Cerita Motivasi: Inspirasi Lagu Injit-injit Semut dari Koes Plus

Siapa Anda Adalah Apa Yang Anda Lihat
Siapa Anda Adalah Apa Yang Anda Lihat

Menumbuhkan semangat belajar kepada anak didik merupakan tugas seorang guru. Proses itu memerlukan ketekunan dan kesabaran. Tidak jarang, seorang pendidik putus asa karena telah melakukan beragam cara namun tidak kunjung ada hasilnya. Cerita inspirasi kali ini datangnya dari Musto, S.Pd., salah satu pengajar Bahasa Indonesia di Gresik. Berawal dari sebuah spontanitas dan kecintaan kepada dunia pendidikan, maka lahirlah sebuah ide kreatif.

Kesuksesan berawal dari sebuah uji coba (trial and error). Kita tidak tahu cara terbaik untuk mengatasi sebuah permasalahan sampai kita bersedia melakukan beragam eksperimen dan mendapatkan satu cara yang paling tepat. Dan karena setiap kota memiliki karakter masyarakat yang unik, maka diperlukan keterampilan khusus dalam memilih trik penyelesaian masalah. Bagaimana cara beliau menumbuhkan kreatifitas dan semangat belajar para siswa? Berikut ini kisahnya….

Mengawali pembelajaran bahasa Indonesia jam pertama dan kedua di SMP Negeri 2 Wringinanom, aku mengucapkan salam terlebih dahulu kepada murid-muridku, “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh”. Langkah kedua berdoa terlebih dahulu, setelah itu mengabsen siswa serta menanyakan keadaan kesehatan mereka hari ini maupun keadaan keluarga di rumah.

Ternyata tanggapan mereka begitu semangat dan beragam. Ada yang menjawab bahwa pada hari ini orang tuanya sedang diundang hajatan keluarga, ada yang rumahnya dibangun, ada pula yang berangkat ke sekolah tidak diberi uang saku ibunya dan sebagainya.

Berikutnya aku menuliskan Kompetensi Dasar yang akan aku ajarkan hari ini yaitu menulis puisi lama yaitu pantun. Tujuan utama setelah proses pembelajaran selesai adalah siswa diharapkan mampu menulis sebuah pantun. Selanjutnya aku membagikan kepada anak-anak beberapa penggalan sebait syair lagu “ “Injit-Injit Semut” karya Koes Plus yang sudah aku ubah syairnya sesuai dengan ciri-ciri pantun.

pixar images - beragam karakter manusia tidak selalu hadir di sekitar kita
pixar images – beragam karakter manusia tidak selalu hadir di sekitar kita

Setelah teks pantun aku bagikan kepada para siswa, mereka aku suruh berdiri. Kuperintahkan mereka menghitung dengan menunjukkan jarinya, dimulai dengan angka satu, dua, tiga, satu, dua, tiga dan seterusnya sampai selesai. Setelah menghitung selesai, aku suruh mereka berkumpul sesuai dengan angka kembarannya. Maka terjadilah kelompok yang berjumlah 10 anak dan masih lebih 2 anak karena jumlah murid satu kelas sebanyak 32 anak. Selebihnya aku suruh mereka bergabung dengan grup yang lain.

Kelompok mereka diberi nama sesuai dengan kehendaknya. Ada yang memberi nama kelompoknya Flamboyan, Anggrek dan lain-lain. Sebelum mendiskusikan penggalan bait syair lagu, aku rangsang mereka dengan nyanyian lagu Injit-Injit Semut dari Koes Plus bersaudara. Peralatan Tape Recorder sudah aku persiapkan sebelumnya. Selanjutnya aku bernyanyi di depan kelas, dengan suara emasku yang serak-serak basah, mirip Koes Plus sungguhan.

Anak-anak aku ajak nyanyi bersama-sama. Meskipun lagu ini kategori lagu lama, tetapi anak-anak cepat tanggap, karena syairnya begitu singkat dan mudah dipahami. Setelah aku menyanyikan sebuah lagu, anak-anak aku suruh menyimak penggalan bait syair dengan baik. Dengan santai aku mendongeng kisah penyanyi legendaris yaitu Koes Plus bersaudara. Alur cerita tersebut sedikit demi sedikit aku sisipkan teknik yang paling mudah menulis pantun.

Kukisahkan bahwa Koes Plus adalah rakyat biasa seperti para muridku. Koes Plus adalah anak seorang petani, anak desa, dan setiap hari beliau juga membantu orang tuanya menanam palawija yaitu, padi, jagung, kacang dan lain-lain. Beliau sangat sayang kepada orang tuanya. Hal ini dibuktikan dengan kerajinan bekerja setiap harinya yaitu membantu kegiatan sehari-hari di rumah. Beliau juga sangat rajin belajar. Dan hobi yang paling disukai Koes Plus adalah menulis sampai akhirnya mengantarkan beliau menjadi penyanyi yang sangat terkenal di Indonesia.

Setelah aku mendongeng, ada salah satu kelompok yang ramai, kemudian aku dekati mereka. Aku tanya permasalahannya, ada salah anak yang curhat kepadaku. ”Pak, Bahrul menggoda Ani, tidak mau belajar kelompok”, kata Ani dengan penuh keluguan. Dari kelompok Flamboyan yang membuat gaduh tersebut salah satu anak aku suruh menulis permasalahan tadi ke papan tulis.

”Aku menggoda Ani, karena aku jatuh cinta padanya, dia anak desa yang cantik jelita.” Kemudian aku jelaskan kepada mereka bahwa dari permasalahan tadi dapat ditulis dalam sebait pantun. Dalam menulis pantun yang paling mudah adalah menulis isinya terlebih dahulu kemudian sampirannya. Dari arahan yang aku sampaikan tadi mereka saling unjuk aksi. Dari kelompok Mawar mengusulkan isinya yaitu:

Bahrul jatuh cinta kepada Ani
Karena dia cantik jelita

 Kemudian dilanjutkan kelompok Flamboyan mengusulkan sampirannya yaitu:

 Beli duku ke Songgoriti
Tinggal satu diambil mbak Bunga

 Jika sampiran dan isi digabungkan menjadi satu terjadilah sebait pantun yaitu:

 Beli duku ke Songgoriti
Tinggal satu diambil mbak Bunga
Bahrul jatuh cinta kepada Ani
Karena dia cantik jelita

 Setelah setiap kelompok mempresentasikan karyanya, kemudian kelompok yang lain saling menanggapi. Bagi kelompok siswa yang hasilnya bagus, aku beri hadiah berupa coklat Silver Quen 3 bungkus. Pembelajaran akhir adalah evaluasi yaitu aku beri mereka tugas. Masing-masing kelompok menulis pantun minimal dua bait dengan model saling berbalas pantun antar kelompok. Dari pembelajaran yang laksanakan tadi dapat diambil kesimpulan, bahwa dengan model nyanyian Injit-injit Semut dari Koes Plus dapat merangsang anak bisa menulis pantun.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Cerita Motivasi: Inspirasi Lagu Injit-injit Semut dari Koes Plus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *