Berhenti! Tetapkan Satu Tujuan Menulis

Fakir ide, lemah motivasi, atasi dengan meningkatkan motivasi.

Sebagai seorang penulis, kadang-kadang kita tidak melakukan banyak hal karena kita tidak yakin dapat melakukannya dengan baik. Ketika suasana hati kita sedang kacau atau sedang tidak bersemangat mengerjakan tugas yang harus kita lakukan, kita menundanya atau menunggu datangnya inspirasi. Tidak bisa disangkal lagi, inspirasi adalah bagian vital dalam proses penulisan, apapun jenis tulisan itu.

Berhenti! Tetapkan Satu Tujuan Menulis
Berhenti! Tetapkan Satu Tujuan Menulis

Gejala ini disebut sebagai rintangan penulisan atau writer’s block oleh para penulis. Ini adalah suatu kendala mental yang terbentuk dan menghalangi penulis untuk melanjutkan proses kreatif menulis. Kadang kala kendala itu menjadi begitu besar sehingga para penulis perlu mencari bantuan dan menjalani psikoterapis. Sebagian besar pemasukan penulis tergantung pada kesembuhan proses terapi ini. Sangat beruntung jika masa penyembuhan itu singkat.

Bagaimana cara mengatasi masalah mental dalam kegiatan penulisan ini? Ketahui sumber penyakitnya lalu fokuslah pada pengobatannya.

Kendala itu berupa kurangnya motivasi diri maka penanganannya pun harus tetap sasaran. Berkurangnya motivasi diri terjadi bukan karena penulis tidak dapat menulis. Itu terjadi karena penulis berpikir mereka tidak dapat menulis dengan baik. Dengan kata lain, penulis merasa tidak memiliki energi atau inspirasi yang cukup untuk menulis sesuatu untuk disampaikan. Mereka tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menulis.

Solusinya adalah tumbuhkan tujuan menulis. Mencari uang, mendidik masyarakat, memberi inspirasi, atau apapun itu tujuan Anda menulis, segera tentukan. Anda hanya akan bersemangat jika Anda paham, sadar dan memiliki komitmen untuk mencapai satu tujuan. Sebaliknya, pikiran yang mengambang di awang-awang terjadi karena Anda tidak fokus pada tujuan menulis.

Semoga tulisan singkat ini bisa memberi inspirasi bagi Anda. Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *