Rumahku Sekolahku, Belajar Dari Rumah Tetap Menyenangkan di Masa Pandemi

Ayah menjadi imam sholat untuk anak lelakinya
Ayah menjadi imam sholat untuk anak lelakinya.

Tahun ajaran baru 2020-2021 segera dimulai pekan ini. Sekolah dan madrasah di Indonesia mulai menata diri untuk menyambut kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) selama masa pandemi COVID-19. Terlebih lagi Kabupaten Jombang termasuk zona merah dalam peta penyebaran virus Corona sehingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memutuskan untuk melaksanakan semua proses pembelajaran dari rumah. Guru tidak boleh mengundang siswa untuk datang ke sekolah. Kebijakan ini pula yang berdampak pada ragam metode pendidikan yang akan diterapkan kepada siswa selama mereka belajar di rumah.

Setiap guru memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan pendidikan terhadap semua siswa tanpa terkecuali. Pemenuhan kebutuhan belajar harus diterima oleh siswa, baik siswa yang memiliki perangkat elektronik smartphone maupun tidak memiliki. Oleh karena itu setiap guru harus menyediakan beberapa skenario pembelajaran, baik menggunakan metode dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Guru juga dapat mengkombinasikan metode pembelajaran daring dan luring untuk tujuan pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa.

Pembelajaran di masa pandemi dengan menggunakan prinsip BDR memusatkan kegiatan pembelajaran di rumah siswa. Seharusnya orang tua mampu mewujudkan konsep rumahku sekolahku bagi para siswa di masa pandemi ini. Orang tua perlu menyiapkan ruang khusus agar anak memiliki privasi saat belajar. Orang tua juga perlu mendampingi anak belajar di rumah. Hal ini berarti bahwa tugas dan tanggung jawab pembelajaran terhadap siswa sebagian besar dipegang oleh orang tua. Walaupun setiap guru kelas dan guru mata pelajaran telah menetapkan jadwal pembelajaran, namun mereka memiliki keterbatasan untuk mengajarkan langsung kepada siswa. Peran orangtua disini sangat besar dalam mewujudkan suasana sekolah yang menyenangkan dan berlangsung di rumah masing-masing siswa.

Kunjungan Guru ke Rumah Orang Tua Siswa dalam kegiatan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi di Kabupaten Jombang
Kunjungan Guru ke Rumah Orang Tua Siswa dalam kegiatan Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi di Kabupaten Jombang

Prinsip rumahku sekolahku berarti juga bahwa guru diperkenankan untuk mengunjungi rumah siswa dan melakukan pembelajaran tatap muka. Kegiatan kunjungan pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara berkelompok yang beranggotakan 2, 3, 4 atau 5 orang dalam satu kelompok. Kegiatan kunjungan pembelajaran ini dilakukan di rumah salah satu orang tua siswa dengan perizinan dari orangtua siswa tersebut.

Protokol kesehatan tetap diberlakukan selama guru melakukan kunjungan belajar secara berkelompok di rumah salah satu orang tua siswa. Guru dan siswa harus memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak. Karena kegiatan belajar dilakukan di rumah siswa, maka alat-alat belajar yang digunakan guru dapat lebih fleksibel. Mungkin saja guru tidak akan menggunakan papan tulis sebagai media pembelajaran melainkan hanya buku dan beberapa catatan yang mudah dibawa ke mana-mana.

Guru dapat menggunakan alat-alat rumah tangga yang tersedia di rumah orang tua siswa selama melakukan kunjungan belajar di rumah siswa. Misalnya guru menggunakan beberapa piring yang berwarna berbeda warna untuk pengajaran warna-warna dalam bahasa Inggris. Selain itu, guru juga dapat menggunakan kitab suci yang dimiliki oleh orang tua siswa di rumah untuk pengajaran membaca dan menulis Alquran. Apapun peralatan yang tersedia di rumah orang tua siswa bisa digunakan oleh guru sesuai dengan perizinan orang tua siswa.

Selama kunjungan ke rumah orang tua siswa, guru harus selalu melakukan komunikasi secara efektif dengan orang tua siswa. Tujuan komunikasi antara guru dan orang tua adalah agar tersampaikan maksud dan tujuan pembelajaran dari rumah sehingga orang tua dan siswa sama-sama merasakan kegembiraan menjalankan kebijakan BDR di masa pandemi ini. Kerjasama yang erat antara orangtua siswa dan guru di masa pandemi merupakan kunci sukses tercapainya target belajar siswa. Mari kita ciptakan lingkungan keluarga yang nyaman selama anak belajar dari rumah.

 
 

 

 

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Rumahku Sekolahku, Belajar Dari Rumah Tetap Menyenangkan di Masa Pandemi”

  1. Kuatkan hatimu wahai emak-emak perkasa. Kalian hrs tetap sabar saat menggoreng tempe sambil ngajarin anak kerjakan tugas daring. Jgn sampai sutil melayang karena tersulut esmosi.

  2. Mudah-mudahan benar-benar menyenangkan ya. Karena bagaimanapun juga tingkat stress nya orang tua menghadapi anak-anak di rumah pasti menumpuk tiap hari. Apalagi pembelajaran di rumah sudah berlanjut sampai 4 bulan ini. Ditunggu saja bulan kelima nanti emak2 sudah pada marah sama anaknya.

  3. Lama-lama murid-murid di Indonesia akan terbiasa dengan sistem pembelajaran jarak jauh sehingga kelak mereka tidak lagi berkewajiban datang ke sekolah seterusnya.

  4. Belum tentu rumahku menjadi sekolahku yang menyenangkan. In fact, banyak juga anak-anak zaman sekarang yang kesulitan merasa nyaman ketika belajar di rumah. Alasannya adalah karena orang tua kurang perhatian terhadap anak. Kalaupun orang tua benar-benar menemani anak belajar di masa pandemi, maka kemampuan orang tua sudah tidak mumpuni untuk mengejar ketertinggalan materi pembelajaran yang sudah berkembang dari masa ke masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *