Sepasang Sayap Untuk Getun Tri Aenah

image

Malam ini saya tidur lebih lambat dari biasanya. Entahlah, tanpa alasan yang jelas saya ingin nonton acara penghargaan musik di televisi. Waktu saya pilih saluran nomor satu, tampak di layar televisi dua gadis kecil sedang menyanyi duet. Ternyata itu Fatin dan seorang anak yang bukan artis. Lagunya berirama pelan namun cukup menyentuh. Gaun warna merah muda mempermanis penampilan dan lagu mereka.

Pada salah satu baris lagu terdapat kalimat: andaikan aku punya sayap, akan ku ajak ayah dan ibu terbang kesana. Saya heran dengan gerakan gadis itu. Kok nggak ada gerakan tangan. Allahu akbar! Ternyata gadis itu tidak punya tangan. Namanya Getun Tri Aenah. Nama yang unik menurut saya. Getun dalam bahasa Jawa artinya menyesal. Apakah kedua orang tuanya menyesal punya anak macam dia. Kondisi tubuh tidak normal tidak semestinya menjadi alasan untuk penyesalan terlahir di dunia.

Kisah hidup Getun sangat menggugah jiwa. Terlahir tanpa tangan, Getun kecil tetap bersemangat menjalani hidup. Getun mampu melakukan beragam aktifitas hidup secara mandiri. Makan, memasak, menulis, ia lakukan sendiri. Bukan hanya itu, Getun memiliki prestasi cemerlang di sekolah. Ia kerap menjadi juara 1 atau juara 2 di sekolah. Tubuh cacat bukan halangan baginya untuk berprestasi melebihi kawan-kawannya yang memiliki tubuh lengkap.

Motivasi hidup Getun patut kita teladani. Diantara jutaan makhluk ciptaan Tuhan, Getun adalah satu dari sedikit jiwa yang tetap tegar dan survive di tengah tantangan kehidupan zaman. Anda yang memiliki tubuh normal dan berbadan sehat seharusnya mampu berbuat lebih baik dari Getun. Semoga cerita inspiratif ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *