Jelang Lebaran Diadakan Musyawarah Desa Pencairan Dana Desa dan ADD

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Gambar globe dengan tumpukan uang emas – gambar diambil dari Pinterest dot com

Puluhan warga desa Latsari memenuhi Kantor Desa hari ini, Selasa 5 Juni 2018. Mereka telah tiba disana sejak pukul delapan pagi atas undangan Kepala Desa. Mereka berasal dari tiga dusun yang ada di Desa Latsari, yaitu Dusun Guwo, Dusun Kempreng dan Dusun Jambangan. Mereka akan mengikuti Musyawarah Desa Pencairan Dana DD dan ADD Tahun 2018. Suasana bangunan pendopo Desa Latsari tadi pagi cukup semarak. Wajah-wajah ceria tergambar pada raut muka tamu undangan meski mereka sedang berpuasa.

Sambil menunggu acara dimulai, para tamu undangan berkumpul menurut kelompok jabatan mereka. Jabatan fungsional dan struktural yang menjadi tamu undangan antara lain Anggota BPD, ta’mir masjid dan musholla, penjaga makam, guru TPQ, jumantik, petugas Taman Posyandy, guru PAUD, petugas Linmas, Ketua RW, Ketua RT, dan Tim Penggerak PKK. Setiap ketua dan anggota masing-masing posisi tersebut diundang untuk mendapatkan dana operasional. Dana operasional itu adalah hak pribadi setiap pemangku jabatan. Ada dana yang diserahkan untuk jangka waktu setahun, ada juga yang baru setengahnya.

Acara dibuka oleh Sekretaris Desa. Selanjutnya, perwakilan dari Kantor Kecamatan Mojowarno tampil dan memberi pengarahan. Acara disusul dengan sambutan dari Kepala Desa Latsari dan proses serah terima pencairan dana DD dan ADD tahun 2018. Pencairan dana tersebut berlangsung pada waktu yang sangat tepat. Momen jelang Lebaran seperti ini memungkinkan perputaran uang sangat cepat karena tingginya kebutuhan hidup. Semoga dana tersebut bermanfaat bagi penerimanya.

Beragam tanggapan disampaikan oleh masyarakat terhadap kegiatan pencairan dana DD dan ADD ini. Sebagian masyarakat merasa bersyukur dan berterima kasih karena pencairan dana tepat pada waktunya, yaitu menjelang Lebaran Idul Fitri saat kebutuhan hidup meningkat. Hal ini dapat pula berarti sebagai pengakuan dan apresiasi Pemerintah Desa terhadap kinerja berbagai organisasi masyarakat yang tumbuh berkembang dan eksis saat ini.

Meski demikian, tak sedikit masyarakat yang mencemooh acara pencairan dana DD dan ADD ini. Kelompok ini menyatakan bahwa kegiatan ini tak lebih dari aksi tebar pesona menjelang Pilkada Jombang yang sebentar lagi digelar. Banyaknya organisasi masyarakat yang diberi jatah dana oleh Kepala Desa disinyalir sebagai bentuk rayuan maut untuk masyarakat agar mendukung pencalonan Kepala Desa incumbent dalam Pilkades berikutnya yang akan digelar tahun depan.

Bagaimana dengan tanggapan Anda?

Bagikan artikel ini melalui:

7 Replies to “Jelang Lebaran Diadakan Musyawarah Desa Pencairan Dana Desa dan ADD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *