Tertarik Wisata Sejarah Bank Indonesia? Ayo Traveling ke Museum Bank Indonesia di Surabaya!

Jalan-jalan ke tempat wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya Jawa Timur
Jalan-jalan ke tempat wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya Jawa Timur

Halo kawan sobat blogger Jombang? The Jombang Taste hadir lagi dalam genggaman Anda dengan ulasan tempat wisata bersejarah di Kota Surabaya. Kali ini penulis membahas Museum Bank Indonesia yang ada di Surabaya. Kunjungan penulis ke Museum Bank Indonesia pada Kamis, 30 Maret 2017 menjadi satu bagian dari kunjungan penulis ke Bank Indonesia kantor wilayah Jawa Timur yang ada di Surabaya. Inilah asal mula nama Bank Indonesia yang jaman dulu berasal dari De Javasche Bank. Lokasi Museum Bank Indonesia di Surabaya tidak terlalu jauh dari Bank Indonesia saat ini. Butuh waktu sekitar sepuluh menit saja untuk melewati jalan di area Tugu Pahlawan menuju area Jembatan Merah Plaza.

Tempat Museum Bank Indonesia sebenarnya bukanlah hal yang baru dan asing. Pada tahun 2005 lalu saya sempat bekerja di sekitar daerah Jembatan Merah Plaza (JMP) selama tiga bulan. Namun anehnya, meski selama tiga bulan bolak-balik JMP-Kutisari saya tidak pernah tahu kalau di sekitar daerah itu berdiri megah Museum Bank Indonesia. Berkunjung ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia mengingatkan saya kembali pada pengalaman masa lalu menjelajahi Kota Surabaya yang legendaris. Jalan Rajawali di sekitar Museum Bank Indonesia saat ini masih dipenuhi gedung-gedung tua peninggalan Belanda. Itulah sisi unik wisata sejarah di Kota Surabaya.

Lokasi Museum Bank Indonesia agak menyelinap di balik gedung-gedung megah di sekitar JMP Surabaya. Sebenarnya Museum Bank Indonesia terdiri dari tiga lantai, namun yang terlihat hanya satu lantai saja. Lantai pertama berada di bawah tanah dan merupakan tempat penyimpanan benda-benda berharga, yaitu uang, perhiasan dan emas batangan. Lantai kedua merupakan tempat pelayanan nasabah dan berisi meja kasir dan kursi pengunjung. Lantai dua inilah yang terlihat dalam pandangan mata pengendara yang lewat depan tempat wisata Museum Bank Indonesia. Berikutnya, lantai tiga Museum Bank Indonesia merupakan tempat penyimpangan arsip bank.

Jalan-jalan bareng teman ke destinasi wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya
Jalan-jalan bareng teman ke destinasi wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya

Ruang Bawah Tanah

Menyusuri ruang bawah tanah Museum Bank Indonesia Surabaya serasa melemparkan diri ke pusaran waktu seabad yang lalu di Indonesia. Deretan mesin-mesin pengelola data bank berjejer rapi. Sebagian besar mesin-mesin tersebut berukuran besar. Mulai dari komputer, mesin hitung uang, mesin kliring, alat penghancur uang, mesin ketik, dan beragam peralatan pendukung transaksi keuangan di De Javasche Bank, nama lama Bank Indonesia sebelum dilakukan nasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Liburan ke obyek wisata sejarah di Surabaya ini segera menyeret ingatan Anda pada film The Night in Museum.

Ruang bawah tanah Museum Bank Indonesia memiliki banyak ruangan. Ruangan-ruangan tersebut umumnya berukuran kecil. Meski tanpa pendingin udara modern atau AC, ruang bawah tanah tetap terjaga kesegaran udaranya karena sistem penanaman saluran air yang bagus khas arsitektur Belanda. Selain itu, tempat penyimpanan brankas juga dilengkapi sejumlah cermin yang berperan serupa dengan kamera CCTV. Khusus untuk tempat penyimpanan emas batangan, ruang bawah tanah Museum Bank Indonesia juga dilengkapi jendela darurat yang bisa dipakai untuk melarikan diri saat gedung bank dikepung musuh.

Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya
Jalan-jalan ke obyek wisata sejarah Museum Bank Indonesia di Surabaya

Aula Pelayanan Nasabah

Setelah puas menjelajahi lantai satu Museum Bank Indonesia yang berada di ruang bawah tanah, penulis beranjak ke lantai gedung tua khas Belanda ini. Obyek wisata bersejarah di Kota Surabaya ini memiliki lantai dua tempat pelayanan nasabah yang akan menabung dan mengambil uang mereka di bank. Bilik pelayanan kasir dilengkapi dengan alat penyekat yang terbuat dari kayu dengan anyaman rotan. Sementara itu, tempat tunggu konsumen bank terbuat dari kayu jati asli yang terawat dan terlihat bagus sampai saat ini. Sebagian besar furnitur di lantai dua Museum Bank Indonesia memang terbuat dari bahan kayu yang awet dan bernilai seni.

Keunikan lantai dua gedung Museum Bank Indonesia adalah memiliki pintu berputar khas negara-negara Barat. Hanya saja, desain pintu berputar terbilang klasik dan terasa Eropa banget. Bahan pintu berputar sepertinya dari kaca porselain. Inilah spot yang asyik untuk mengambil gambar liburan ke tempat wisata sejarah. Sementara itu, langit-langit lantai dua Museum Bank Indonesia memiliki lampu hias yang terbilang mewah untuk ukuran satu abad yang lalu. Museum Bank Indonesia sangat tepat dijadikan salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Surabaya karena riwayat panjang kota ini dalam pembangunan bank sentral di Indonesia.

Selfie Rame-rame sambil traveling ke Museum Bank Indonesia di Surabaya
Selfie Rame-rame sambil traveling ke Museum Bank Indonesia di Surabaya

Pusat Arsip Bank

Berkunjung ke Museum Bank Indonesia terasa belum lengkap kalau belum menjejakkan kaki ke lantai tiga gedung. Lantai tiga Museum Bank Indonesia merupakan tempat paling tinggi di obyek wisata sejarah bank Indonesia ini. Pemandu wisata dari Museum Bank Indonesia sudah mengingatkan setiap wisatawan yang berkunjung agar berhati-hati selama berada di lantai tiga Museum Bank Indonesia. Mengapa? Lantai tiga Museum Bank Indonesia merupakan tempat penyimpanan arsip De Javasche Bank dan memiliki udara panas. Arsitek gedung sengaja menciptakan udara panas agar arsip-arsip kertas tidak mudah rusak.

Alasan paling penting wisatawan harus berhati-hati selama di lantai tiga Museum Bank Indonesia adalah karena pada lantai tersebut terpasang jaringan kabel-kabel listrik yang bermuatan listrik. Akan sangat riskan jika Anda mengajak anak-anak naik ke lantai tiga Museum Bank Indonesia. Bahkan pihak pengelola Museum Bank Indonesia sudah mewanti-wanti agar pengunjung tidak menginjak pipa-pipa kabel listrik. Meski hanya sepuluh menit disana, rasanya seru dan mendebarkan berada di lantai tiga Museum Bank Indonesia. Penulis tidak bisa bayangkan betapa ramainya transaksi keuangan di bank Indonesia Surabaya pada tempo dulu.

Demikian ulasan singkat The Jombang Taste mengenai tempat wisata bersejarah di Kota Surabaya yang bernama Museum Bank Indonesia. Asal kalian tahu saja ya, Museum Bank Indonesia bukan hanya ada di Indonesia. Museum Bank Indonesia juga bisa ditemui di banyak kota-kota besar lain di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, silakan berkunjung ke laman resmi jaringan Museum Bank Indonesia. Semoga review tempat wisata sejarah di Jawa Timur ini bisa menambah wawasan Anda dan berguna bagi Anda dalam menyusun rencana liburan yang menyenangkan di Kota Surabaya. Selamat jalan-jalan!

One Reply to “Tertarik Wisata Sejarah Bank Indonesia? Ayo Traveling ke Museum Bank Indonesia di Surabaya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *