besar guru justru malu tampil di depan kamera video. Kebutuhan peserta didik untuk dapat mengakses informasi dan pembelajaran secara ideal mengharuskan seorang guru untuk dapat melakukan fungsi ganda sebagai pendidik sekaligus seorang youtuber. 

Penulis pun merupakan seorang pendidik yang mau tidak mau harus terjun kembali menjadi youtuber setelah empat bulan vakum membuat konten video. Alhamdulillah selama ini penulis sudah memiliki channel YouTube dan mempunyai subscriber sebanyak 1.400 orang lebih selama setahun terakhir ini. Konten video channel YouTube penulis selama ini kebanyakan berisi liputan acara jalan-jalan, travelling dan liburan ke tempat wisata di wilayah Kabupaten Jombang. Berhubung masa pandemi Covid-19 berlangsung selama berbulan-bulan maka selama berbulan-bulan itu pula penulis berhenti membuat konten video YouTube.

Pemberlakuan masa belajar di rumah diiringi dengan pelarangan kunjungan ke rumah orang tua siswa mengharuskan penulis kembali aktif menjadi seorang youtuber. Selama dua pekan terakhir ini penulis rajin membuat video pembelajaran untuk di diunggah ke Channel YouTube Agus Siswoyo. Pekerjaan membuat konten video ini benar-benar melelahkan karena menguras waktu, tenaga, pikiran, dan biaya pula. Namun bagaimana lagi, aktifitas membuat konten video adalah tuntutan pekerjaan.

Konten video untuk mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam belum banyak tersedia di YouTube. Bahkan mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam merupakan muatan lokal khas Kabupaten Jombang yang tidak dimiliki oleh kabupaten dan kota lain di Indonesia. Sangat kecil kemungkinan penulis mendapatkan konten video yang sama persis dengan materi yang terdapat di dalam buku paket mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam.

Penulis lantas berinisiatif membuat sendiri konten video pembelajaran yang materinya berisi topik-topik pembahasan yang ada dalam kompetensi dasar mata pelajaran muatan lokal mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sekolah dasar. Proses membuat video membutuhkan waktu sehari untuk sebuah video pembelajaran yang ideal lengkap dengan gambar suara dan animasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Konten video ini diharapkan dapat mendukung kegiatan siswa selama belajar dari rumah.

Meskipun pembuatan video YouTube bagi dunia pendidikan merupakan hal yang baru bagi kebanyakan pendidik di Indonesia, namun lambat-laun aktivitas kreatif ini akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan sekaligus memungkinkan guru mendapatkan penghasilan tambahan dari internet. Mudah-mudahan setiap pendidik di Indonesia selalu diberikan daya kreasi, inovasi dan imajinasi yang mumpuni dalam memproduksi konten-konten video pembelajaran yang bermanfaat bagi para peserta didik yang diajarnya selama mereka belajar di masa pandemi.

Selamat berkreasi gaes!

Bagikan tulisan ini:

6 Replies to “Karena Tuntutan Pekerjaan, Banyak Guru Hijrah Menjadi Youtuber Dadakan di Masa Pandemi”

  1. Ok guys…
    aku juga percaya kok gak para guru agama di Kabupaten Jombang kreatif dan bisa membuat media pembelajaran yang menarik untuk anak-anak.
    tetap semangat ya guys dalam membuat konten video YouTube.

  2. Bukankah itu pertanda yang bagus bahwa konten YouTube di era pandemi ini justru menjadi lahan berdakwah bagi para guru. Jangan biarkan anak-anak muda Indonesia menyaksikan konten YouTube yang tidak mendidik, misalnya prank terhadap orang-orang miskin.

  3. Apapun kondisi pendidikan di Indonesia saat ini harus kita syukuri. Setidaknya anak-anak masih bisa bermain di rumah selama masa pandemi berlangsung.

  4. Sangat disayangkan karena pemerintah seolah tidak memberikan pelatihan bagi para guru untuk menjadi presenter atau penyiar melalui media online. Padahal kebutuhan ini sangat dipentingkan ketika muncul kebijakan belajar dari rumah di masa pandemi.

  5. Semakin meningkatnya kebutuhan pembelajaran melalui YouTube membuktikan bahwa tren pendidikan di Indonesia harus bergeser ke penggunaan teknologi informasi.

  6. Indonesia Hebat bukan karena banyak korporat asing yang menanamkan modal di Indonesia. Indonesia bisa maju karena kerja keras para guru dalam mendidik generasi muda. Seharusnya guru-guru di Indonesia mendapatkan perhatian lebih dan peningkatan kesejahteraan di masa pandemi ini agar mereka tetap dapat fokus mengajar secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *