Resensi Buku Rich’s Dad Guide to Investing Karya Robert T. Kiyosaki (Bagian 4)

Role of Islamic economy to be discussed Public and private sector thought leaders will discuss the role of the Islamic economy in the broader marketplace at a summit to be held in Dubai next month.
Role of Islamic economy to be discussed Public and private sector thought leaders will discuss the role of the Islamic economy in the broader marketplace at a summit to be held in Dubai next month.

Halo sobat blogger Jombang pembaca setia artikel The Jombang Taste. Saya kembali hadir menyapa Anda semua melalui serial artikel belajar investasi, yaitu resensi buku Rich Dad’s Guide To Investing versi Bahasa Indonesia. Pada artikel sebelumnya kita telah mengenal pengantar buku Rich Dad’s Guide To Investing karya Robert T. Kiyosaki. Buku tersebut mengupas banyak tips menarik seputar cara orang kaya sukses berinvestasi. Artikel kali ini melanjutkan pembahasan kiat-kiat hebat berinvestasi menurut Ayah Kaya sebagaimana tertulis dalam buku Rich Dad’s Guide To Investing.

Pelajaran Investor #11

Pelajaran pertama untuk menjadi kaya menurut Robert T. Kiyosaki adalah mengubah mindset atau pola pikir. Jika Anda berpikir dan berperilaku menurut Ayah Miskin maka Anda akan menjadi miskin, dan berlaku pula sebaliknya. Cara menjadi kaya menurut buku Rich Dad’s Guide To Investing salah satunya termuat dalam Pelajaran Investor ke-11. Pertanyaan menarik yang harus bisa Anda jawab adalah di sisi mana meja anda ingin duduk dan mengapa investasi tidak riskan?

Ayah Miskin selalu mengatakan agar Anda bekerja keras dan menabung. Itulah perkataan yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari. Orang tua kita, Anda dan saya, seringkali mengatakan bahwa menabung di bank bisa menghasilkan keuntungan. Namun Ayah Kaya mengatakan bahwa jika Anda ingin kaya, maka bekerja keras dan menabung tidak akan mewujudkan keinginan Anda. Lebih penting lagi, orang-orang yang bekerja keras dan menabung seringkali adalah orang-orang yang mengatakan investasi itu penuh resiko.

Antara Menabung dan Berinvestasi

Meski demikian, Robert T. Kiyosaki menghormati sepenuhnya pilihan investasi Anda karena investasi bersifat subyektif. Ada beberapa alasan mengapa Ayah Kaya merekomendasikan mencari rencana yang berbeda untuk menjadi kaya. Anda boleh saja menabung, namun Anda juga perlu berinvestasi. Alasan-alasan yang dikemukakan Robert T. Kiyosaki untuk keputusan ini adalah:

Alasan pertama, orang-orang yang bekerja keras dan menabung mendapatkan kesulitan untuk menjadi kaya karena mereka membayar pajak lebih besar. Bukan rahasia lagi, sebagai seorang nasabah bank, Anda menanggung beberapa biaya yang dipotongkan langsung ke dalam rekening tabungan Anda. Misalnya, biaya administrasi setiap bulan, biaya pajak, biaya pembelian meterai, biaya pembuatan akad perjanjian kerjasama melalui akta notaris, dan lain-lain.

Alasan kedua, orang-orang yang bekerja keras dan menabung sering kali berpikir bahwa investasi itu penuh resiko. Mereka tidak berani mengambil resiko untuk berinvestasi di bidang-bidang yang mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang. Sebaliknya, mereka hanya berupaya mendapatkan sedikit selisih harga untuk keuntungan sesaat yang jumlahnya tidak seberapa. Ingatlah, semakin kecil resiko sebuah investasi maka semakin kecil pula imbalan hasilnya, dan berlaku pula sebaliknya.

Alasan ketiga, orang-orang yang percaya pada bekerja keras dan menabung, dan percaya bahwa investasi itu penuh resiko, jarang berusaha melihat sisi lain dari sekeping uang yang sama. Cara berpikir demikian memungkinkan Anda terjebak pada pandangan sempit bahwa hanya ada satu kemungkinan yang akan terjadi terhadap masa depan rencana finansial Anda. Mungkinkan Anda lupa bahwa di balik segala keterbatasan keuangan yang Anda alami, Anda memiliki aset utama yang paling berharga, yaitu diri Anda sendiri. Investor adalah investasi utama dalam setiap rencana finansial jangka panjang yang memiliki beragam potensi dan kompetensi untuk mewujudkan tujuan investasi.

Belajar Menjadi Investor

Robert T. Kiyosaki menceritakan pada saat Mike berumur antara 12 sampai 15 tahun, Ayah Kaya kadang-kadang menyuruhnya duduk disisinya sementara ia mewawancarai orang-orang yang sedang mencari pekerjaan. Mike bertanya kepada Ayah Kaya mengapa ia memintanya duduk disana dan memperhatikan orang-orang meminta pekerjaan.

Ayah Kaya menjawab bahwa ia tahu ayah Mike mendorongnya untuk kuliah sehingga Mike, dan jutaan pemuda lainnya, nanti mendapatkan pekerjaan dengan upah yang tinggi. Jika ia mendengarkan saran ayahnya, maka ia akan mengikuti arah yang Ayah Kaya coretkan pada sebuah anak panah ke sisi E dan S di kuadran itu. Jika Anda menyimak perkataan Ayah Kaya, maka Anda akan belajar untuk menjadi orang di sisi kuadrat B dan I sebagaimana Ayah Kaya jelaskan.

Jika Anda mendengarkan nasehat Ayah Miskin, maka Anda akan duduk dikursi tanpa sandaran di depan meja tadi. Jika Anda menyimak nasehat Ayah Kaya, maka Anda akan duduk di kursi kayu di sisi Ayah Kaya. Itulah perumpamaan yang Robert T. Kiyosaki gunakan dalam mendorong generasi muda agar menyiapkan diri menjadi investor sejak dini. Tidak masalah jika pada akhirnya Anda menekuni sebuah profesi yang Anda cintai. Namun alangkah bijak bila Anda menyiapkan portofolio investasi sejak dini untuk masa depan finansial yang lebih baik.

Buku Rich Dad’s Guide To Investing tidak henti-hentinya menginspirasi saya untuk menyiapkan investasi sejak dini. Ayah Kaya kemudian menceritakan sebuah kenangan kecil pada saat Mike berumur 10 tahun. Pada 1973, Ayah Kaya mengingatkan Mike pada diskusi yang dilakukan mereka. Mike bertanya kepada Ayah Kaya mengenai apa maksudnya menanyakan sisi meja mana yang ingin ia duduki. Pertanyaan ini hampir sama dengan yang saya dapatkan dalam kehidupan nyata.

Ayah Kaya menjawab bahwa saat ini terlalu banyak anak muda terfokus hanya pada salah satu kuadran. Kebanyakan orang ditanya ketika masih kanak-kanak, ingin bercita-cita sebagai guru, dokter, pilot, dan beragam profesi lainnya. Kebanyakan anak memilih sisi E (Employer) dan S (Self-employer) di kuadran itu. Sebaliknya, kuadran I (Investor) baru belakangan difikirkan, kalau memang pernah terpikirkan.

Kuadran Investor Adalah Terpenting

Ayah Kaya melanjutkan penjelasannya bahwa yang harus Anda lakukan adalah menjadi kuadran I sebagai kuadran yang terpenting, bukan yang lain. Pilihlah menjadi investor jika Anda dewasa nanti. Anda akan dapat mengusahakan agar uang bekerja untuk Anda sehingga Anda tidak perlu bekerja jika Anda memang tidak ingin bekerja atau tidak dapat bekerja. Artinya, ketika Anda sedang tidur pun Anda sudah mampu menghasilkan uang. Ayah kaya mengatakan bahwa Anda akan menjadi jauh lebih kaya jika Anda belajar menjadi investor, terlepas dari apa yang kamu kerjakan untuk mendapatkan uang sepanjang perjalanan itu.

Ayah kaya menjelaskan bahwa salah satu perbedaan antara orang-orang kaya dan orang miskin berakar pada apa yang diajarkan oleh orang tua pada anak-anak mereka di rumah. Orang tua yang mengajarkan perilaku konsumtif cenderung menghasilkan anak-anak yang hobinya menghambur-hamburkan uang. Sebaliknya, dukungan orang tua terhadap investasi anak mampu menjadikannya calon investor sukses di masa depan.

Banyak diantara teman-teman kaya Mike mengatakan bahwa keluarga mereka memulai suatu portofolio investasi bagi mereka ketika masih muda dan kemudian membimbing mereka dalam belajar untuk menjadi investor sebelum memutuskan profesi apa yang ingin mereka geluti. Misalnya, sebelum memutuskan menjadi seorang guru, orang tua telah mendidik anak-anaknya untuk berinvestasi di reksadana syariah.

Rumah Bukan Investasi Terpenting

Di abad industri ini dalil-dalil yang berhubungan dengan pekerjaan adalah perusahaan Anda akan mempekerjakan Anda seumur hidup dan mengurusi kebutuhan-kebutuhan investasi Anda setelah hari-hari kerja Anda berlalu. Banyak orang juga masih percaya bahwa rumah mereka adalah sebuah asset dan investasi mereka yang paling penting. Mereka berpikir bahwa rumah adalah harta benda yang menghasilkan. Faktanya, kebanyakan rumah menjadi tempat tinggal yang justru menguras biaya perawatan.

Pemikiran seperti itu telah berubah. Di abad informasi sekarang ini kebanyakan dari kita membutuhkan kecanggihan finansial lebih besar. Kita perlu mengetahui perbedaan antara asset dan liabilitas. Jika rumah Anda adalah investasi terbesar, barang kali Anda akan menghadapi kesulitan finansial. Portofolio finansial Anda perlukan berupa investasi yang jauh lebih besar dari pada rumah Anda.

Demikian pembahasan dari resensi buku Rich’s Dad Guide to Investing yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki. Ide-ide investasi di atas mungkin tidak serta merta dapat Anda terima. Silakan renungkan kiat-kiat sukses berinvestasi dari Kiyosaki di atas sampai Anda menemukan inspirasi investasi yang Anda butuhkan. Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi untuk kemajuan investasi Anda. Nantikan kelanjutan seri artikel review buku perencanaan keuangan berikutnya hanya di blog The Jombang Taste. Selamat berinvestasi.

One Reply to “Resensi Buku Rich’s Dad Guide to Investing Karya Robert T. Kiyosaki (Bagian 4)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *