Satu Jam Bersama Gus Rian, Pendakwah Muda Asal Jombang

View this post on Instagram

#gusrian banyak penggemarnya juga ya.

A post shared by Jombang Cetar (@jombangcetar) on

Rian Adji Prasetya lebih dikenal dengan nama Gus Rian adalah pemuda asal Jombang yang namanya sedang viral di jagat internet karena kepiawaiannya dalam berdakwah. Video Gus Riyan telah ditonton jutaan orang di YouTube. Gus Rian juga telah diundang di acara Talk Show Hitam Putih di salah satu stasiun televisi swasta nasional Indonesia. Kehadirannya kerap dinantikan oleh para remaja dan juga ibu-ibu muda. Ceramah Gus Rian mampu menyegarkan suasana sekaligus menambah wawasan para audien yang hadir.

Hari ini Rabu, 3 April 2019 penulis berkesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan sosok Gus Riyan. Gus Riyan hari ini diundang oleh kerabat penulis untuk mengisi tausiah untuk mengisi tausiah pada acara pernikahan salah satu putrinya. Penulis diberikan tugas oleh pemilik hajatan untuk menyambut kedatangan Gus Riyan sekaligus menemani Gus Riyan selama menunggu waktu memberikan tausiyah. Penulis dan Gus Riyan beristirahat di sebuah rumah tak jauh dari lokasi resepsi pernikahan.

Dalam kesempatan ini penulis berbicara panjang lebar dengan pendakwah muda asal Jombang yang namanya sedang viral di sosial media ini.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang penulis lontarkan kepada Gus Riyan di sesi silaturahim santai hari ini. Penulis sajikan ulasan ini dalam bentuk kalimat tanya agar pembaca lebih mudah memahaminya.

Bagaimana aktivitas sehari-hari Gus Riyan membagi waktu sekolah dan berdakwah?

Saya tidak pernah masuk sekolah. Saya masuk sekolah jika ada ujian saja. Pertanyaan ini juga sering di lontarkan lontarkan oleh masyarakat umum. Jadi saya masuk sekolah kalau ada keperluan ujian saja.

Apakah terdapat hanbatan bagi Gus Riyan ketika bergaul dengan teman-teman di sekolah?

Sebagian kecil teman-teman saya di sekolah memang agak menjauh dari saya. Mereka mungkin merasa minder karena popularitas saya. Saya yang lebih mendekatkan diri kepada mereka. Saya memulai dulu untuk berbicara dengan mereka sehingga jarak antara kami tidak terlalu lebar.

Dalam sehari semalam berapa kali Gus Riyan tampil memenuhi undangan warga untuk berceramah?

Saya biasanya memenuhi undangan ceramah di 8 tempat yang berbeda setiap hari. Paling sedikit lima tempat sehari. Contohnya hari ini selain di sini, tadi pagi saya sudah mengisi acara di Pucangro Gudo. Setelah dari acara di sini saya nanti akan mengisi kegiatan di Jelakombo, Mojowarno dan Bareng.

Bagaimana cara Gus Riyan membagi waktu untuk istirahat dan berdakwah?

Itulah tantangan terbesar bagi seorang pendakwah. Mungkin orang awam melihat kehidupan saya ini serba enak dan terkenal. Tapi sebenarnya kami juga merasa lelah karena harus berpindah-pindah tempat berceramah setiap hari. Bahkan kami kurang tidur. Istilahnya, ketika masyarakat sudah tertidur pulas pulas maka saya dan tim justru baru tidur. Dan ketika masyarakat masih tidur kami justru sudah berangkat untuk memulai perjalanan ke lokasi acara selanjutnya.

Bagaimana cara Gus Riyan menguasai audiens anak-anak yang seringkali susah dikendalikan?

Sifat dasar anak-anak memang demikian. Mereka terbiasa untuk berekspresi secara bebas dan mengungkapkan perasaannya. Sebagai pembicara kita harus bisa mengatur kondisi lingkungan supaya ketika berceramah nyaman. Selain itu kita harus membaca doa-doa tertentu supaya lebih tenang.

(Sampai di sini Gus Riyan mengajarkan kepada penulis beberapa baris doa supaya bisa menenangkan audiensi anak-anak. Apa isi doanya? Rahasia dong)

 

Bagaimana cara Gus Riyan menanggapi pro dan kontra masyarakat terhadap isi ceramah anda?

Kita hidup di dunia tidak lepas dari respons suka dan tidak suka dari orang lain. Pro dan kontra saat bertausiyah itu sudah pasti ada. Meski demikian kita harus tulus dan ikhlas menjaga niat untuk tetap berada di jalan Allah. Kalau niat ceramah kita baik, insyaallah akan ada kemudahan di setiap langkah.

Bagaimana tanggapan Gus Rian terhadap rendahnya minat remaja Islam untuk menekuni pekerjaan pendakwah dan berbicara di depan umum?

Kita harus banyak mendorong anak-anak muda untuk berani tampil dan berbicara di depan umum. Kita harus terus mendorong mereka agar tumbuh rasa percaya diri. Selain itu kita juga harus mendoakan mereka. Terdapat doa-doa khusus yang bisa kita bacakan agar anak-anak muda itu berani tampil di depan publik.

Bagikan artikel ini melalui:

8 Replies to “Satu Jam Bersama Gus Rian, Pendakwah Muda Asal Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *