Bahaya Membaca Buku Sambil Tidur dan Main HP di Tempat Gelap

Information overload. Conceptual image of male and female figures with an array of television images that are breaking over them in a wave. This image may represent the concept of information overload, where too much information is provided and it becomes difficult to select what is needed.
Information overload. Conceptual image of male and female figures with an array of television images that are breaking over them in a wave. This image may represent the concept of information overload, where too much information is provided and it becomes difficult to select what is needed.

The Jombang Taste hadir kembali menyapa Anda melalui artikel kesehatan mata. Di tulisan terdahulu Anda sudah membaca cara mengobati penyakit bintitan pada mata dan bahaya kekurangan vitamin A pada penderita mata rabun senja. Kali ini kita bahas penyakit mata minus dan plus. Mata minus bisa disebabkan oleh pembawaan dari lahir maupun karena biasaan buruk yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan buruk membaca buku sambil tidur dan dalam kondisi remang-remang bisa menyebabkan penglihatan mengalami gangguan. Kebiasaan buruk lainnya yang tanpa sadar sering kita lakukan adalah menggunakan telepon genggam atau smartphone di dalam ruangan gelap dalam jangka waktu lama. Aktifitas ini biasanya dilakukan oleh kids jaman now menjelang tidur hingga ia tertidur. Seberapa bahayakah kebiasaan buruk manusia modern ini?

Mata yang mengalami gangguan fungsi tidak menghasilkan bayangan benda jatuh tepat pada retina. Pada mata yang normal, bayangan atau cahaya yang dilihat akan selalu jatuh tepat pada retina. Bayangan atau cahaya tidak boleh jatuh di depan atau di belakang retina. Mengapa? Karena bayangan atau cahaya yang jatuh tidak tepat pada retina membuat kita melihat bayangan atau cahaya itu kabur, kurang jelas atau tidak tajam.

Bagian mata yang bertugas mengatur tepatnya bayangan atau cahaya jatuh pada retina adalah lensa mata. Lensa mata mampu mengatur kecembungannya sehingga dalam berbagai jarak melihat, penglihatan kita senantiasa tajam. Namun sesungguhnya kemampuan lensa mata terbatas saja. Oleh karena itu, kita memiliki tugas menjaga kesehatan mata agar indera penglihatan tersebut tetap dapat berfungsi normal. Menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan mengkonsumi bahan makanan sumber vitamin A maupun melakukan kebiasaan baik untuk mata.

Penyebab Mata Tidak Normal

Ada beberapa macam penyebab yang menjadikan bayangan atau cahaya tidak jatuh tepat di retina. Mungkin lebih ke depan, mungkin pula lebih ke belakang dari retina. Bayangan atau cahaya yang jatuh tidak tepat pada retina dapat disebabkan oleh keadaan bola matanya yang tidak normal. Misalnya, sejak lahir bola matanya terlampau kecil atau terlampau besar dibanding ukuran normal. Jika gangguan penglihatan terjadi sejak lahir, maka diperlukan tindakan medis sejak dini untuk menyembuhkannya.

Bentuk bola mata yang tidak normal dapat berakibat panjang sumbu mata berubah. Jika bola mata terlalu kecil, maka sumbu mata menjadi lebih pendek. Sebaliknya jika bola mata terlalu panjang, maka sumbu mata menjadi lebih panjang. Perubahan pada panjang sumbu mata inilah yang membuat bayangan atau cahaya tidak tepat jatuh pada retina. Bagaimanakah penjelasan dari kondisi tersebut?

Jika sumbu mata terlalu pendek, maka bayangan selalu jatuh di belakang retina. Dan sebaliknya, jika sumbu mata terlalu panjang maka bayangan akan jatuh di depan retina. Kedua keadaan ini yang membuat penglihatan kurang jelas. Jika terjadi perubahan jarak bayangan yang jatuh di retina, maka orang tersebut harus ditolong dengan menggunakan kacamata. Jenis kacamata yang digunakan bisa jadi kacamata cekung atau kacamata cembung sesuai jenis gangguan mata.

Kisah Inspiratif Menggali Ide Bercerita dan Berani Mendongeng di Sekolah
Kisah Inspiratif Menggali Ide Bercerita dan Berani Mendongeng di Sekolah

Kebiasaan Buruk Membaca Dekat

Mata minus tidak selalu disebabkan oleh gangguan sejak lahir. Anda juga bisa mengalami gangguan mata minus karena kebiasaan membaca yang salah. Kebiasaan membaca dengan memposisikan mata terlalu dekat dengan buku bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Karena kebiasaan membaca dekat akan membuat bola mata menjadi lonjong. Panjang sumbu mata menjadi bertambah panjang. Sehingga bayangan atau cahaya akan selalu jatuh di depan retina. Akibatnya adalah penglihatan menjadi kurang tajam, terutama apabila melihat jauh.

Agar bayangan atau cahaya kembali jatuh tepat pada retina, diperlukan bantuan lensa. Jenis lensanya harus dapat menjauhkan jatuh bayangan sehingga bayangan jatuh tepat di retina. Lensa yang cocok untuk gangguan mata minus yaitu lensa cekung sehingga penderita harus memakai kaca mata berlensa cekung. Lensa cekung ini disebut juga lensa minus (min). Saat ini kita sering menjumpai anak-anak kecil sudah memakai kacamata minus ketika mereka berangkat sekolah. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kebiasaan membaca yang salah terhadap anak-anak jaman sekarang.

Besarnya minus kacamata yang dipakai seseorang bergantung kepada berapa besar derajat kerusakan mata. Maksud pernyataan tersebut adalah berapa kelebihan panjang sumbu mata yang terjadi sehingga berapa besar pula kekuatan lensa cekung yang mampu memindahkan jatuhnya bayangan ke retina. Untuk kekuatan lensa ini kita memakai istilah dengan angka seperempat, setengah, dua, atau mungkin sepuluh. Semakin besar minusnya, semakin parah kerusakan matanya.

Selain lensa cekung, kita juga mengenal lensa cembung untuk mengatasi gangguan penglihatan manusia. Lensa cembung atau lensa plus dipakai jika sumbu mata menjadi lebih pendek. Hal ini terjadi pada anak yang bola matanya terlampau kecil atau bisa juga dijumpai pada orang yang sudah lanjut usia. Kacamata yang menggunakan lensa cembung biasanya memiliki bentuk fisik lebih tebal daripada kacamata minus.

Pada orang lanjut usia, keadaan lensa matanya sudah menua. Lensa matanya sudah tak mampu mencembung dengan sempuma. Karena lensa matanya sudah kaku sehingga bila melihat jarak dekat bayangan atau cahaya akan selalu jatuh di belakang retina. Akibatnya penglihatan menjadi kabur bila melihat dekat. Orang lanjut usia memerlukan kaca mata plus untuk membaca dari jarak dekat daripada keadaan normal.

Tips Membaca Untuk Kesehatan Mata

Membaca terlalu dekat bisa membuat bola mata lebih lonjong. Bola mata yang lonjong akan membuat sumbu mata menjadi lebih panjang daripada keadaan normal. Jarak membaca yang baik kira-kira 33 sentimeter antara mata dan buku. Membaca harus dilakukan dengan penerangan yang cukup, yaitu sedikitnya 60 watt. Penerangan tidak diarahkan langsung ke mata. Arah penerangan hendaknya datang dari belakang atau samping asalkan tidak menimbulkan bayangan.

Selain itu, buku atau tulisan yang sedang dibaca harus tidak bergerak atau berubah. Buku dan bacaan harus diletakkan di atas meja atau penyangga buku. Sehingga jarak baca akan senantiasa terpelihara sekitar 30 sentimeter. Apabila Anda membaca terlalu dekat, maka yang bekerja keras adalah lensa mata. Lensa mata akan terus-menerus bekerja agar bayangan atau cahaya tetap jatuh di retina. Namun, kemampuan lensa mata kita terbatas saja sehingga bisa mengalami kerusakan fungsi.

Apabila jarak baca semakin mendekat, maka kemampuan lensa sudah penuh. Sehingga ia tak mampu lagi mempertahankan bayangan atau cahaya jatuh tepat di retina lagi. Bayangan atau cahaya jatuh di luar retina. Dan agar bayangan jatuh di retina, maka sumbu mata harus lebih panjang. Otot-otot mata menarik bola mata pada sumbu mata, sehingga bola mata menjadi lebih lonjong ke arah sumbu muka dan belakangnya. Dengan demikian diperlukan lensa minus untuk memperbaiki jatuhnya bayangan akibat bola mata yang bertambah lonjong ini.

Kebiasaan membaca yang buruk selalu berakibat merugikan karena selalu berakhir dengan harus memakai kaca mata. Salah satu kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan adalah membaca sambil berbaring dan memainkan gadget di tempat yang kurang pencahayaannya. Membaca sambil berbaring tidak dapat mempertahankan jarak baca yang baik karena bacaan dipegang tangan. Semakin lama tangan semakin letih sehingga bacaan semakin turun mendekati mata. Akibatnya jarak baca semakin dekat. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun kebiasaan ini dilakukan akhirnya mata pun menjadi rusak.

Demikian ulasan singkat The Jombang Taste mengenai kebiasaan buruk membaca buku sambil tidur. Mulai dari sekarang Anda harus membiasakan diri untuk membaca buku sambil duduk dan dibawah pencahayaan yang cukup. Selain itu, inilah saatnya kita membiasakan diri mematikan smartphone lima menit sebelum tidur. Hindari main hape di tempat gelap dalam jangka waktu lama karena hal ini membahayakan kesehatan indera penglihatan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam menjaga kesehatan mata. Sampai jumpa dalam artikel The Jombang Taste selanjutnya.

Bagikan artikel ini melalui:

5 Replies to “Bahaya Membaca Buku Sambil Tidur dan Main HP di Tempat Gelap”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *