Anak-anak Yang Kehilangan Tokoh Panutan

“Train up a child in the way he should go, and when he is old he will not depart from it” - From Pinterest
“Train up a child in the way he should go, and when he is old he will not depart from it” – From Pinterest

Orang tua idealnya mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sepintar apapun putra-putri Anda mencerna materi pelajaran di sekolah, mereka tetap membutuhkan contoh penerapannya secara nyata. Ilmu pengetahuan memang seharusnya menjejakkan kaki di bumi, tidak mengambang di awang-awang. Kemampuan orang tua dalam merealisasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat mampu menjadi suri tauladan yang baik.

Suri tauladan terbaik bagi umat Islam adalah Nabi Muhammad. Namun untuk bisa membumikan karakter Islami harus ada role modelnya. Siapa lagi orang terdekat di lingkungan anak yang mampu menjadi panutan kalau bukan orang tua mereka masing-masing. Anda adalah gambaran masa depan putra dan putri Anda. Apa yang Anda lakukan hari ini akan mereka lakukan pula beberapa hari yang akan datang. Mereka adalah selembar kertas bersih yang siap dituliskan apapun melalui keteladanan orang tua.

Sebaiknya Anda tidak perlu berharap banyak pada keteladanan orang lain. Sekalipun anak-anak Anda dididik dengan sangat baik di sekolah, tempat les danTPQ terbaik di kota Anda, mereka butuh orang tua sebagai contoh terbaik dan penegasan kebenaran sebuah ajaran. Sayangnya, tidak semua orang tua mampu melakukannya. Alih-alih menjadi teladan bagi anak-anaknya, menjadi pengingat bagi dirinya sendiri saja tidak mampu. Maka jangan salahkan anak kalau pendidikan anak gagal. Kenyataan hidup tidak sesuai dengan bayangan mereka.

Artis terkenal luar negeri adalah pesaing terberat bagi orang tua dalam memberi keteladanan kepada anak. Anda harus luangkan waktu lebih banyak untuk menemani proses tumbuh kembang anak. Berikan kasih sayang dan perhatian tulus agar anak tidak mencari perhatian dari luar rumah. Jika Anda tidak memiliki waktu untuk mereka, mereka pasti akan mencari orang lain. Dengan begitu Anda dapat memantau perkembangan pola pikir anak sejak dini. Semoga terinspirasi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Anak-anak Yang Kehilangan Tokoh Panutan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *