Air terjun yang indah sebagai tempat wisata alam – Sumber foto: teguhtigor.wordpress.com
Apa kabar kawan blogger Jombang? The Jombang Taste hari ini mengulas obyek wisata yang letaknya dekat dengan Kota Jombang, yaitu tempat wisata alam di Mojokerto. Kota Mojokerto adalah salah satu pusat persebaran pariwisata sejarah dan budaya di provinsi Jawa Timur.
Menyingkap Sejarah Sayyid Jumadil Kubro di Makam Troloyo Trowulan
Apa kabar sobat blogger Jombang? The Jombang Taste kembali mengulas tempat-tempat wisata yang unik dan menarik di sekitar Kota Jombang. Rasa penasaran saya menggiring langkah kaki berkunjung ke obyek wisata yang tidak banyak disukai kebanyakan wisatawan dan backpacker. Kali ini saya akan berbagi pengalaman berlibur ke salah satu obyek wisata di Mojokerto yang menjadi peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu Pertapaan Siti Inggil.
Makam panjang atau kubur panjang yang masih dikeramatkan penduduk ini secara administratif berada di wilayah Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Letaknya kurang lebih 300 m dari sudut timur laut Kolam Segaran pada tanah yang agak tinggi dari daerah sekitarnya. Kompleks makam panjang dengan bangunannya yang ada sekarang merupakan bangunan baru. Demikian pula jirat makam panjangnya.
Apa kabar blogger Jombang dan Mojokerto? Jalan-jalan ke Mojokerto yuk! Disaa terdapat Situs Sentonorejo merupakan peninggalan Majapahit yang berupa hamparan ubin (lantai) dan sisa dinding bangunan. Letak situs di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Lantai bangunan kuno tersebut berada ± 1,80 m di bawah permukaan tanah sekitarnya dan berorientasi ke barat-timur dengan azimut 80.
Gambar Fotografi Alam – Aktifitas nelayan menjaring ikan di Waduk Selorejo Ngantang Malang
Hai blogger Jombang dan blogger Mojokerto! Situs Kedaton terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Situs ini dapat ditempuh dari Balai Penyelamatan Arca melalui jalan kecamatan menuju ke arah selatan. Pada jarak 1,5 kilometer dari Balai Penyelamatan Arca terdapat jalan desa yang mengarah ke barat. Untuk sampai ke kompleks Situs Kedaton, jalan desa tersebut harus ditempuh sejauh 150 meter. Lokasi Situs Kedaton berada pada sebuah tanah datar dengan ketinggian 41,10 meter di atas permukaan air laut.
Pembangunan istana Kerajaan Pulau Majeti oleh para anak buah Prabu Selang Kuning
Candi Gentong terletak di Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi ini berada di sebelah timur kurang lebih 360 m dari arah Candi Brahu. Dalam rangkaian penelitian untuk merekonstruksi Kota Kerajaan Majapahit, Maclaine Pont menyebutkan bahwa Candi Gentong merupakan salah satu dari tiga candi yang berderet dengan arah bujur barat ke timur yaitu Candi Gedong, Candi Tengah dan Candi Gentong. Namun kedua candi lain tersebut sekarang sudah tidak nampak lagi.
Candi Brahu terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Seperti bangunan-bangunan kuno yang terdapat di Trowulan, Candi Brahu terbuat dari bata yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok. Denah bangunan bujur sangkar dan arah hadapnya ke barat dengan azimut 227°. Ukuran bangunannya dengan tinggi 25,7 m serta lebar 20,70 m.
Pembangunan istana Kerajaan Pulau Majeti oleh para anak buah Prabu Selang Kuning
Candi Tikus terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi Tikus merupakan bangunan petirtaan. Hal ini terlihat dari adanya miniatur candi di tengah bangunannya yang melambangkan Gunung Mahameru dari Kerajaan Majapahit, tempat para dewa bersemayam dan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran-pancuran/jaladwara yang terdapat disepanjang kaki candi. Air ini dianggap sebagai air suci Amrta, sumber segala kehidupan.
Cerita Hikayat Raja Arief Imam – Wedding ilustration by Hidayat Said
Gapura Bajangratu terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Gapura ini merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Mojokerto dan peninggalan Kerajaan Majapahit. Dilihat dari bentuknya, gapura ini merupakan bangunan pintu gerbang tipe “Paduraksa” yaitu gapura yang memiliki atap.
Bahan utamanya adalah bata. Kecuali lantai tangga serta ambang pintu yang dibuat dari batu andesit. Denah bangunan berbentuk segi empat berukuran 11,5 X 10,5 meter, tinginya 16,5 meter dan lebar lorong pintu masuk 1,40 meter. Secara vertikal, Gapura Bajangratu dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu kaki, tubuh dan atap.