Bimtek KPPS Menyambut Pilkada Jombang dan Jatim Tanggal 27 Juni 2018

bagaimana menentukan pilihan terbaik dalam hidup
bagaimana menentukan pilihan terbaik dalam hidup

Pilkada 2018 sebentar lagi tiba. Saya kembali menyibukkan diri dalam menyongsong pesta demokrasi rakyat Jombang dan Jawa Timur. Pagi hari ini saya kembali membagikan formulir C6-KWK atau lebih dikenal sebagai surat undangan mencoblos. Proses pembagian surat undangan mencoblos relatif mudah. Momen Lebaran Idul Fitri memberi kesempatan bagi warga untuk berlibur di rumah. Mereka masih menikmati masa-masa berkumpul dengan keluarga besar di rumah. Saya pun berkesempatan mencicipi sajian makanan khas Lebaran di sejumlah rumah warga yang saya datangi. Kendati sebagian besar rumah warga telah buka, masih ada beberapa rumah warga yang masih tertutup rapat karena mereka bepergian ke luar kota.

Jalan kaki dari satu rumah warga ke rumah warga yang lain sudah biasa saya lakukan. Inilah bentuk kegiatan rekreatif yang perlu saya lakukan secara rutin. Berjalan dari satu gang ke gang lain memberikan pengalaman nyata bagi kehidupan. Tergambar jelas keadaan ekonomi masyarakat Guwo pasca lebaran mulai bangkit lagi. Perjalanan kali ini lebih cepat dan mudah dibanding kegiatan coklit PPDP beberapa bulan lalu. Saya pun hampir hafal semua nama-nama warga RT. 01 dan RT. 02 beserta tempat tinggalnya meskipun saya berdomisili di RT. 07 Dusun Guwo. Saya tidak melangkah sendirian dalam membagikan surat undangan mencoblos. Saya mengajak seorang anggota KPPS yang berdomisili di RT tersebut. Hal ini penting dilakukan agar saya dapat membangun komunikasi intens dengan warga setempat.

Untuk menyiapkan segala keperluan Pilkada, hari ini Kamis 21 Juni 2018 telah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) KPPS oleh PPS Latsari yang dihadiri oleh PPK Mojowarno. Acara tersebut dimulai pukul dua siang dan selesai pukul setengah lima sore. Informasi utama yang disampaikan Mas Fahmi selalu perwakilan PPK adalah tata cara menghitung surat suara yang sah dan tidak sah. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari miskomunikasi pada hari pelaksanaan Pilkada. Selain itu, perwakilan PPK tersebut juga menayangkan video tahap-tahap pelaksanaan Pilkada mulai dari penyebaran formulir Model C6 KWK, pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan surat suara, hingga penandatanganan berita acara pemilu yang seabrek jumlahnya.

Usai mengikuti bimtek dari PPK dan PPS, saya dan lima anggota KPPS dari TPS 01 mengadakan rapat sebentar di Pendopo Desa. Rapat tersebut membuahkan kesepakatan pembagian nomor urut KPPS. Setiap nomor KPPS memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Rapat tadi juga menghasilkan keputusan bersama mengenai seragam KPPS tanggal 27 Juni 2018, teknis pembagian konsumsi, dan hari pendirian tenda pencoblosan. Bagian paling krusial dalam kerja KPPS adalah pembagian fee atau honor setiap orang. Berdasarkan aturan Pemerintah, honor KPPS pun masih dipotong pajak. Disinilah perlu adanya kebijakan bersama agar setiap anggota KPPS bisa nyaman dan tenang bekerja.

Pro dan kontra terhadap susunan petugas KPPS selalu muncul dalam setiap pemilihan umum. Saya tidak lagi ambil pusing terhadap usaha menjatuhkan pemuda oleh generasi post-power syndrome. Jika berkaca pada respons beberapa orang anggota KPPS yang hadir pada bimtek hari ini, saya optimis Pilkada 27 Juni nanti bisa berjalan sukses. KPPS tidak akan bekerja sendirian karena masih ada PPS dan Pengawas TPS yang mendampingi selama hari pencoblosan. Wajah-wajah baru yang mengisi deretan nama-nama KPPS, PPS dan PPK tidak menghalangi semangat dan profesionalitas dalam bekerja. So, kita tunggu saja bagaimana aksi para generasi muda di Pilkada 2018 ini.

Bagikan artikel ini melalui:

13 Replies to “Bimtek KPPS Menyambut Pilkada Jombang dan Jatim Tanggal 27 Juni 2018”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *