Lomba Geret Bareng Miniatur Truck And Sound di Dusun Budug Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Kegandrungan masyarakat pada permainan miniatur truk dan sound system masih berlangsung di wilayah provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jombang. Bapak-bapak saat ini tidak malu untuk berkolaborasi dengan anak-anaknya untuk menyeret permainan truk yang disertai dengan sound system. Bahkan ibu-ibu pun mendukung hobi suami dan anak-anaknya untuk mengikuti perlombaan pawai miniatur truk yang dilaksanakan setiap hari Sabtu malam Minggu di sejumlah kampung di wilayah Kabupaten Jombang.

Menanggapi meningkatnya minat dan hobi masyarakat Jombang terhadap permainan orang dewasa miniatur truk, sejumlah pemuda di Dusun Budug Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang mengadakan kegiatan lomba pawai miniatur truk dan sound system pada malam ini Sabtu, 29 Agustus 2020. Acara dimulai selepas pukul tujuh malam dan berlangsung di jalanan Dusun Budug. Sore hari tadi sebagian besar wilayah Kabupaten Jombang diguyur oleh hujan sehingga debu jalanan sudah menyingkir. Hal ini cukup membantu panitia penyelenggara untuk menyiapkan lokasi kegiatan pawai miniatur truk yang cukup nyaman.

Kemeriahan Lomba Miniatur Truk

Berdasarkan penuturan Beni Ardiansyah, salah satu warga Dusun Budug yang penulis wawancarai malam ini, target awal peserta kegiatan Geret Bareng miniatur truk dan sound ini dibatasi paling banyak 50 orang peserta pawai saja. Namun kenyataannya, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan geret bareng miniatur truk malam ini melebihi 100 orang peserta. Antusias peserta cukup besar untuk mengikuti lomba pawai miniatur truk malam hari ini. Mereka datang dari sejumlah kota di sekitar wilayah Jombang, yaitu Kediri, Blitar, dan Mojokerto..

Perlombaan pawai miniatur truk dan sound system di Dusun Budug Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang malam ini dilaksanakan oleh pemuda setempat. Layaknya lomba Agustusan, acara ini dibuat untuk memperingati perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke 75. Acara ini didukung oleh salah satu toko yang menjual pakaian di Budug. Setiap peserta kegiatan lomba pawai miniatur truk diwajibkan membeli tiket untuk mengikuti acara, yaitu Rp15.000 per orang. Dengan harga tiket sebesar itu peserta sudah berhak menerima masker kesehatan, kupon undian, dan minuman. Suasana Budug sungguh semarak malam ini.

Gambar Ilustrasi Alunan Musik
Gambar Ilustrasi Alunan Musik

Pawai Miniatur Truk di Jombang

Kegiatan pawai miniatur truk di Dusun Budug Desa Sidokerto diamankan oleh sejumlah petugas keamanan dari satuan komando rayon militer (Koramil) Kecamatan Mojowarno. Penerapan protokol kesehatan tetap diperhatikan selama acara ini berlangsung. Setiap peserta kegiatan wajib memakai masker kesehatan dan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Warga setempat pun menikmati sajian tontonan gratis ini dengan senang. Seluruh warga Kampung Budug bergembira menyambut acara pawai miniatur truk malam hari ini. Acara ini berakhir menjelang pukul sembilan malam. Masyarakat Mojowarno mendapatkan yang cukup menyenangkan.

Penulis mengamati saat ini terdapat perubahan tingkah laku masyarakat terhadap kesenian yang mereka sukai. Mungkin masih segar dalam ingatan anda masa dua tahun yang lalu ketika kesenian patrol modern Jombang mengambil alih perhatian masyarakat pecinta seni musik dan seni tari. Kali ini para penari Patrol modern Jombang beralih menjadi penari pawai miniatur truk yang disertai dengan sound system bersuara bersuara system bersuara bersuara menggelegar. Para penari pawai miniatur truk tidak malu untuk berekspresi dan berjoget dengan iringan musik yang bernada menghentak-hentak.

Pawai miniatur truk yang disertai penari adalah salah satu bukti bahwa kesenian rakyat Jombangan terus berkembang seiring dengan pergeseran zaman. Tidak ada satupun hobi dan minat masyarakat yang benar-benar sama dari waktu ke waktu. Demikian dinamisnya perkembangan kesenian dan kebudayaan masyarakat Jombang sehingga kita tidak bisa menerka tren seperti apa yang akan terjadi pada tahun mendatang. Mudah-mudahan acara pawai miniatur truk seperti ini bisa memberikan kebahagiaan dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Perkembangan dari kegemaran membuat miniatur truk adalah adanya kopdar (kopi darat) miniatur truk di sejumlah daerah. Kopdar miniatur truk biasanya rutin dilakukan di akhir pekan. Bagaimana dengan perkembangan hobi masyarakat di tempat tinggal Anda? Apakah warga sekitar rumah Anda juga menggeluti hobi membuat miniatur truk dan salon? Silakan berbagi komentar pada kolom komentar di bawah ini.

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Lomba Geret Bareng Miniatur Truck And Sound di Dusun Budug Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang”

  1. Acaranya kelihatannya sangat bagus dan cocok utk jadi hiburan di daerah pedesaan. hanya saja perlu dipahami bersama bahwa berjoget bersama dengan orang-orang yang bukan mahramnya dan berbeda jenis itu termasuk mendekati kemaksiatan. Waspada bro….!

  2. Apakah pemerintah Desa setempat mendukung komunitas pengrajin miniatur truk? Apakah ada dukungan dana dari lembaga penyaluran keuangan swasta untuk pengrajin miniatur truk di Jombang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *