Kehebohan Tausiyah Dai Cilik pada Peringatan Hari Raya Idul Adha di SDN Latsari Tahun 2017

Keceriaan Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017
Keceriaan Motif Baju Batik pada Acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Sanggar Genius Yatim Mandiri Jombang di Parimono tahun 2017

SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang memperingati Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah pada Sabtu, 2 September 2017. Pelaksanaan peringatan Hari Raya Idul Adha di sekolah tersebut dipusatkan di Gedung Perpustakaan SDN Latsari sejak pukul tujuh pagi hingga pukul sebelas siang. Sebanyak 117 siswa dan 10 guru mengikuti kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di sekolah yang terletak di RT. 02 RW. 01 Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

Para siswa SDN Latsari mengikuti perayaaan Idul Adha dengan riang-gembira. Beragam sajian kuliner berbahan daging qurban dibawa oleh murid-murid kelas I sampai kelas VI. Acara perayaan Idul Adha diisi dengan qiroah, doa bersama, tausiyah agama, dan acara kebersamaan antara siswa dan guru. Semua pelaksana acara tersebut berasal dari siswa. Para guru cukup mendampingi pelaksana kegiatan dan membantu menertibkan siswa yang pagi itu sangat aktif bergerak.

Siswa-siswi SDN Latsari hari itu memakai busana muslim berwarna-warni. Mereka kelihatan bersemangat mendengarkan para pengisi acara. “Saya senang bisa mengikuti acara ini bersama kakak-kakak kelas,” demikian disampaikan oleh Reza Aditya Wijaya, siswa kelas I yang hari itu berbaju biru dan berkopyah putih.

Gedung Perpustakaan SDN Latsari menjadi gempar saat Aprilita Anas Tasya tampil membawakan tausiyah agama. Siswa kelas V SDN Latsari yang berhasil masuk sepuluh besar Lomba Dai Cilik Tingkat Kecamatan Mojowarno Tahun 2017 itu berhasil menyerap perhatian seluruh siswa yang memenuhi gedung di timur sekolah. Tasya, demikian ia akrab disapa, tampil dengan penuh percaya diri di hadapan kawan-kawan dan dewan guru.

“Tahukah kawan, bahaya paling besar yang mengancam generasi muda Islami adalah perkembangan budaya modern yang tidak sejalan dengan Al-Quran. Bagaimana bisa hafal Al-Quran, lha wong setiap hari yang dibaca adalah status Facebook, pesan WA dan chatting BBM,” ujar Tasya dengan penuh semangat disertai gerakan tangan menunjuk salah satu siswa. Kontan saja ulahnya ini berbuah tepuk tangan dari para siswa yang hadir dan menyimaknya.

Penulis merupakan pengajar Mata Pelajaran Muatan Lokal Keagamaan Islam di SDN Latsari. Pada momen perayaan Idul Adha ini, penulis sengaja tidak banyak mengisi acara seperti halnya perayaan hari-hari besar Islam sebelumnya di SDN Latsari. Sebaliknya, penulis memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk berekspresi dan menampilkan potensi terbaik yang mereka miliki. Tujuan utama model pendidikan seperti ini adalah agar setiap peserta diri termotivasi untuk terus meningkatkan prestasi diri.

“Saya bangga murid-murid SDN Latsari sekarang sudah banyak yang berani tampil ke depan dalam berbagai acara perayaan di sekolah. Mudah-mudahan mereka bisa terus berprestasi di masa depan,” ujar Dian Paramita, salah satu guru yang hari itu ikut mendampingi para siswa.

Acara peringatan Hari Raya Idul Adha di SDN Latsari berakhir menjelang siang hari. Setiap siswa diajak masuk ke kelas masing-masing dan menikmati sajian olahan daging qurban bersama kawan-kawan satu kelas. Usai makan bersama, para siswa dan beberapa guru mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan berfoto bersama. Para siswa mengakhiri perayaan Idul Adha dengan hati gembira hingga mereka pulang ke rumah masing-masing.

4 Replies to “Kehebohan Tausiyah Dai Cilik pada Peringatan Hari Raya Idul Adha di SDN Latsari Tahun 2017”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *