Memandirikan dan Memanjakan Itu Bedanya Tipis

Awas jangan salah makna!
Awas jangan salah makna!

Banyak lembaga dan komunitas sosial mendengung-dengungkan tujuan memandirikan masyarakat. Visi dan misi mereka terpampang dengan jelas dalam bingkai struktur organisasi. Begitu pula dengan aksi nyata yang telah dilakukan di tengah masyarakat. Memandirikan masyarakat. Menunjukkan sebagai kata-kata mulia dan indah dalam ruang dengar.

Namun dalam prakteknya, kita sering terjebak dalam kubangan ambiguitas memandirikan dan memanjakan. Keduanya bertolak belakang, namun kenyataannya sangat erat. Seperti sekeping mata uang logam yang saling menghindar, namun dua sisi tersebut akan selalu berada bersama-sama. Memandirikan membutuhkan waktu dan usaha berkelanjutan, dan disitulah ketergantungan hidup membentuk sikap manja.

Anda bisa bayangkan seorang anak kecil yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan ditopang bantuan dana dari donatur, maka ketika bantuan tersebut tersebut berhenti kemungkinan besar dia akan berhenti makan juga. Pola kemandirian yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan hidup makan, pakaian, dan tempat tinggal, bukanlah solusi jangka panjang terbaik. Kondisi tersebut malah menghasilkan sifat manja.

Memandirikan adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan dukungan dari berbagi pihak. Itu tidak bisa kita sangkal lagi. Alangkah indahnya bila kemandirian tersebut dapat tercipta besok dan seterusnya. Program-program kemandirian yang dibutuhkan bukan lagi pemenuhan hajat hidup sesaat, tetapi motor yang mampu mengubah nasib. Pendidikan dan kewirausahaan adalah jawabnya. Melalui dua bidang tersebut anak-anak Indonesia dapat mengubah masa depannya sendiri kelak.

Semoga terinspirasi. Enjoy blogging, enjoy writing!

2 Replies to “Memandirikan dan Memanjakan Itu Bedanya Tipis”

  1. Sama hal nya dengan para peminta-minta dijalanan sob, terkadang kita iba dan ingin memberinya dengan tujuan membantu, tetapi apapila selalu di beri akan selamanya mereka mengandalkan pemberian dan tidak mau bekerja, akan semakin banyak pula peminta-minta tersebut. Jadi setuju jawaban dan solusi itama adalah pendidikan dan kewirausahaan. Nice post sob, mencerahkan, happy blogging! Sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *