Hari Kedua Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar di Kwaran Bareng Kwarcab Jombang 2018

Persiapan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018
Persiapan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018

Hari ini 16 Desember 2018 merupakan pelaksanaan hari kedua kursus pembina Pramuka tingkat mahir dasar (KMD). Acara ini diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka (Kwaran) Bareng Kwartir Cabang Jombang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bareng mulai pukul 07.00 WIB. Materi KMD hari ini adalah metode pendidikan kepramukaan dan organisasi gugus depan dan satuan.

Metode Kependidikan Kepramukaan

Metode pendidikan kepramukaan adalah cara memberikan pendidikan kepada peserta didik melalui kegiatan pendidikan kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan menantang yang disesuaikan dengan kondisi situasi dan kegiatan peserta didik.

Metode pendidikan kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui pengamalan kode kehormatan pramuka. Hal ini dilakukan dengan cara belajar sambil melakukan (learning by doing) serta dilakukan dengan sistem beregu (Patrol System).

Metode pendidikan kepramukaan dilakukan di alam terbuka. Hal ini merupakan kegiatan yang menantang dan mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda. Metode pendidikan kepramukaan menggunakan sistem tanda kecakapan, sistem satuan terpisah untuk putra dan putri, dan kiasan dasar.

Kode kehormatan kepramukaan dilaksanakan dengan cara menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Kepramukaan membina kesadaran berbangsa dan bernegara serta mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.

Pengamalan kode kehormatan pramuka bertujuan untuk memiliki sikap kebersamaan dan hidup secara sehat secara jasmani dan rohani. Pengamalan kode kehormatan pramuka berwujud sikap terbuka dalam mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, membina diri untuk bertutur kata dan bertingkah laku yang sopan, ramah dan sabar.

Selain itu seorang anggota Pramuka yang mengamalkan kode kehormatan akan membiasakan diri untuk memberikan pertolongan, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mampu mengatasi tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.

Seorang anggota Pramuka yang telah mengamalkan kode kehormatan akan bersedia secara ikhlas menerima tugas berupa melatih keterampilan dan pengetahuan yang gembira dalam menjalankan tugas menghadapi kesulitan maupun tantangan. Mereka bertindak hidup secara hemat, teliti dan waspada dengan membiasakan hidup secara bersahaja.

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Metode Pembinaan Kepramukaan

Kegiatan belajar yang dilakukan dalam kepramukaan dilaksanakan dengan kegiatan praktek secara praktis sebanyak mungkin yang bertujuan untuk mengarahkan perhatian peserta didik untuk melakukan hal-hal yang nyata serta merangsang rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan.

Metode pembinaan kepramukaan dilakukan dengan sistem beregu. Sistem beregu dilaksanakan agar peserta didik memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggung jawab; mengatur diri, menempatkan diri, bekerja sama dalam kerukunan dan kegotongroyongan.

Peserta didik dikelompokkan dalam satuan gerak yang dipimpin oleh mereka sendiri dan merupakan wadah kerukunan di antara mereka. Kegiatan ini mempermudah penyampaian pesan di alam terbuka dan mengurangi rentang kendali (Spend of Control).

Kegiatan kepramukaan yang menantang dan mengikat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani anggota muda. Pelaksanaan metode pendidikan kepramukaan dilakukan dengan kegiatan pendidikan kepramukaan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi pramuka. Dan bagi mereka yang telah menjadi Pramuka hal ini bertujuan agar tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan yang ada.

Kegiatan pendidikan kepramukaan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan secara terpadu. Pendidikan dalam gerakan pramuka dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok.

Materi kegiatan pendidikan kepramukaan disesuaikan dengan usia dan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik pendidikan kepramukaan akan diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan emosi peserta didik serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi masyarakat dan lingkungannya.

Organisasi Pasukan Penggalang

Kepramukaan diselenggarakan di gugus depan dan satuan karya Pramuka. Gugus Depan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi peserta didik dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi peserta didik yang terdiri dari perindukan siaga, pasukan penggalang, ambalan penegak, dan racana pandega.

Pasukan penggalang merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 11 sampai dengan 15 tahun yang terdiri paling banyak 40 orang Pramuka Penggalang. Pasukan penggalang dibagi dalam satuan kecil yang disebut regu. Masing-masing regu terdiri dari 5 sampai dengan 10 orang.

Pembentukan regu penggalang dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri sesuai dengan keinginannya untuk berhimpun dengan teman yang disenangi. Setiap regu memakai nama regu yang dipilih sendiri oleh anggota regu. Regu putra menggunakan nama binatang sedangkan regu putri menggunakan nama bunga atau tumbuh-tumbuhan.

Kak Achmad Sofi'i utk Materi KMD Penggalang 2018
Kak Achmad Sofi’i utk Materi KMD Penggalang 2018

Pemimpin regu dipilih oleh dan dari regunya. Pemimpin regu menunjuk wakil pemimpin regu dari anggota regunya. Regu dipimpin oleh seorang pemimpin regu secara bergiliran. Para pemimpin regu memilih pemimpin salah satu diantara pemimpin regu sebagai pemimpin regu utama yang dipanggil sebagai Pratama.

Untuk pendidikan kepemimpinan para pasukan Pramuka Penggalang maka dibentuk dewan pasukan penggalang yang disingkat dewan penggalang. Dewan penggalang terdiri dari para pemimpin regu, para wakil pemimpin regu, pemimpin regu utama (Pratama), pembina Pramuka Penggalang, dan para pembantu pembina Pramuka Penggalang.

Dewan penggalang mengadakan rapat sebulan sekali. Ketua dewan penggalang adalah Pratama. Pratama, sekretaris dan bendahara di jabat secara bergilir di antara anggota dewan penggalang. Pembina dan pembantu Pembina penggalang bertindak sebagai penasihat, pengarah dan pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir.

Dewan kehormatan penggalang dibentuk dengan tujuan untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab. Dewan kehormatan bermusyawarah bila terjadi peristiwa menyangkut tugas dewan. Dewan kehormatan penggalang terdiri dari para pemimpin regu, para wakil pemimpin regu, pembina dan para pembantu pembina. Ketua dan wakil ketua dewan kehormatan adalah Pembina dan pembantu Pembina penggalang sedang sekretarisnya adalah seorang pemimpin regu.

Dewan kehormatan bertugas menentukan pelantikan, pemberian TKK, tanda penghargaan dan lain-lain kepada Pramuka penggalang yang berjasa dan berprestasi. Dewan kehormatan juga bertugas untuk menentukan pelantikan pemimpin dan wakil pemimpin regu serta Pratama. Dewan kehormatan Penggalang bertugas menentukan tindakan yang berhadapan dengan pelanggaran kode kehormatan sesudah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri.

Pembinaan pasukan penggalang dilakukan oleh seorang Pembina penggalang dibantu oleh paling banyak 2 orang pembantu Pembina penggalang. Pembina dan pembantu pembina Pramuka Penggalang putra harus dijabat oleh seorang pria dan untuk Pramuka penggalang putri dijabat seorang wanita. Hal ini disebut sebagai sistem terpisah.

Ragam Keterampilan Penggalang

Materi yang menyita banyak perhatian dalam pelaksanaan kursus pembina pramuka tingkat mahir dasar hari kedua ini adalah ragam keterampilan Pramuka Penggalang. Hari ini setiap regu diwajibkan menampilkan sedikitnya 4 jenis keterampilan kepramukaan. Setiap regu diberikan waktu 3 jam oleh panitia untuk membuat video singkat tentang ragam penampilan yang bisa mereka tunjukkan secara berkelompok.

Jenis keterampilan kepramukaan yang dapat ditunjukkan antara lain melakukan latihan baris berbaris, membuat yel-yel kelompok, melakukan praktek tali temali, memecahkan berbagai macam sandi, dan berbagai jenis permainan di luar ruangan lainnya. Para peserta mengikuti sesi ini dengan antusias. Mereka bekerja sama menampilkan berbagai macam keterampilan dan direkam melalui smartphone milik salah satu anggota regu masing-masing.

Kegiatan pelatihan kursus Mahir dasar pembina Pramuka hari ini ditutup pada pukul 16.00 dengan kegiatan upacara penutupan latihan pramuka. Para peserta secara bergantian bertugas menjadi petugas upacara. Tak jarang mereka pun bertingkah laku heboh ketika salah satu petugas melakukan kesalahan. Suasana sore hari di SMP Negeri 1 Bareng pun berakhir hangat dan menyenangkan.

Satu per satu beserta membubarkan diri dan bergegas pulang ke rumahnya masing-masing. Pengalaman kursus pembina Pramuka tingkat mahir dasar hari ini sangat berharga. Setiap peserta diberi kesempatan memperoleh wawasan baru dalam dunia pendidikan kepramukaan. Mereka pun tak sabar untuk mengikuti hari ketiga kegiatan kursus pembina Pramuka tingkat Mahir dasar yang akan dilaksanakan besok Senin. Sampai ketemu esok hari!

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Hari Kedua Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar di Kwaran Bareng Kwarcab Jombang 2018”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *