Mengapa Jajan Satron Khas Jombang Hanya Hadir di Saat Lebaran?

Designer Dad Teaches His 2-Year-Old Daughter About Typography With Edible ABCs
Designer Dad Teaches His 2-Year-Old Daughter About Typography With Edible ABCs

Apa kabar sobat komunitas blogger Jombang? The Jombang Taste kembali hadir dan membahas keragaman wisata kuliner Kota Jombang yang unik dan menarik. Ada makanan yang namanya kue satron. Jajanan tradisioal dari Jombang ini bukanlah hal yang baru bagi masyarakat. Kue satron pada jaman dulu terbuat dari bahan karak. Karak disebut juga nasi aking, yaitu sisa nasi yang tidak termakan dan dijemur sampai kering. Karak dihaluskan dengan cara ‘dideplok’ dengan menggunakan alu.

Saat ini sudah jarang ada karak di tengah masyarakat. Maka kue satron dapat dibuat secara khusus dari tepung beras yang dicampur dengan gula dan sedikit garam. Bahan-bahan kue satron diuleni kemudian dicetak di dalam cetakan kue apem. Bentuknya beragam sesuai dengan cetakan yang dimiliki oleh pembuatnya. Setelah dicetak, adonan dikukus selama beberapa menit. Kemudian angkat kue satron dan jemur di tengah terik matahari selama dua hari atau sampai kering.

Kue satron yang berwarna coklat pada dasarnya dihasilkan oleh warna karak atau nasi aking yang dijadikan bahan dasar. Namun kali ini kue satron diberikan bubuk coklat sehingga berwarna kecoklatan dan memiliki cita rasa unik. Kue satron yang sudah dijemur sampai kering mampu bertahan sampai dengan dua minggu jika disimpan di udara terbuka yang cukup kering. Hindari menyimpan kue satron di udara lembab karena akan menyebabkan kue satron mudah berjamur.

Namun yang menjadi keprihatinan adalah mengapa jajan satron hanya tampak pada waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri. Kemunculan yang hanya sekejap tersebut menjadi makanan ini kurang dikenal anak muda. Penyebabnya adalah rumitnya proses membuat makanan tradisional satron itu sendiri. Ibu-ibu rumah tangga cenderung ambil praktisnya saja dengan membeli kue yang sudah jadi dan dijual ditoko sebelah rumah.

Selamat mencoba tips membuat kue satron ini. Ayo kita lestarikan kekayaan wisata kuliner asli Nusantara!

One Reply to “Mengapa Jajan Satron Khas Jombang Hanya Hadir di Saat Lebaran?”

  1. memang aneh, orang modern lebih suka makanan berpengawet daripada makanan sehat dan alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *