Bergaya di Garis Pantai Kemantren Paciran Lamongan

Masih melanjutkan ulasan sisa liburan wali limo kemarin, kali ini saya bahas pengalaman saya mengunjungi Pantai Kemantren. Sebenarnya nggak ada yang namanya Pantai Kemantren. Saya bikin  sendiri nama itu untuk memudahkan penyebutan saja. Jadi, Anda boleh setuju maupun tidak setuju.

Pantai Kemantren nggak begitu dikenal. Yang terkenal adalah Masjid Kemantren karena tak jauh dari masjid ada makam Ainul Yaqin. Ainul Yaqin adalah salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Ketika anggota rombongan ziarah masuk area makam, saya dan beberapa orang sekomplotan malah berjalan menuju arah yang berbeda, yaitu garis pantai Kemantren. Cuaca panas hari itu tidak menghalangi niat kami untuk terus berjalan.

Bagi warga setempat, pemandangan indah di bibir pantai Kemantren sudah biasa sekali. Tapi bagi saya yang biasa tinggal di dataran tinggi terasa tidak biasa. Panasnya cuaca Lamongan hari itu tidak menyurutkan langkah kami untuk menikmati semilir angin laut yang berhembus pelan. Kalau saya perhatikan lingkungan sekitar saya berdiri, gari itu pantai Kemantren sangat padat pengunjung. Rupanya ada sebuah event seminar besar di aula barat masjid yang diikuti oleh ribuan orang. Mereka ikut berjubel dengan para wisatawan yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Kalau saya perhatikan lagi lebih cermat, ternyata tanah tempat saya berpijak adalah pulau reklamasi. Dasar pantai diuruk dengan berbagai macam batuan sehingga cukup mampu untuk menjadi tempat berpijak bagi para wisatawan. Berminat kesana? Mari atur waktu jalan-jalan ke tempat wisata di Lamongan.

Bagikan artikel ini melalui:

3 Replies to “Bergaya di Garis Pantai Kemantren Paciran Lamongan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *