3 Persiapan Sebelum Tampil Bercerita dan Mendongeng di Depan Kelas

Kesenian tradisional Jombang
Kesenian tradisional Jombang

Apa kabar blogger guru Jombang? Blog pendidikan Jombang ini hadir kembali menyapa Anda. Bercerita dan mendongeng adalah bagian dari metode pembelajaran di dalam kelas. Seorang guru hendaknya memiliki keterampilan bercerita dan mendongeng untuk siswa di sekolah. Kemampuan ini diperlukan oleh pendidik terlebih lagi untuk menambah motivasi belajar siswa di kelas yang sedang diajarnya. Kemampuan mendongeng seorang guru berguna untuk menyegarkan suasana pembelajaran agar tidak bosan dan monoton.

Sejumlah guru mengeluh kepada penulis karena mereka tidak mampu melakukan kegiatan bercerita ataupun pendongeng di hadapan murid-muridnya di kelas. Sebagian besar guru merasa tidak percaya diri untuk memulai kegiatan mendongeng sesuai dengan tema pelajaran yang diampunya. Mungkin Anda butuh 3 Cara Menciptakan Suasana Akrab Sebelum Bercerita Dongeng. Oleh karena itu, melalui artikel ini penulis membagikan pengalaman persiapan bercerita dan mendongeng di kelas di hadapan murid-murid di sekolah.

Apa saja persiapan yang harus dilakukan oleh seorang guru sebelum bercerita dan mendongeng untuk siswa di kelas?

Pertama, memilih cerita sesuai dengan usia anak

Jenjang usia murid yang tepat untuk menerima metode pembelajaran dengan cara bercerita dan mendongeng adalah mulai dari taman kanak-kanak hingga Sekolah Dasar tingkat bawah. Siswa SD kelas bawah adalah siswa kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Mereka mampu mengikuti kegiatan mendongeng dengan antusias sesuai dengan alam berpikir mereka yang suka berkhayal, ekspresif dan menyukai komedi.

Kelompok siswa kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 Sekolah Dasar hingga usia pelajar yang lebih dewasa umumnya sudah kurang tertarik mendengarkan cerita dongeng dari gurunya. Hal itu dilandasi oleh perkembangan mental mereka yang sudah beranjak menuju masa puber dan berpikir realistis sehingga kurang berminat pada cerita dongeng anak-anak yang banyak mengandung unsur imajinasi.

Kedua, menentukan durasi cerita

Durasi bercerita dan mendongeng di depan kelas menentukan keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan sebuah pesan sosial atau amanat cerita kepada siswa. Idealnya, kegiatan mendongeng untuk anak berlangsung tidak lebih dari 10 menit saja per sesi. Pertimbangannya adalah setiap siswa memiliki daya konsentrasi yang berbeda-beda. Dengan lama waktu bercerita 10 menit maka setiap anak diharapkan bisa menyerap pesan moral cerita dongeng yang telah disampaikan oleh guru secara utuh.

Jika anda memaksakan diri untuk bercerita dan mendongeng dengan durasi lebih dari 10 menit maka kemungkinan besar anak-anak sudah merasa bosan di akhir kegiatan Anda mendongeng. Ujung-ujungnya adalah pesan moral yang terkandung di dalam cerita akan terlewatkan begitu saja oleh siswa. Kenalilah bahasa tubuh yang dilakukan oleh anak ketika mereka merasa bosan mendengar cerita Anda. Saat tanda-tanda kebosanan mulai muncul maka anda harus secepatnya mengakhiri kegiatan mendongeng.

Ketiga, menentukan cerita berdasarkan tema pelajaran

Kurikulum yang berlaku pada pendidikan sekolah dasar saat ini mengacu pada Kurikulum 2013 (K13). K13 membagi materi pertemuan tatap muka antara murid dan guru berdasarkan tema. Setiap tema memiliki kegiatan yang menarik. Disitulah setiap guru dapat memberikan penyegaran suasana pembelajaran didalam kelas dengan menyajikan cerita dongeng yang menyenangkan sesuai dengan tema yang sedang dipelajari.

Anda bisa menggunakan media mendongeng yang sederhana dan mudah didapatkan berdasarkan tema-tema yang telah ditentukan oleh kurikulum. Misalnya tema lingkungan hidup. Anda bisa mendongeng dengan tokoh gajah dan tukang kayu untuk menyampaikan pesan pelestarian hutan. Buatlah boneka atau gambar kertas berbentuk gajah dan tukang kayu untuk visualisasi kegiatan mendongeng.

Demikian tips mendongeng yang bisa penulis bagikan untuk Anda. Anda juga perlu mengikuti Pelatihan Mendongeng Bersama Kak Awam Prakoso dari Kampung Dongeng Indonesia di Jombang untuk menumbuhkan semangat belajar mendongeng untuk siswa di sekolah. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda dalam mengajar murid di sekolah.

Bagikan tulisan ini:

3 Replies to “3 Persiapan Sebelum Tampil Bercerita dan Mendongeng di Depan Kelas”

  1. Kereeeeenn pake bingits pak. Saya mengenal hanya sedikit orang yang mau menekuni profesi pendongeng karena tingkat kesulitan dan tantangannya yang tidak sedikit. Good luck selalu untuk kegiatan mendongeng anda.

  2. Storyteller tak ubahnya seorang artis yang berlaga di panggung hiburan. Butuh banyak kecakapan dan keterampilan supaya kita bisa sukses mendongeng. Good luck pak guru dan semoga acara mendongeng di sekolah berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *