Surat Cinta Untuk Nabi di Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin
Gambar Kaligrafi Santri TPQ Al-Mujahiddin

Murid-murid SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tampak bergembira berangkat ke sekolah pada pagi ini, Jumat 8 November 2019. Mereka berangkat ke sekolah memakai busana muslim atau muslimah berwarna-warni. Ragam warna merah, putih, kuning, merah muda, hijau, dan hitam tampak pada pakaian mereka. Itulah simbol kegembiraan hati para siswa dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad tahun ini.

Perayaan Maulid Nabi di Desa Latsari berlangsung meriah. Warga Latsari pun merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di berbagai tempat. Sore hari sebelumnya para orang tua dan anak-anak yang tergabung dalam jamaah sholat maghrib mengadakan pembacaan sholawat nabi di masjid dan musholla terdekat. Mereka turut membaca srokalan, bacaan sholawat yang dilagukan dengan dialek Jawa.

Usai membaca srokalan, berbagai macam kuliner adat Jawa disajikan dalam wadah-wadah sterofoam. Nasi kuning, sego kabuli, ayam bakar, telor balado, urap-urap, mie goreng, dan beragam olahan khas pedesaan terjejer rapi di tengah jamaah masjid. Kegembiraan anak-anak menyantap kuliner khas Muludan ini berlanjut hingga pagi hari ini. Mereka membawa masakan spesial Muludan hasil karya orang tua mereka.

Ceramah Agama Islam

Mereka berangkat ke sekolah dengan membawa bekal makanan. Kegiatan pagi ini terasa menyenangkan bagi mereka. Bukan hanya karena mereka membawa bekal makanan enak sejak dari rumah, tetapi juga karena di sekolah mereka akan diadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi. Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad sebagai penyebar agama Islam.

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di sekolah dasar negeri Latsari Mojowarno Jombang dimulai pukul tujuh pagi. Para siswa memulai hari ini dengan berdoa bersama. Kemudian mereka mendengarkan ceramah agama dari pembimbing pendidikan Diniyah. Pembimbing Pendidikan Diniyah melaksanakan tugas perdana sebagai pemateri dalam acara peringatan hari besar Islam kali ini. Sukses! Para siswa mengikuti kegiatan dengan khidmat.

Setelah mengikuti ceramah agama, para siswa kemudian secara bergantian membaca sholawat Diba’. Kumpulan lagu-lagu sholawat Diba’ diperdengarkan siswa melalui dua buah microphone yang tersambung ke sistem pengeras suara. Anak-anak tampak bergembira menyanyikan lagu-lagu sholawat yang sudah mereka hafal.

Menulis Surat Untuk Nabi

Bagian paling akhir dari perayaan Maulid Nabi Muhammad di sekolah hari ini adalah menulis surat cinta untuk Nabi. Surat cinta untuk nabi adalah bentuk penghormatan dan pernyataan kagum secara tertulis dari anak-anak untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad. Apa yang akan anak-anak sampaikan seandainya mereka bertemu dengan nabi? Apa yang akan mereka katakan untuk menyatakan terima kasih atas ajaran agama Islam yang diterima? Tentu tidak mudah menjawab beberapa pertanyaan ini.

“Aduh, saya mau nulis apa ya?” ucap Zahara, siswi kelas 3. Ia tampak berpikir selama beberapa menit untuk mendapatkan ide menulis surat.

Sementara itu para siswa dari kelas atas tampak lebih mudah menulis surat. Mereka sibuk dengan kertas dan spidol masing-masing. Lima belas menit kemudian surat itu pun terselesaikan. “Tulisan saya jelek nggak apa-apa kan, Pak? Yang penting saya sudah curhat sama Nabi,” demikian dikatakan Ibra, siswa kelas 5 SDN Latsari.

Imajinasi anak-anak yang berkumpul di gedung Perpustakaan pun meletup-letup. Sebagian anak merasa kesulitan untuk merangkai kata-kata ke dalam selembar kertas berwarna-warni, selebihnya tanpa hambatan. Puluhan surat surat cinta untuk nabi itu sudah terkumpul setengah jam kemudian. Berbagai respon siswa pun terdengar. Sebagian dari mereka merasa senang bisa berekspresi lewat surat. Namun sebagian siswa lain merasa bersedih karena tidak berkesempatan bertemu langsung dengan Nabi Muhammad.

Kreasi Kembar Mayang

Kumpulan surat cinta untuk nabi itu dipajang oleh siswa di sebuah gunungan wayang yang terbuat dari bilah-bilah bambu yang telah dibentuk. Anak-anak tampak antusias menempelkan surat cinta mereka untuk Nabi Muhammad ke sebuah gunungan. Gunungan wayang itu diapit oleh dua buah kembar Mayang. Kembar Mayang adalah benda bentuk bunga imitasi hasil kerajinan anak-anak.

Kembar Mayang merupakan perlengkapan adat masyarakat Jawa dalam perayaan pernikahan warga. Kali ini simbol kebahagiaan dalam pernikahan itu ditampilkan oleh anak-anak dalam acara peringatan Maulid Nabi. Tentu saja para siswa berteriak histeris manakala mereka berhasil menyelesaikan proses pembuatan kembar Mayang dengan tangan mereka sendiri.

“Baru kali ini saya membuat kembar mayang. Ternyata asyik dan mudah,” ujar Zalfa, murid kelas 6 SDN Latsari.

Semoga kegembiraan anak-anak dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad tahun ini bisa terus terpelihara sepanjang tahun. Bagaimanapun juga anak-anak harus diajarkan untuk mengenali kebudayaan mereka sendiri selain menjalankan perintah ajaran agama Islam. Semoga para siswa bisa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan unggul dalam kompetisi pendidikan di era global saat ini.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Surat Cinta Untuk Nabi di Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *