Ketika Emak-emak Rempong Mencari Guru Les Privat

Pelatihan Kerajinan Tangan Membuat Mahar Pernikahan oleh Mahasiswa KKNT UNHASY di Desa Asemgede
Pelatihan Kerajinan Tangan Membuat Mahar Pernikahan oleh Mahasiswa KKNT UNHASY di Desa Asemgede

Entah sebuah kemajuan cara berpikir ataukah bentuk kemalasan menjalani proses pendidikan, saat ini makin banyak orang tua yang sibuk mencarikan guru les privat untuk anak-anak mereka. Hal ini terlihat dari giatnya para orang tua, khususnya kaum ibu, berburu guru les di desa-desa. Mereka tampaknya sangat ingin memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anaknya sepulang sekolah. Pelajaran di sekolah belum dianggap cukup dan mereka berharap dapat meningkatkan kecerdasan intelektual anak-anaknya.

Alasan para ibu mencarikan guru les sangat masuk akal. Mereka ingin memberikan sebanyak mungkin pengajaran kepada anak. Terlebih lagi untuk emak-emak yang memiliki anak kelas 6 SD, kelas 9 SMP dan kelas 12 SMA, mereka akan rela mengeluarkan banyak uang untuk merekrut guru les privat. Mata pelajaran yang paling sering menjadi fokus pembelajaran adalah Matematika, Fisika dan Bahasa Inggris. Sebagian lagi mengharapkan dapat memberikan les privat untuk semua jenis pelajaran. Untuk jenis guru les terakhir ini tugasnya adalah membantu anak mengerjakan PR anak.

Limpahan perhatian orang tua kepada anaknya ini merupakan hal baik. Penulis masih ingat jaman dulu ketika masih sekolah tidak pernah mendapat previlage les privat. Sungguh jaman telah banyak berubah. Ini bisa jadi nilai plus pendidikan luar sekolah. Namun perlu dicermati juga apakah orang tua melakukannya untuk membuang kerepotan semata. Bagaimanapun para emak kekinian butuh sosialisasi yang lebih up to date di lingkungan mereka. Emak-emak rempong itu pun akhirnya menyerahkan tugas mendidik anak kepada guru les privat dengan kompensasi sejumlah uang. Hmm, terlalu.

Emak-emak jaman now memiliki begitu banyak kesibukan sehingga mereka lantas memberikan mandat mengajari anak-anak kepada guru les. Tidak jadi masalah bila memang alasan orang tua karena keterbatasan pendidikan. Bagaimana mau mengajari anak-anaknya soal phytagoras jika lulus SD saja tidak lewat. Kesibukan lain yang menyita perhatian emak-emak rempong adalah aktifitas sosial di lingkungan masyarakat, misalnya arisan RT. Kegiatan ini terlihat sepele namun jika dilakukan dalam jangka waktu lama akan menyita waktu yang tidak sedikit.

10 pemikiran pada “Ketika Emak-emak Rempong Mencari Guru Les Privat”

  1. Dear ortu…
    Kalau kalian bikin anak harus siap mendidik. Jgn limpahkan tanggungjawab ke orang lain. Paham?

    Balas
  2. Kemajuan pendidikan harus melibatkan kerjasama antara guru dan orang tua. Jika orang tua hanya mengandalkan guru saja maka anak-anak kurang dapat menyerap praktek keteladanan dalam kehidupn.

    Balas

Tinggalkan Balasan