Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang
Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang

Salah satu masalah krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah minimnya keteladanan dari para guru atau pengajar. Berbagai jenis pendidikan formal, informal maupun non-formal membutuhkan sosok panutan bagi anak-anak didik sehingga proses pengajaran akan lebih berhasil.

Pepatah lama mengatakan: guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jika guru memberi contoh yang jelek, maka murid akan menyerap informasi lebih buruk sehingga tindakan yang dihasilkan akan lebih jelek. Mungkin hanya sebagian murid kritis yang bersedia mempertanyakan kebenaran tindakan guru tersebut sehingga contoh buruk tidak akan mereka tiru.

Contoh paling mudah yang sering saya temui dalam kehidupan sehari-hari adalah proses pengajaran santri pada Taman Pendidikan Quran (TPQ). Sekitar pukul 15.30 WIB biasanya saya baru selesai mengikuti sholat jama’ah ashar di masjid dekat rumah. Pada jam segitu sudah ada beberapa santri yang berangkat mengaji namun ruang kelas masih tertutup.

Selanjutnya, pukul 16.00 WIB saya mengecek lokasi kelas TPQ ternyata masih kosong. Tidak ada ustadz atau ustadzah maupun santri. Para santri masih asyik bermain di luar. Ada yang main kejar-kejaran. Ada juga yang naik ayunan dan prosotan. Kemanakah para pengajar TPQ?

Saya mendatangi salah satu rumah ustadzah TPQ tersebut. Kebetulan masih saudara, jadi tidak perlu basa-basi kalau saya mau menegur. Ternyata pukul 16.05 WIB pengajar tersebut baru bangun tidur. Alamak! Para santri sudah siap menerima pelajaran, gurunya malah masih kucek-kucek mata.

Kejadian ini nyata terjadi hari ini ketika saya mau bergabung dalam program pengajaran TPQ. Selama ini saya tidak ikut serta karena saya tahu sudah ada lima orang pengajar yang stand by mengajar santri yang berjumlah 50 orang. Tapi ternyata lima orang pengajar tidak ada yang konsisten mengajar. Semua pada sibuk dengan urusan masing-masing.

Hari ini saya gagal menjalankan misi pertama sebagai pengajar TPQ. Saya kecewa bukan karena para santri tidak datang. Penyebab pertama karena para pengajar tidak disiplin. Yang kedua adalah ruang kelas TPQ digusur oleh ibu-ibu muslimat untuk dijadikan tempat rapat membahas rencana pengajian. Fakta yang menyesakkan dada. Tapi saya berpikiran ke depan. Tidak bisa hari ini, besok bisa dicoba lagi. Semoga tulisan ini mampu menginspirasi Anda.

One Reply to “Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *