Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji, Sugih Tanpo Bondho

Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan
Contoh alat musik tradisional Jawa berupa patrol tradisional kenthongan

Apa kabar kawan blogger Jombang? The Jombang Taste menyapa Anda kembali melalui artikel motivasi kehidupan dalam Bahasa Jawa. Kata-kata mutiara Bahasa Jawa kali ini berbunyi ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake, sekti tanpo aji, sugih tanpo bondho. Kalimat bijak Bahasa Jawa itu berarti menyerbu tanpa bala tentara, menang tanpa merendahkan, Sakti tanpa aji-aji dan kaya tanpa harta.

Falsafah ini adalah falsafah adiluhung yang disarikan dari kehidupan orang Jawa oleh Raden Mas Panji Sosrokartono, kakak RA Kartini. Seseorang doktorandus pertama tanah air. Menurutnya, orang yang telah mencapai tahapan kepasrahan yang tinggi kepada Tuhan akan menjadi tenang, adem ayem, hal ini memang sulit namun orang harus selalu berusaha.

Dalam falsafah ini ada empat hal yang menj adi nasehat dari Raden Panji. Hal pertama, ngluruk tanpa bala, tak semua peperangan harus dilakukan dengan melibatkan bala tentara. Adakalanya peperangan dapat dimenangkan tanpa harus melibatkan apalagi mengorbankan orang lain, dan itu dapat dilakukan dengan mengatur siasat.

Siasat itu bisa apa saja, ia adalah taktik untuk memenangkan peperangan. Dalam hal ini, seringkali mereka yang memakai otak lebih banyak dibanding mereka yang memakai otot lebih banyak, akan memenangkan peperangan.

Sejarah kemenangan terkenal dalam babad tanah Jawa yang tidak melibatkan bala tentara adalah kemenangan Raden Wijaya dalam menghadapi Kertanegara yang mempergunakan kekuatan tentara Mongolia yang sakit hati terhadap Raja Kertanegara. Sehingga praktis Raden Wijaya tak perlu menggunakan satupun bala tentaranya.

Hal kedua, menang tanpa ngasorake, menang tanpa merendahkan. Seringkali saat kita memenangkan sesuatu lalu kita pongah dan terjatuh dalam penyakit merendahkan dan menyakiti hati musuh kita baik sengaja maupun karena kekhilafan kita. Menang tanpa ngasorake itu berfungsi sebagai dua hal, yaitu memperbanyak kawan dan menyedikitkan musuh.

Perlu teknik untuk menerapkan konsep ini. Pertama, adalah keinginan tulus untuk membangun kebaikan. Kedua, cara komunikasi yang baik dan efektif dengan menjunjtmg tinggi harga diri dan kehormatan musuh kita.

Hal ketiga, sakti tanpa aji. Ada ungkapan khas dikalangan orang tua kita. Jurus paling sakti adalah tidak punya musuh. Dalam ungkapan yang lain adalah jurus paling sakti adalah budi pekerti.

Kesaktian bukan diukur dari seberapa banyak kita menguasai aji-aji, atau sekebal apa kita menghadapi senjata tajam, akan tetapi kesaktian tertinggi adalah perbuatan baik kita, budi pekerti kita. Karena dengan budi pekerti, maka kita tak akan mempunyai musuh, semua orang menyukai kita, dan penghuni langit-pun juga mendoakan kita.

Jika hal ini yang terjadi maka kita telah menjadi manusia yang sakti tanpa aji-aji. Dalam sebuah hadist disebutkan: “Barang siapa yang mengasihi yang ada di muka bumi, maka penghuni langit akan mengasihinya”. (Hadist)

Mengasihi sesama adalah puncak dari budi pekerti. Berbuat baik adalah kata lain daripadanya.

Hal keempat, sugih tanpa bandha, kekayaan tidak semata diukur dengan kepemilikan harta secara absolut. Kekayaan hati adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan orang Jawa. Menjadi kaya jika hati kita sudah bisa nrimo (menerima), tidak membanding-bandingkan dengan orang yang secara materi yang berada diatasnya karena sadar bahwa masih ada juga yang berada dibawah kita di jagad ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah orang itu kaya, lantaran banyak benda. Sesungguhnya orang kaya itu, ialah orang kaya jiwa”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga ulasan singkat The Jombang Taste mengenai kata-kata bijak Bahasa Jawa ini bisa memberi manfaat bagi peningkatan motivasi hidup Anda sekaligus menambah wawasan Anda terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Daftar Pustaka:

Sudjono. 2013. Nguri-uri Pitutur Luhur Falsafah Adi Luhung. CV. Karya Mandiri Sentosa: Ngawi

2 Replies to “Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji, Sugih Tanpo Bondho”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *